
Hello semua jangan lupa baca eps.5 dari cerita ku ini
Jaangan lupa like dan vote sebelum membaca
Happy reading....
________________________________________
Kringg,,kringg
Suara gadu mulai terdengar begitu nyaring di setiap kelas begitu pula dengan kelas X ipa.1 karna jam terakhir tidak ada guru yang masuk dengan alasan sakit jadi kelas free bahkan tugaspun tidak diberikan .
Seluruh siswa mulai keluar dari kelas satu persatu hingga tersisa hanya Aslin, Amri, Rian, dan Anggun.
Aslin masih dengan posisi yang sama bahkan dia tidak mendengar suara bel yang berbunyi begitu nyaring .
Amri mulai membuka suara untuk memulai percakapan di antara mereka yang sedari tadi hanya duduk diam.
" Lin loe gak mau pulang " Ucap Amri hati-hati.
sedangkan Rian dan Anggun hanya menatap kearah Aslin dengan Harap-harap cemas.
Aslin yang ditanya langsung tersentak dari lamunanya. Dirasa pipinya yang terasa baca buru-buru dia memegang pipinya sendiri.
" Astaga kenapa aku bisa sampai menangis dihadapan mereka " batinnya. sambil buru-buru menghapur air mata yang terdapat di pipinya. Bahkan matanya sudah memerah akibat menangis.
" Ah iya, ini juga mau pulang kokĀ " ucapnya kikuk. Karna dia baru sadar orang yang tadi bertanya padanya adalah Amri orang yang selalu dia kagumi .
Sedangkan Rian dan Anggun yang melihat tingkah Aslin yang terlihat aneh membuat keduanya saling tatap berbicara memalui tatapan mata
" Aslin kenapa " tanya rian melalui tatapan mata.
Yang dijawab dengan mengangkat bahu acuh oleh Anggun .
" iya sudah kalau begitu kita langsung baling aja " ucap rian dengan tas yang telah berada di pundaknya .
Aslin buru-buru memasukan buku yang berserakan di atas meja.
" loe pulang barang siapa lin " tanya anggun setelah dia berdiri dari bangkunya .
" Aku pulang sendiri " ucap Aslin setelah memasukan bukunya kedalam tas.
" mau gue atas gak lin " tawar Anggun.
" Gak usah, Terimakasih. Sebelumnya aku mau mampir ke suatu tempat dulu baru pulang kerumah " tolak Aslin dengan halus.
__ADS_1
Karna Aslin tidak mau teman-temannya tau alamat rumahnya. Karna dari dia SMP tidak ada satupu siswa yang tau latar belakang keluarga Aslin. Aslin gadis yang tertutup termasuk tentang urusan pribadinya, walaupun itu kepada teman terdekatnya sekalipun. Karna perinsipnya itu masalah beribadi itu tidah berlu di umbar-umbar belum tentu juga mereka mampu membantu. Terkadang mereka yang bertanya hanya sekedar kepo tanpa mau ikut menolong.
Jangan ditanya lagi keberadaan duo sejoli itu. Mereka sudah keluar duluan setelah mengemasi barang-barang mereka .
"Iya sudah kalu begitu kita samaan aja ke tempat parkirnya " ucap Anggun yang di angguki oleh Aslin .
****
Amri dan Rian berjalan menyurusi lorong koridor sambil berbincang-bincang. Suasana koridor yang mulai lenggang hanya ada beberapa siswa yang masing berlalu lalang mungkin siswa yang mengikuti eskul .
Hari ini hari free buat mereka karna tidak ada latihan apapun akan mereka ikutin. Mereka berniat untuk berkumpul dirumah Rian karna mereka juga sudah lama tidak berkumpul sejak menginjakkan kaki di SMAN 1 PELITA ini akibat dari kegiatan yang mereka ikutin yang membuat meraka tidak memiliki manyak waktu untuk sekedar kumpul-kumpul selain di lingkungan sekolah.
Sampainya mereka ditempat parkir dari kejauhan mereka dapat melihat Alif yang sedang berbicara dengan nseseorang yang tidak mereka kenal.
" Am loe lihat gak tu Alif bicara ma siapa " tanya Rian sambil menunjuk kearah Alif berada.
" mana gue tau, sebaiknya kita samperin aja " ajak Amri.
Mereka langsung berjalan menuju kearah Alif tepatnya di samping motor mereka berada.
Alif yang menyadari keberadaan kedua temannya yang melihatnya dengan tatapan binggung .
" Woy sini loe berdua " ucap Alif dengan tangan yang melambai mengisyaratkan kedua temannya untuk menghampirinya .
Setelah keduanya berada dihadapan Alif. Alif langsung memberkenalkan teman barunya kepada Kedua temannya itu.
