
Happy reading ..
_______________________________
Aslin berjalan kaki untuk menuju tempat yang dia maksud, aslin berhenti didepan supermarket kemudian berjalan masuk kedalam dan memilih makanan ringan untuk dia bawa, dia menyusuri rak yang berjejer rapi dengan pandangan tetap fokus untuk memilih makanan yang sesuai dengan isi dompetnya. Telah terdapat beberapa makanan yang harganya yang tidak seberapa di dalam keranjang yang berada si tangannya.
Tanpa dia sadari dari arah yang berlawanan seseorang juga berjalan kearahnya dengan pandangan fokus untuk mengambil makanan yang berada di jejeran rak-rak hingga tanpa disengara keduanya bertabrakan .
Buk
Semua barang-barang yang keduanya bawa jatuh kelantai
"Sorry sory gue gak sengaja, sumpah tadi gue gak lihat jalan " ucap pria itu sambil memunguti makanan yang gadis itu bawa yang di ikuti oleh aslin yang juga memunguti makanan yang berserakan dilantai.
"Iya gak apa-apa, aku juga tadi gak lihat jalan kok " ucap aslin dengan tetap fokus memunguti makanan yang berserakan di lantai .
" sekali lagi sorry ya "
Setelah keduanya selesai memasukan makanan yang berserakan kedalam keranjang mereka langsung berdiri dan saling melihat.
Dan betapa terkejutnya Aslin setelah melihat orang yang bertabrakan dengannya.
" Amri, "
" Aslin, "
Ucap keduanya bersaman dengan ekspresi yang kaget. Tidak menyangka bahwa mereka bisa ketemu ditempat ini.
" gak nyangka ya kita bisa ketemu disni " ucap Amri dengan senyuman.
Sedangkan Aslin yang masih denganĀ ekspresi kagetnya buru-buru merubah ekspresinya seperti biasa, Sungguh hatinya sekarang sedang tidak menentu.
"Eh iya " ucap Aslin gerogi dengan senyuman tipis di wajahnya.
" bdw loe beli makanan sebanyak ini buat siapa Lin, tidak mungkin kan ini semua buat loe " tanya Amri sambil memperhatikan makanan ringan yang terdapat di dalam keranjang yang dipegang oleh Aslin.
Aslin langsung melirik keranjang yang berisi penuh makanan sebelum menjawab pertanyaan dari Amri.
" ah iya ini buat adik-adik aku " ucap Aslin .
Amri teringat tentang les yang akan mereka lakukan bersama. Dia langsung bertanya kepada Aslin
" ah iya mumpung gue ingat, loe hari apa ada waktu luang " tanya Amri.
" maksudnya " ucap Aslin yang masih belum paham dengan arah pembicaraan Amri.
" maksudnya itu loe hari apa kosong gak ke mana-mana atau kegiatan gitu soalnya gue mau cepat-cepat loe bisa ajarin gue kimia. Gue gak mau nilai gue anjelong lagi seperti waktu gue SMP dulu " jelas Amri.
" kalau aku si terserah kalian saja, nanti tinggal di sesuaikan saja dengan waktu kalian " ucap Aslin yang mulai paham dengan pembicaraan
Amri langsung menganggukan kepala mengerti dengan maksud Aslin.
"Iya sudah kalau gitu gue diskusiin dulu dengan Riam ma Alif kalau gitu " ucap Amri Yang di angguki oleh Aslin.
" ya sudah kalau gitu gue duluan ya " pamit Asli bersiap meninggalkan Amri.
" tunggu " ucap Amri sambil memegang tangan Aslin " biar gue yang bayar belanjaan loe sekalian dengan belanjaan gue juga " tawar Amri.
Aslin yang diperlakukan seperti itu sangat senang satu keinginannya sudah terkabul dapat bersentuan langsung dengan Amri seperti ini .
__ADS_1
" tidak usah, terimakasih. Aku tidak mau ngerepotin kamu " ucap aslin sambil berbalik membelakangi Amri agar Amri tidak melihat senyuman di wajahnya .
" tidak ngerepotin sama sekali kok. Ayo semua belanjaan kamu aku yang bayar " ucap Amri sambil menarik tangan Aslin menuju kasir untuk membayar makanan makanan mereka.
Aslin yang diseret oleh Amri hanya pasrah dengan senyum bahagia di wajahnya.
"Gue mimpi apa semalam udah di trakhir di gandeng pula " batinnya. sambil melihat tangannya yang di gandeng oleh Amri .
Sampainya di depan kasih Aslin hanya diam sedangkan tangan mereka tidak perna terlepas .
Amri menyerahkan semua barang beranjaan mereka kepada tukang kasir.
" semuanya 195.000 kak "
Amri melepas tautan tangannya dan mengambil tompet yang berada si kantung celana belangnya dan mengambil uang 100 rb 2 lembar dan di serahkan kepada tukang kasir.
" terimakasih telah mampir di supermarket kami "
Amri langsung menautkan tangannya dengan tangan Aslin dan tangan satunya mengambil 2 kantung pelastik yang berisi makanan mereka dan berjalan keluar jadi supermarket.
" Hmm,, Amri makasih ya udah mau bayar belanjaan aku, dan maaf udah ngerepotin kamu " ucap Aslin tak enak hati setelah berada di luar.
" gak apa-apa, santai aja kali " ucap Amri dengan senyuman di wajahnya.
" sekali makasih ya, kalau begitu aku harus pergi dan maaf makanannya " ucap Aslin sambil melirik kantung makanannya yang berada di tangan Amri .
" biar gue antar aja" tawar Amri.
