
jangan lupa Like sebelum membacanya ya 👍
_____________________________
Bu intan mengangkat wajahnya dan melihat keseluruh anak didiknya dengan senyum bahagia.
"Ibu kenapa ?" Tanya Raka dengan bingung.
"Jadi Drama kita ...." bu Intan menghentikan ucapannya agar anak didiknya itu tambah penasaran
"Lah ibu bikin penasaran aja si " ujar Tama keras .
Bu Intan terkekeh mendengar ucapan Tama yang memang sengaja dia gantung ucapannya agar anak-anak didiknya itu penasaran .
"Ayo apa tebak-tebak ibu itu mau ucapan apa" pancing bu Intan.
"Mau ada sambako ya bu " celetus
"Gak gak " jawab bu intan sambil menggerakkan tangannya kekiri dan kekanan. "Ayo tebak lagi, tebak lagi " pancing bu Intan.
"Ahhh sekolah kita mau kedatanga bias dari korea ya bu" teriak gadis dengan semangat dari arah belakang.
Sedangkan semua laki-laki didalam ruangan itu memutar bola mata malas.
"Apa Gantengnya si cowok yang loe pada bilang opa-opa korea itu, palingan juga sudah tua namanya aja udah Opa-opa pasti masih gantengan gue kemana-mana " celetus Fauzan dengan kesal.
"Ehh loe berani ngehina oppa-oppa kita. Hello masih gantengan oppa-oppa kita kemana-mana dari loe yang hanya sebiji upil gue " ucap orang itu dengan gaya lebaynya " dan loe kalau sampai loe berani ngehina oppa-oppa gue lagi gue akan sunat loe sampai habis anu loe itu " ucapnya sambil menunjuk kearah Fauzan dengan galak.
Sedangkan Fauzan dan semua laki-laki dalam ruangan itu meringis dalam hati sambil memegang celana seolah-olah menyimpan anunya agar gak disunat untuk kedua kalinya.
"Galak amat, kasihan nanti Istri gue kalau anu gue gak ada berarti gue gak bisa kasih keturunan untuk istri gue, Amit-amit cabang bai. Mulai sekarang gue gak akan berurusan lagi dengan yang namanya opa-opa itu" batin Fauzan sambil mengangguk beberapa kali lalu begidik ngeri.
"Seram amat "gumam Raka dan Dimas serempak.
Aslin yang duduk disamping dimas terkekeh mendengar ucapan mereka.
"Ada-ada saja " batin Aslin sambil menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan.
"Jadi cewek tu jangan galak-galak ntar gak ada cowok yang mau sama loe "
"Biarin gue masih ada oppa-oppa gue yang mau sama gue, gue juga gak butuh cowok kaya loe semua yang.. yah begitulah " ucapnya sombong.
"Ck, loe ngehina kita." Tanya Raka "apa untuknya si tu opa-opa korea apa bedanya dengan opa-opa indonesia "tanya lagi Raka.
"Yah bedalah kalau oppa-oppa korea itu udah ganteng, pintar, tinggi, senyumnya juga manis, dan yang tak kalah mempesonanya itu bereka punya roti sobeknya" ucap Amel sambil senyum-senyum sendiri.
Raka yang duduk disamping Amel langsung melirik sinis kearahnya sedangkan yang dimaksud bersikap tidak peduli dengan tatapan Raka dia masih dengan hayalannya tetang Oppa-oppa nya itu .
"Betul tu, kalau opa-opa indonesia itu sudah berumur, keriput, jelek, ah gak ada menarik-menariknya " ucap gadis yang berada di barikan tengah dengan dramatisnya.
"Setujuh banget tu " ucap para gadis yang berada di rungan itu kecuali Aslin.
"Lo lo lo lo semua gak boleh ngehina oppa-oppa kita kalau kalian pada gak mau berurusan dengan kita-kita semua "ucap bu Intan tiba-tiba.
Sedangkan semua laki-laki dalam ruangan itu mengango tak menyangka bahwa guru pembimbing mereka juga salah satu dari fans fanatik opa-opa korea fikir mereka.
Sedangkan para gadis ketawa bahagia karna mereka mendapat dukungan dari guru pembimbing mereka yang mereka anggap seperti teman itu.
Ibu Intan memang gaul mengingat beliau juga masih mudah bahkan beliau juga belum menikah jadi wajah saja kalau beliau bertingkah seperti anak ABG.
"Mending suka sama gue aja " celetus Tama tiba-tiba.