" Giva " ucap giva sambil mengulurkan tangannya kepada Amri.
" Amri " ucapnya sambil membalas tangan Giva.
" Giva " ucapnya kepada Rian
" Rian "
" eh loe berdua dari mana kenapa keluarnya lama bangat si " kesal Alif yang baru ingat dia telah menunggu lama kedua temannya itu sampai parkiran mulai sepi sebelum Giva datang dan mau menemaninya untuk menunggu kedua temannya itu.
" ada sedikit masalah tadi " Ucap Amri.
" masalah Apa? " tanya Alif
" kepo deh loe kaya dora " ucap Rian cepat yang membuat Alif kesal atas jawabban yang di berikan oleh Rian.
Giva yang sedari tadi memperhatikan terio sahabat itu terkekeh sendiri terlebih kepada Alif dan Rian yang sepertinya tidak perna akrab bila bertemu.
" ah iya kalau begitu gue baling dulu ya " izin Giva.
__ADS_1
" loe gak mau ngumpul bareng kita dulu " nawar Alif yang di angguki oleh Amri dan Rian.
" Gak usah, lain kali aja gue nongkrong-nongkrong bareng kalian. Soalnya gue ada urusan hari ini " jelas Giva.
" Iya sudah kalau begitu Hati-hati ya " ucap Rian.
" yo'i gue duluan ya " ucap giva setelah berada di atas motornya. Dia langsung menjalan motongnya meninggalkan area sekolah .
" Gue butuh penjelaskan ya dari kalian berdua yang udah buat gue nunggu lama di parkiran sampai parkiran sepi dari motor-motor, untung ada Giva yang mau temanin gue disini sampai kelaparan " ucap Alif panjang lebar.
Sedangkan yang tanyakan malah memuyar bola mata malas.
" Iya iya iya. Ntar gue jelasin biar loe puas " ucap Rian. Langsung berjalan menuju motornya yang diikuti oleh Amri dibelakangnya.
" oke gue tunggu penjelasannya dirumah loe, gue juga mau loe nyiapin makanan yang banyak karna gue sampai lapar nunggu loe berdua " ucap Alif sambil berjalan mengikuti keduanya .
Mereka mulai naik ke atas motor masing-masing. Memakai help dan menyalakan mesinnya. Mereka mulai meninggalkan perkarangan sekolah untuk menuju kerumah Rian.
Mereka bertiga memang sering main kerumah Rian karna rumah Rian lah yang paling dekat dengan sekolah selain itu juga rumah Rian cukup nyaman untuk tempat ngumpul-ngumpul karna rumah Rian selalu sepi cuman ada pembantunya doang, bi asih.
Aslin dan Anggun baru memasuki lingkungan parkir setelah motor Terio sahabat meninggalkan lapangan .
" loe benaran gak mau gue antar, gak apa-apa kok gue atar loe ke tempat yang mau loe datangi dulu " tawar Anggun. Dia begitu cemas dengan keadaan Aslin yang terlihat sedang tidak baik-baik saja, Dia kawatir seandainya Aslin terjadi sesuatu di jalan nanti.
Aslin tersenyum mendengar tawaran dari Anggun Dia tau niat Anggun baik kepadanya. Tapi dia tetap tidak bisa mempercayai seseorang begitu saja.
Karna bagaimana pun kita tidak perna tau hati seseorang buka ?
" tidak usah aku bisa sendiri kok, tempatnya juga tidak terlalu jauh dari sini " tolak Aslin dengan halus.
" oh ya sudah " ucap Anggun. Ada sedikit rasa kecewa dalam dirinya. Dia tau Aslin belum sepenuhnya percaya kepadanya. Tapi sebisa mungin dia memaklumi mereka sudah baru beberapa minggu berkenalan jadi dia berusaha untuk memakluminya.
" kalau begitu gue duluan ya Lin " ucap Anggun sambil berjalan meninggalkan Aslin menuju gerbang sekolah dimana mobil jemputannya sudah berada di sana.
Aslin hanya tersenyum melihat punggung teman sebangkunya itu. Dia tau kalau temannya itu kecewa dengan jawaban yang diberikan olehnya tapi mau bagaimana lagi itulah keputusan yang dia ambil untuk sementara waktu ini.
Dia mulai berjalan menuju gerbang sekolah untuk menuju ke suatu tempat yang membuatnya bahagia dan tenang .
_________________________________________
Terimakasih karna telah membaca cerita author sampai selesai.
Semoga kalian suka
Author ingatkan lagi ya untuk tidak lupa like dan vote cerita author ini.
__ADS_1
Bila berlu berikan kritik dan saran kalian di kolom komentar .
Bersambung .....