
Hari telah berganti, pagi ini Aslin berangkat sangat pagi karna dia tidak mau terlambat dalam rapat gabungan selain itu dia juga ingin menghindari siswi-siswi yang tidak menyukainya, seperti rapat dengan club drama kemaren ada banyak mata yang tidak menyukainya tapi dia berusaha untuk tidak pedulu karna itulah dia biasanya selalu bersikab tidak peduli dengan sekitar.
Pukul 7.00 sekarang Aslin telah duduk dibangkunya sambil menunggu chat dari kak Amel yang akan beritahukan kepadanya kapan rapat dilaksanakan.
Siswa siswi mulai berjalan memasuki kelas hanya untuk menyimpat tas mereka lalu keluar lagi.
Tempatnya yang berada dipojok menjadi tempat amat untuknya menghindari tatapan cemoh dan tidak suka dari teman sekelasnya, rupahnya tidak hanya diluar kelas saja dia mendapat hinaan tapi didalam kelaspun dia mendapatkannya.
Tak berselang lama Anggun mulai masuk kedalam kelas dan berjalan kebangkunya .
"Hello Aslin, Good pagi "ucap Anggun dengan cerita.
Aslin yang sudah biasa mendengar perkataan teman sebangkunya mulai terbiasa tidak seperti awal aneh dan canggung. Dia hanya tersenyum menanggapi perkataan aneh temannya itu.
"Loe gak bisa bahasa inggris yah, bahasa inggris loe belopatan parah "celetus Rian yang telah berada di belakang Anggun.
Anggun langsung kaget karna ucapan dan kemunculan tiba-tiba dari tiga sejoli itu.
" ist, loe ngagetin aja si. Tersejah gue donk mau bicara apa saja terserah gue mulut mulut gue kenapa loe ya sewot " kesel Anggun.
"Ye biasa aja donk, gue cuman nanya " ucap Rian gak mau kalah .
"Bodo amat " kesel Anggun langsung duduk dibangkunya.
Aslin, Amri dan Alif yang melihat berdebatan itu hanya terkekeh yang menurut mereka itu lucu.
"Oh iya Lin loe ikut gak dalam penyambutan acara di lomba nanti?" Tanya Anggun seolah melupakan perdepatan tadi.
"Gak tau juga " ucap Aslin.
"Kenapa? " tanya Anggun .
"Iya karna kita belum rapat" ucap Aslin.
"Bukannya loe bilang kemaren kalau club musik mau rapat kemaren " tanya Anggun bingung.
"Iya kemaren memang sudah rapat, tapi rapat yang sebernya itu hari ini " jelas Aslin.
"Oh " ucap Anggun mengangguk-anggukan kepala seolah mengerti.
Tiga sejoli yang mendengar percakapan gadis dibelakangnya mulai tertarik mereka langsung menghadap kebelang dimana Aslin dan Anggun berasa yang membuat Aslin dan Anggun bingung.
"Loe bertiga kenapa?" Tanya Anggun dengan sewot.
"Loe benaran gabung dalam club musik Lin " tanya Rian.
" i ya, emang kenapa? " ucapnya salah tingkah. "
"Gak kenapa-napa kok cuman mau nanya aja " ucapnya samtai.
__ADS_1
"Loe ikut nambil juga Lin " tanya Amri.
"Iya " ucap Aslin gugup.
Jujur dia tidak bisa menahan sesuatu didalam dadanya yang terus berdetak kencang bahkan tangannya saja jadi panas dingin .
"Loe tau gak Lin kalau Amri juga anggota club musik loh " ucap Alif
Deg
"Bagaimana mungkin Amri anggota club musik aku saja tidak melihatnya berkumpul kemaren " batin Aslin dengan tatapan tidak percaya kepada Alif.
"Loe gak tau ya? " tanya Rian yang dijawab gelengan oleh Aslin.
"Iya memang si wajar Amri aja gak perna ngumpul kalau ada rapat, maklumlah orang sibuk apalagi sekarang dia harus fokus dengan pertandingan minggu depan" ucap Alif.
Aslin dan Anggun hanya mengangguk mengerti.
Tiba-tiba hp Aslin yang selalu dia simpan dilaci meja bergetar
Kak Amel
Dek loe sekarang langsung keruang musik soalnya rapatnya mau dilakukan sekarang sekalian ajak juga Amri.
Oke kak.
Setelah menjawab pertanyaan itu Aslin langsung menyimpan hp nya kedalam kantung roknya. Dia bangun dari duduknya membuat orang didepannya langsung melihat kearah mereka.
"Iya " ucap Aslin setenang mungkin.
"Ya sudah kita bareng aja " ucap Amri sambil bangun dari duduknya dan menyimpan kembali hpnya kedalam kantung celama.
"Minggir yan gue mau keluar" ucap Amri kepada rian.
Rian langsung menyingkir tanpa banyak ngomong.
"Nggun minggir dikit donk aku juga mau keluar " ucap Aslin kepada Anggun
"Iya iya " ucap Anggun sambil berdiri dari bangkunya membiarkan Aslin keluar.
"Kita pergi dulu ya bro " ucap Amri kepada kedua temannya yang masih duduk dibangku.
