Mengagumimu Dalam Diam

Mengagumimu Dalam Diam
Bab 15 ( kesibukan sang ketos )


__ADS_3

Like sebelum membaca 👍


_______________________________


Bu intan berjalan menyusuri lorong koridor dengan cemas dia selalu berharap semoga keputusan yang diambil oleh pak Anton dapat berubah dan dia bisa melihat  wajah semangat anak-anak didiknya lagi bukan wajah kecewa yang kemaren dan hari ini dia lihat.


Bu intan menghembuskan nafas kasar sebelum membuka pintu yang terdapat dihadapannya.


Ceklek


Semua yang berada di dalam ruangan itu langsung berdiri dan melihat  kearah guru pembimbing mereka.


"Bagaimana bu apa kepala sekolah telah mengizinkan kita untuk tampil nanti "


"Iya bu pas kepsek izinin kita kan bu "


"Tidak mungkin kan bu kepsek tidak izinin kita setelah mendengar penjelasan ibu "


Bla bla bla


Masih banyak lagi pertanyaan yang dilontarkan oleh anak didiknya yang melihat kearahnya dengan harap-harap cemas


Sedangkan bu intan hanya diam ntah dia tak tau mau menyelaskan apa kepada anak-anak didiknya itu.


Dia menghela nafas kasar yang membuat anak-anak didiknya berhenti mengoceh menanyahan hal yang sama.


"Bu apa keputusan kepada sekolah sesuai dengan harapan kita semua " Aslin yang sedari tadi diam mulai mengangkat suara memecah keheningan diantara mereka.


"Sebaiknya kita duduk dulu " ucap Amel yang memang berada diantara mereka.


Mereka mengangguk serempak dan mulai berjalan dan langsung duduk diatas karpet yang awalnya  mereka gunakan duduk tadi. Bu intan mengikuti langkah kaki anak didiknya itu.


"Bagaimana bu " tanya Dimas yang duduk disamping Aslin.


Bu intan melihat wajah anak didiknya satu persatu lalu menghela nafas kasar sebelum menjawab pertanyaan mereka.


"Ibu belum tau keputusan dari kepala sekolah " ucapnya singkat yang membuat wajah anak didiknya jadi lemas seketika.


"Kenapa bu? " tanya Raka yang sedari tadi memilih diam.


"Karna kepala sekolah tidak menjawab pertanyaan ibu, ibu sudah menjelaskan semuanya tapi kepala sekolah tetap diam " jelas bu intan tentang kejadian tadi di ruang kepala sekolah.


"Apa mungkin kita perhenti samapai disini " ceplos Fauzi.


Aslin yang mendengar perkataan Fauzi mengangkat wajahnya yang awalnya menunduk, jujur dia tidak setujuh dengan ucapan Fauzi tanpa memikirkan perasaan teman-teman lainnya yang telah berusaha kesar selama latihan tanpa mengeluh sama sekali.


"Kita tidak boleh menyerah begitu saya kak, selama hari H nya belum tiba kita masih bisa perjuang untuk mendapatkan persetujuan. Apa kakak tau pri bahasa yang mengatakan setiap usaha tidak ada yang sia-sia jadi kita tidak boleh penyerah sampai disini kita bisa mencobanya lagi besok " ujar Aslin


"Betul tu kak tidak ada usaha yang sia sia selama kita selalu optimis maka semuanya bisa saja terjadikan setidaknya kita terus usaha "


"Aku sejutu tu "

__ADS_1


"Aku juga setuju "


"Hem, aku si like "


Aslin tersenyum mendengar ucapan teman-temannya itu yang menyetujui usalnya.


"Iya sudah besok aku dan Fauzi yang akan menemui kepala sekolah " ucap Raka yang diangguki oleh Fauzi.


"Mari kita sama-sama berdoa semoga segalanya dipermudah " ucap Fauzi yang di amini oleh yang lain.


Setelah itu mereka sama-sama memilih diam dengan pikiran masing-masing.


*****


"Itu bunganya digeser sedikit " ucap Fauzan kepada dua orang yang membawa bunga besar yang digunakan untuk kiasan panggung.


"Iya ke kiri sedikit " ucapnya yang ikuti oleh dua orang yang membawa bunga itu "op op iya disitu udah oke " ucapnya , "Iya sudah kalau gitu gue ke sana dulu ya mau cek apa di sana sudah atau belum " ucapnya .


"Oke " ucap keduanya sambil mengangguk.


Fauzan berjalan kearah gerombolan anggota OSIS perempuan yang sedang berkumpul.


"Bagaimana dengan pekerjaan kalian apa sudah selesai" tanya Fauzan kepada mereka.


"Tinggal sedikit lagi kak"


"Oke nanti kalau  semuanya sudah selesai tolong panggil yang laki-laki buat langsung dipasang "jelas Fauzan yang diangguki  mereka serempak.


"Oh iya, Bdw kalian ada yang lihat Amel gak " tanyanya kepada mereka.


"tadi kak Amel minta izin buat keruang Drama dulu katanya dia ada suatu hal yang harus disampaikan ke kak Raka " jelas salah satu diantara mereka.


"Oh iya sudah kalau gitu"ucapnya sambil mengangguk. "Gue mau mantau yang  lain dulu "ucapnya kepada mereka.