" tidak usah, aku takut ngerepotin "
" tidak ngerepotin sama sekali, ayo " ucap Amri sambil menarik tangan Aslin menuju mobilnya berada.
" ayo masuk " pintah Amri setelah membuka pintu sebelah pengemudi buat Aslin.
" Terimakasih " ucap Aslin dengan senyum malu malu.
Amri tersenyum melihat tingkah Aslin yang malu-malu, senyuman yang sulit untuk di artikan.
Amri berjalan memutari mobil dan masuk kepintu pengemudi, Dia mulai menjalankan mobil dengan kecepatan yang setantar.
Didalam mobil suasana hening tidak ada yang mau memulai percakapan diantara keduanya hingga Amri menanyakan alamat yang dituju oleh Aslin.
Mobil yang ditumpangi oleh Amri dan Aslin telah berhenti didepan rumah dengan halaman yang luas terdapat papan besar yang bertulis PANTI ASUHAN HASIH BUNDA .
" terimakasih ya udah ngantar aku ke sini " ucap Aslin .
" iya sama-sama "
Aslin mengambil kantung berisi makanan yang di simpan di jok kursi penumpang kemudian membuka pintu mobil di sampingnya .
"Sekali lagi terimakasih ya Rul " ucap aslin menghadap Amri dengan senyuman di wajahnya.
Amri mengangkat alisnya bertanya tentang nama panggilan yang diberikan oleh Aslin
Aslin yang pengerti dengan tatapan bingung Amri langsung menjawab
"Aku pingin beda dari yang lain makannya aku panggil kamu Rul, SYAHRUL AMRI. " jelas Aslin dengan senyuman yang di sambut dengan senyuman juga oleh Amri.
Aslin langsung keluar dari dalam mobil Amri dan berjalan masuk kedalam rumah itu dengan senyuman yang terus terpatri diwajahnya.
__ADS_1
Amri yang melihat Aslin berjalan menjauh hingga menghilang dari balik pintu tersenyum. Senyum yang tidak bisa diartikan hanya dia yang tau Maksud dari senyuman dan tatapan itu.
****
Aslin memasuki rumah dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya. Sayup-sayup dia bisa mendengar suara para anak-anak panti yang sedang bermain diperkarangan belakang rumah .
" Assalamualaikum bu " ucap Aslin kepada wanita paruh baya yang sedang memasak didapur.
" Astaga " kagetnya. " kamu ini ya Lin ngagetin ibu aja " lanjutnya setelah tau siapa yang menyapanya tadi.
Dia adalah bu Asih pemilik panti asuhan yang didatangi oleh Aslin ini . Aslin bertemu dengan bu Asih sejak 4 tahun yang lalu disaat Aslin yang ditinggalkan oleh keluarganya di taman hingga Akhirnya Aslin bertemu dengan Bu asih yang telah merawatnya selama 1 minggu itu sebelum nenek dan kakeknya menjemput dan menyuruhnya tinggal bersamanya.
" Aslin kangen ibu " ucap aslin Manja sambil memeluk bu Asih dari belakang.
Ibu asih tersenyum mendengar suara Aslin yang telah dia anggap seperti anaknya sendiri itu . Ibu asih mengusap tangan aslin yang ada dipinggangnya itu.
" ibu juga kangen kamu nak, apa kamu sudah makan " tanya bu asih
" belum bu soalnya dari sekolah Aslin langsung kesini " ucap aslin sambil melepas tangannya dari pinggang pang ibu.
" iya sudah kamu duduk dulu, tunggu ibu selesai masak ya " ucap ibu Asih yang diangguki oleh Aslin.
" Oh iya bu, aku mau anter ini kepada anak-anak dulu ya bu " ucap Aslin sambil menunjukkan kantung yang dia bawa .
" iya sudah tapi jangan lama-lama ya soalnya kamu itu belum makan "
"Iya bu" ucap aslin sambil berjalan menuju anak-anak panti berada.
Sampainya ditaman belakang rumah panti Aslin langsung di sambung denga hangat oleh mereka .
"Kak Aslin " teriak anak panti sambil belari kepada Aslin dan langsung memeluknya.
" kak Aslin kok lama si gak perna kesini lagi "
" apa kak Aslin gak kangen ya ma kita " dan ada beberapa komentar lainnya lagi .
Aslin yang mendengar celetukan mereka hanya tersenyum sebelum menjawabnya.
" ya maafin kakak ya, soalnya akhir-akhir ini kakak sibuk dengan urusan sekolah kakak jadi belum sempat mampir kesini " ucapnya bersalah.
" gak pa-pa kok ka, yang menting kakak tidak lupa sama kita " yang diangguki oleh semua anak panti.
"Oh ya putra kecil kakak kemana ya " tanya Aslin kepada semua anak panti.
" dede efannya lagi tidur kak "
"Ah ya sudah kakak mau ke efan dulu ya dan ini makanan untuk kalian " ucap aslin sambil menyerahkan kantung yang dia bawa.
Aslin mulai meninggalkan taman menuju sebuah kamar yang di dalamnya terdapat sosok anak kecil yang baru berusia 1 setengah tahun yang sedang tertidur pulas dengan pipi yang caby dan kulit yang putih bersih.
Aslin berjalan mendekat kepada sang putra yang sedang tidur, dia duduk dipinggir kasur dan mengelus kepala sang putra.
" tidur yang nyeyang sayang bunda janji akan mengambilmu setelah itu kita akan hidup bahagia " bisiknya. Mengecup sayang kening sang putra .
_______________________________
Jangan lupa Like vote dan coment.
Follow juga akun author.
__ADS_1
masukin juga cerita ini ke dalam favorit kalian agar kalau author up kalian langsung baca ya .