"Yoi hati-hati nabrak semut " ucap Alif sambil terkekeh mendengar perkataannya sendiri.
"Aku pergi dulu ya Nggun " pamin Aslin .
"Iya, semangat ya Lin " ucap Anggun dengan gaya cerianya.
Aslin mulai keluar kelas mengikuti Amri yang memang sudah keluar terlebih dahulu.
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan tidak banyak siswi yang menatapnya sinis karna dapat berjalan dengan salah satu idola disekolah ini walaupun Amri masih kelas 10 tapi dia sudah sangat terkenal seja SMP jadi tidak salah bisa banyak orang yang mengenalnya bahkan ingin menjadi pacarnya, Tapi mereka tau kalau Amri sangat anti dengan yang namanya Perempuan bahkan mereka tidak perna sekalipun melihat Amri jalan dengan perempuan manapun kecuali sekarang ini itupun dengan satu perempuan.
Aslin yang ditatap seperti itu berusaha untuk bersikap biasa saja walau pada kenyataannya dia juga kawatir dengan kelangsungan sekolahnya nanti, dia tau bahwa dia lah yang membuat ketenangannya terganggu dengan berjalan berdua dengan Amri walau itu bukan kemauannya. Semua yang telah dia susun selama sekolah ini hancur berantakan, Bye bye ketenangan dan well come penderitaan.
Amri yang masih mampu melihat kegelisahan dari Aslin berinisiatip untuk memegang tangan Aslin agar Aslin bisa lebih telang.
Aslin yang perlakukan seperti oleh Amri kaget tapi ada suatu didalam tubuhnya yang merasa tetang dan nyaman.
Aslin melihat tangannya yang digenggam oleh Amri dengan menahan senyum diwajahnya tanpa memikirkan orang-orang yang berada disekitarnya yang melihatnya seperti ingin membunuhnya.
Setelah sampai didepan pintu ruang Rapat Amri langsung mengetuk pintu tanpa melepas tautan tangannya dengan Aslin
Tok tok tok
"Masuk aja " ucap seseorang dari dalam.
Amri dan Aslin langsung masuk membuat semua mata yang berada didalam melihat kearah mereka.
"Maaf kita telas" ucap Amri sedangkan Aslin hanya dia dan menurut kemana dia akan dibawa oleh Amri.
"Belum telat kok, santai aja rapatnya juga belum dimulai, kalian bisa duduk dibangku yang kosong " ucap Fauzi yang berada di meja depan.
Amri langsung membawa Aslin duduk kebangku yang kosong tanpa mempedulikan semua mata yang melihat kearah mereka, ada yang menatap bengong ada juga yang menatap sinis.
Dimeja depan sudah duduk 4 orang sebagai perwakilan dari kedua club mereka adalah Raka dan Amel selaku perwakilan dari club musik, sementara di club teater telah ada Fauzi dan Amanda.
Satu persatu anggota dari kedua club mulai masuk dan duduk dibangku yang telah disiapkan.
Raka selaku pembawa acara mulai membuka suara setelah memastikan semua kursi telah diisi.
"Assalamualaikum wr.wb " ucap Raka.
"Waalaikumsalam wr.wb" ucap semua serempak.
"Baiklah, sepertinya semua anggota telah lengkap marih kita buka rapat diskusi ini sesuai dengan yang telah saya dan Fauzi sepakatkan kemaren kalau kita akan mengadakan kolaborasi antara club musik dan club teater " ucap Raka.
"Baiklah mungkin disini ada yang mau ajuin pendapat tentang apa yang akan kita tampilkan nanti" tanya Fauzi.
"Saya " ucap Amri sambil mengangkat tangannya membuat semua mata melihat kearahnya termasuk Aslin yang duduk disampingnya.
"Bagaimana kalau kita adakan drama romantis tapi terdapat unsur sedihnya juga, bukannya siswa dan siswi pasti menyukainya, dan kita juga bisa memberi sedikit unsur budaya didalamnya nanti juga di kolaborasiin dengan unsur musik romantis nanti juga bisa diberi sedikit tarian tradisional dan tarian modern sebagai untuk mempercantiknya.bagaimana " jelas Amri panjang lebar.
"Bagaimana dengan yang lain apa ada pendapat lain? " tanya Raka.
Bla bla bla bla bla
Rapat berjalan dengan lancar sampai 2 jam karna banyaknya argumen-argumen dan persiapan lainnya yang akan mereka persiapkan dari sekarang.
Walau pada akhirnya mereka akan menggunakan pendapat dari Amri karna banyaknya suara yang lebih menyetujui usul dari Amri yang menurut mereka lebih cocok untuk pada remaja seperti mereka.
__ADS_1
Para pemain pun telah dipilih dan mereka semua telah mendapatkan tempat masing-masing termasuk Aslin yang mendapat peran utama dalam drama ini karna dia yang memiliki wajah yang cantik, kulit yang putih bersih dan bodi yang bagus sehingga cocok untuk menjadi pemeran utama.
Setelah semuanya selesai satu persatu mereka mulai keluar dari ruang musik untuk mempersiapkan apa yang menjadi tanggung jawab mereka di acara nanti begitupun dengan Aslin dan Amri.