"Kita suka sama loe, hello memang loe punya apa sampai kita disini harus suka sama loe "
"Gue memang gak punya apa-apa tapi gue punya cinta yang tulus untuk kalian semua " ucap tama bijak tidak lupa dengan seculas senyum diwajahnya sampil mengedipkan mata kepada gadis-gadis yang ada dirungan itu.
"HUEEE" mereka sama-sama bertingkah seperti orang muntah mendengar ucapan Tama yang memang selalu bertingkah sok konyol itu.
Setelahnya mereka sama-sama ketawa ntah karna apa merekapun tak tau.
Aslin tak menyangka kalau dia akan merasakan bahagia setelah mengikut eskul padahal dia perna berfikir kalau dia akan sendirian dan tak dianggap tapi nyatanya tak seperti yang selama ini dia bayangkan.
Aslin tersenyum, senyum kebahagian bukan lagi senyum yang dipaksakan seperti biasanya.
"Tuhan berikan aku kebahagian seperti ini aku cuman meminta 10 atau 15 menit saja "batinnya.
*****
__ADS_1
Amri sekarang berada di kantin bersama dengan kedua sahabatnya mereka duduk dibangku pojok sambil berbincang-bincang.
Amri melihat jam tangan di lengannya kemudian meneguk habis minuman yang dia pesan, dia berdiri dari duduknya membuat kedua sahabatnya itu bingung.
"Mau kemana loe " tanya Alif.
"Gue mau keruang drama dulu, mau ikut gk " tanya Amri.
"Gak usah loe aja yang pergi kita masih mau makan dulu " tolak Rian.
"Iya sudah kalau gitu gue pergi dulu "pamit Amri.
"Yoi " ucap keduanya kemudian melanjutkan makanannya.
Amri berjalan keluar dari dalam kantin menuju ketempat yang ingin dia kunjungi.
Amri berjalan dengan santai dengan baju basket yang masih melekat di tubuh nya, tas yang sengaja dikesampingkan dibahunya.
Pintu berwarna coklat telah dapat dilihat samar-samar dia dapat mendengar suara tawa yang berasal dibalik pintu Amri mengernyit bingung, Dia merasa bingung sebab ruangan itu tak seperti hari-hari sebelumnya .
Amri belanjutkan jalannya dan berdiri tepat didepan pintu suara tawa yang awalnya dia dengar samar-samar sekarang sangat jelas dia dengar.
Tok tok tok
Amri memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
"Masuk aja " teriak seorang daru luar.
Amri langsung membuka pintu dan tersenyum kepada orang yang berada di dalam.
"Assalamualaikum" ucap Amri.
"Waalaikumsalam "ucap mereka serempak.
"Waalaikumsalam calon imam" celetus cewek centil yang berada di dalam ruangan itu dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya.
"Huuuu" ucap mereka serempak .
Sedangkan yang dimaksud bertingkah tak pedulu dan tetap dengan tingkahnya.
"Amri duduk disamping aku aja masih kosong kok " celetusnya sambil menggeser tempat duduknya akan bisa muat untuk Amri.
"Kasihan delo ditolak"
"Sabar ya key loe si jadi orang agresif bangat "
"Jadi cewek tu yang berkelas dong key kaya gue "
"Apaan kaya loe nanti semua cowok makin menjauh dari gue "gumamnya dengan wajah kelas.
Aslin yang melihat Amri mendekat kepadanya jadi salah tingkah jujur dia tak bisa mengendalikan dirinya juga berada di samping Amri, Ntahlah diapun tak tau alasannya.
"Gue boleh duduk disini kan Lin" ucap Amri meminta izin.
"Iya duduk aja " ucap Aslin berusaha untuk mengendalikan rasa groginya.
"Lo baru selesai latihan ya "tanya Raka.
Amri mengangguk "Iya kak ini juga baru selesai jadi aku langsung kesini. Maaf ya kak aku baru bisa datang lagi kesini "ucap Amri yang merasa tak enak hati.
"Gak apa-apa santai aja kali kita semua juga ngerti pasti loe sibukkan buat persiapan lomba nanti " ucap Fauzan.
"Bagaimana dengan latihan loe " tanya dimas.
"Alhamdulillah lancar ko kak, bisa dibilang udah 95% untuk persiapannya.
"Alhamdulillah kalau gitu, sebaiknya kamu fokus aja sama latihan kamu yang terpenting jangan lupa jaga juga kesehatan kamu agar pas nanti lombanya kesehatan kamu gak kenapa-napa" ucap bu Intan
"Iya bu kalau itu pasti aku jaga" ucap Amri.