"Iya kak "ucap mereka serempak.


Fauzan mulai berjalan menuju ruangan Osis yang tidak terlalu jauh dengan tempat mereka berada.


"Sebenarnya ada urusan apa Amel sampai repot-repot bertemu dengan Raka kenapa tidak melalui Hp saja" Batinnya.


"Apa jangan-jangan tentang Drama yang dibatalkan tampil" tanyanya pada dirinya sendiri yang membuat kepalanya pusing.


Fauzan langsung menyederkan punggungnya dengan tangan yang memijit keningnya sendiri karna merasa pusing mengurus sana sini untuk persiapan pembuka nanti ditamba dengan memikirkan Amel yang menemui Raka.


Sebenarnya Fauzan mencintai Amel sejak mereka sama-sama menjadi anggota osis sekitaran kelas satu semester dua ditambah dengan seringnya mereka ketemu membuat Fauzan makin mencintai Amel tapi sayangnya dia tidak cukup berani untuk menyatakan cinta kepada Amel yu now nah pasti kalian tau alasannya.


Fauzan yang memang tidak perna dekat dengan wanita manapun selain Amel bahkan dia tidaak perna berjalan berdua dengan cewek selain Amel baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa Fauzan adalah HOMO. Tapi kenyataannya dia masih  normal dan bahkan sekarang dia mencintai seorang gadis walau secara diam. 


Tok tok tok


"Masuk aja " teriak Fauzan dari dalam dengan posisi yang tidak berubah, dia masih beta menunup mata dan memikit kecil keningnya.

__ADS_1


"Rupanya loe disini, loe gak tau ya bagaimana pusingnya gue cari loe kemana-mana, bahkan gue telpon gue chat pun gak ada satupun yang loe balas "ucap orang itu dengan kesal.


"Sorry im kepala gue pusing makannya gue kesini buat istirahat sebentar dan  buat hp gue sengaja gue sailent agar gak ada yang ganggu gue buat beberapa waktu kedepan " jelas Fauzan.


Yup, dia adalah Baim prasetyo yang sering disapa Baim, dia juga sahabat baik Fauzan sejak mereka msih ditaman kanak-kanak.


Ekspresinya langsung berubah kawatir dan dan langsung berjalan duduk disamping  sang sahabat .


"Loe udah minum obat belum, apa perlu ambilin obat ke UKS, loe tadi pagi udah makan kan "tanya Bima berbondong bondong.


"Loe bisa gak kalau nanya itu satu-satu" ucap Fauzan kesal.


"Iya sorry-sorry soalnya gue kawatir apa loe takut loe kenapa-napa nanti " ucap Bima jujur.


"Gue gak apa-apa kok tenang aja "ucapnya menenangkan. Dia tau kalau temannya itu maling tidak bisa melihat  sahabatnya itu sakit .


"Oh iya, apa loe masih menerima kotak bekal lagi gk " tanya Bima karna  setaunya selama beberapa hari ini Fauzan sering kali menerima kotal  bekal di bngkunya tanpa tau pengirimnya tapi sayang makanan itu selalu berakhir dimulut sahabat-sahabatnya atau tidak di tong sampah.


"Iya " ucap Fauzan singkat.


"Apa loe gak mau coba untuk nyicup sedikit makanannya "tanya Bima.


"Gak "


"Padahal ni ya makanannya itu enak  loe, walaupun makanan rumahan tapi tidak kalah rasanya dengan makanan yang ada di restoran bintang lima loe" ujar Bima sambil membayangkan makan yang beberapa hari ini dia makan.


Fauzan memilih diam tanya menanggapi capan dari saahabatnya itu.


"Oh iya, apa loe gak penasaran gitu dengan sosok misterius yang selalu ngasi loe makanan beberapa hari ini "tanya Bima.


"Gak sama sekali" ucapnya.


Walau pada kenyataannya dia sangatlah penasaran dengan orang yang selalu memberikan makanan tiap pagi kepadanya bahkan dia bertekat untuk mencari tau siapa orangnya.


"Ck, loe ini aneh, apa loe gak mau ngucapin terimakasih gitu sama dia atas makanannya" ucapnya. "Walau gak perna loe makan si " gumamnya dengan suara kecil tapi masih mampu di dengar oleh Fauzan.


"Gak. ngapain gue ucapan terimakasih, gue aja gak minta tu orang buat bikinin gue makanan" ucapnya.


"Suka-suka loe aja lah " ucap Bima pasrah dengan sifat cuek sahabatnya itu.


Fauzan tidak lagi menjawab ucapan Bima dia  lebih memilih memejamkan mata dengan pikirannya sendiri.


"Iya sudah kalau gitu gue mau meluar dulu mau mantau anak-anak yang lain, loe disini aja gak usah kemana-mana kalau ada apa-apa segera hubungi gue "ucapnya yang  di angguki oleh Fauzan.


Bima langsung berjalan meninggalkan ruangan Osis menuju aula yang digunakkan untuk acara nanti.


________________________________


jangan lupa Like vote dan rate ya .k


bila ada rasan dan kritik silahkan tulis di kolom komentar

__ADS_1


__ADS_2