"Amri, Amri mau gak jadi pacarnya aku " celetus key yang belum menyerah .
"Ngarap loe " ucap gadis disampingnya.
"Biarin sebelum jalur kuning belum melengkung itu fain-fain aja kan "
"Iya iya terserah loe aja, nanti kalau loe pata hati jangan perna loe nangis-nangis ke gue ya "
__ADS_1
"Gak akan "
Aslin hanya mendengar perkataan mereka rupanya tidak hanya dirinya yang menaruh hati dengan sosok yang duduk disampingnya tapi ada banyak gadis-gadis diluar sana yang menunggu kepastian dari sosok itu.
"Oh iya bu, tadi tu ibu mau nyampaiin apa si "tanya Dimas .
"Ah kalian ini membuat ibu lupa saja, iya sudah sekarang ibu kasih tau ke kalian ya " ucap bu Intan.
Semuanya mulai hening dan menunggu perkataan dari bu Intan.
Bu intan henghela nafas kasar kemudian diam.
"Ayo mau nunggu apaan " goda bu Intan.
"Alah " ucap mereka serempak karna merasa di permainkan.
Sedangkan bu Intan malah ketawa terbahak-bahak.
"Hahaha, aduh sumpah perut ibu sakit banget lihat buka kepo kalian semua hahhh" ucap bu Intan terbatah-batah sambil memegang berutnya yang berasa sakit akihat ketawa.
"IBUU " teriak mereka yang merasa di permainkan kecuali Aslin dan Amri .
"Oke oke ibu minta maaf iya, oke sekarang ibu mau serius " ucap bu Intan.
"Gak ah nanti ibu bohong lagi "
"Benar tu padahal kita udah nunggu-tunggu eh malah di PHP in "
"Ibu tau gak si kalau di PHPin itu nyakitinnya langsung ngena ke jantung malah ya lebih parahnya juga sampai ketulang-tulang" ucap dramatis.
"Betul tu bu apalagi pas doi yang gak peka-peka beh makin pusing aku aku bu "
"Betul tu bu, apa lagi cowok yang selingkuh beh mau aku sudah 100 kali bu saking geregat nya aku tu "
Sedangkan laki-laki yang berada di situ meringis mendengarnya.
"Betul tu bu, bahkan ni ya bu kalau sampai pacar aku selingkuh aku mau mutilasi tubuh mereka terus aku buang ke rawa-rawa biar dimakan sama buaya" celetus berapi-api.
"Mereka ngomong apa si bikin gue takut aja" batin Amri.
"Mereka makin kesini-sini kok makin nyeremin ya, lebih galak dari pada emak-emak hamil" batin Raka.
"Lebih galak dari pada emak gue " batin Fauzan.
"Buahahahahaa" semua perempuan dalam ruangan itu ketawa terbahak-bahak mendengar perkataan mereka sendiri lain lagi dengan Aslin yang hanya tersenyum.
Sedangkan para laki-laki begidik ngeri mendengar tawa gadis-gadis dalam ruangan itu yang menurut mereka lebih seram dari pada spikopak.
"Aduh perut ibu sakit banget kalian ini ada-ada saja "ucap bu Intan.
"Oke-oke sekarang kita serius ya " ucap bu Intan setelah tawanya hilang.
Semuanya mulai diam dan serius.
"Jadi begini kepala sekolah telah mengambil keputusan tentang drama yang akan kalian tampilkan nanti" bu Intan menjeta ucapannya. " jadi kepala sekolah MENGIZIN DRAMA KITA TAMPIL DI ACARA NANTI " ucap bu Intan dengan senyuman diwajahnya.
"Alhamdulillah " ucap mereka serempak.
"Tapi " bu intan menjeta ucapannya membuat semua siswa langsung terdiam dan bengung.
"Tapi apa lagi bu " tanya Raka.
"Tapi Drama kalian akan tampil di hari penutupan nanti " ucap bu Intan.
"Gak apa-apa bu yang menting dramanya bisa tambil.
"Betul tu bu gak apa-apa, kita juga pasti membutuhkan waktu lebih banyak lagi untuk mempersiapkan dramanya mengingat kita juga tidak latihan lagi selama 2 hari ini " celetus menjelaskan.
"BERUL TU BU " ucap mereka serempak.
Kemudian mereka ketawa bersama.
_______________________________
Hy Hy jangan lupa Like vote Dan Ratenya ya .
bila ada saran dan kritik silahkan tulis dikolom komentar.
__ADS_1
sampai rumpa di part selamjutnyya.