Mengagumimu Dalam Diam

Mengagumimu Dalam Diam
Bab 3 ( Pertemuan yang tak diharapkan )


__ADS_3

***Hai semua selamat datang di eps.3 aku jangan lupa like sebelum membacanya.


Happy reading*** ...


___________________________________


Aslin berjalan menyusuri lorong kelas demi kelas yang akan membawanya ke kelasnya berada. Sudah 3 minggu berlalu aslin menjadi siswa di sekolah ini. Ada banya perubahan yang terjadi seperti hubungannya dengan Anggun yang makin hari makin begitu akrab Bahkan anggun seperti sahabat yang selalu ada di sisinya.


Amri ? Hubungan dengan lelaki itu masih seperti semula tidak selalu dekat jika berbicara pun tidak lebih dari hal-hal yang menyangkut pelajaran.


Tentang les yang di minta oleh amri kepada aslin belum di lakukan mengiat kegiatan yang di lakukan oleh amri dan rian sedang padat-padatnya apa lagi mereka juga mengikuti beberapa kegiatan di sekolah seperti basket, pramuka, dan beberapa lainnya lagi yang wajib di ikuti oleh setiap siswa minimal satu bidang yang mereka ikuti. Begitupun dengan Aslin dia telah mendaftarkan dirinya di bidang grup musik dan grup menulis sesuai dengan hobinya.


Aslin masih tetap mengagumi lelaki yang selalu ia lihat tiap hari, lelaki dengan begitu banyak pesona yang selalu membuat jantungnya tak menentu jika harus selalu berhadapan dengannya .


Sekarang aslin telah berada di depan kelasnya. Dari pintu kelas ia melihat anggun telah duduk dibangkunya dengan buku yang berada di tangannya, alis yang selalu menyatu beberapa kali dengan serius.


" ada apa " tanya Aslin yang telah berada di samping Anggun yang membuat Anggun kaget hingga menjaduhkan buku yang dia pegang keatas meja.


" ck, kamu ini ngagerin aja si " ucap Anggun dengan wajah yang kesel.


" kenapa " ucap aslin penasaran


" lo gak tau ya kalau jam pertama kali ini ulangan kimia " ucap Anggun malas


" Oh " ucap aslin santai. "Minggir donk aku mau masuk dulu " ucap Aslin


Anggun langsung bangun dengan tampang keselnya karna mendengar jawaban yang diberikan oleh Aslin. Dia tau kalau temannya itu pintar dalam pelajaran ini tidak belajarpun pasti bisa untuk menjawabnya mengingat dia selalu bisa menjawab pertannyaan yang di berikan oleh guru. Jadi wajar saja kalau dia bersikab setenang itu.


Aslin langsung masuk dan duduk di bangkunya. Meletakkan tas yang ia pake keatas meja. Pandangannya langsung tertuju keluar jendela yang terletak tepat di sampingnya.


Raut wajahnya langsung berubah sedih sambil menghadap luar jendela ntah apa yang ia lihat sampai membuatnya sesedih itu. Tanpa dia sadari air matanya telah menetes di pipinya dengan pandangan tetap terkunci kearah lapangan.


" are you oke " tanya Anggun hati-hati. Menyentu lengan Aslin yang berada di atas meja.


Aslin langsung tersentak dari lamunannya buru-buru ia menghapus air mata yang ada di pipinya sebelum Anggun melihatnya. Padahal sebelum ia menghapus air matanya Anggun sudah terlebih dahulu melihatnya.


Aslin langsung melihat kearah Anggun setelah memastikan bahwa air matanya hilang dipipinya dengan senyuman yang kentara dipaksakan.


" l'm oke "


Anggun hanya mengangguk walau sebenarnya Anggun tau jawaban yang diberikan oleh teman sebangkunya itu bohong dilihat dari sorot mata dan senyuman yang dipaksakan membuktikan fikirannya yang mengatakan bahwa aslin sedang tidak baik-baik saja. Tapi dia tak berani untuk bertanya lebih lanjut lagi untuk saat ini dia cukup berpura-pura mempercayainya saja.


Sedangka Aslin langsung melihat ke seluruh kelas, rupahnya sudah banyak teman-temannya yang datang dan duduk dibangku masing-masing ada juga yang sedang menulis contekan di tangan maupun di kertas kecil yang sengaja di sobek.


"Astaga, apa aku melamun selama itu " batinnya


Kringg,, kringg

__ADS_1


Suasana kelas makin tidak terkendali, bahkan ada beberapa siswa yang berlali sana sini hanya untuk menyalin contekan.


Diarah pintu ada Amri dan Rian yang tak kalah panik karna mereka lupa bahwa akan ada ulangan hingga mereka memutuskan untuk bermain basket di lapangan belakang sekolah dengan beberapa kakak kelas sebelum bel berbunyi.


" Assalamualaikum anak-anak " ucap ibu ida. Sambil berjalan memasuki kelas.


Seluru siswa yang awalnya belarikan kesana sini mulai duduk tenang dibangku masing-masing.


Berbeda lagi dengan amri dan rian yang duduk gelisa dibangkunya karna mereka sama sekali belum belajar mengingat dari kemaren mereka terlalu fokus latihan basket karna minggu depan akan ada lomba yang di adakan antar sekolah di sekolah mereka.


" aduh gimana ni am, kita belum belajar sama sekali ini " bisik Rian kepada amri yang berada di sampingnya yang tak kalah paniknya juga di antara Rian.


" nama gue tau, gue juga gk belajar **** " ucap Amri dengan kesel


" Baik Anak-Anak sesuai yang di janjikan oleh ibu kemarin bahwa hari ini akan kita adakan ulangan untuk mengetes kalian apakah kalian sudah paham dengan materi pertama kita ini.. "


" sekarang kumpul buku yang ada di atas bangku kalian di meja ibu dan letakkan tas kalian di depan .. "


Semua siswa di dalam kelas mulai maju satu persatu untuk mengumpulkan apa yang diperintah oleh guru .


" Jika kalian ketahuan menyontek hasil ulangan kalian akan ibu sobek dan kalian tidak akan mendapatkan nilai pertama kalian " ancamnya membuat semua siswa di kelas itu lemas seketika kecuali Aslin.


Guru mulai membagikan soal-soal yang telah di fotocopy sebelumnya kepada siswa dengan merata.


Mereka mulai menjawab dengan tegang karna guru selalu berputar di setiap bangku-bungku untuk mengawasi tiap gerik anak muridnya itu


" Nggun minggir dikit donk aku mau keluar " ucap Aslin kepada Anggun


" Ada apa Aslin " Tanya bu ida


" saya mau mengumpulkan jawaban saya bu " ucap aslin setelah berada di depan bi guru.


Yang membuat satu kelas tercengang padahal masih 20 menit mereka mengerjakan 10 soal yang tingkat kesulitannya itu lebih sulit dari pada yang telah di ajarkan pikir mereka


" oh baik lah " ucap bi ida sambil menerima jawaban Aslin dan memperhatikan jawaban aslin kemudian tersenyum kepada aslin yang sekarang telah berada di bangkunya kembali .


" Aslin kamu boleh istirahat ke luar "


" baik bu " ucapnya sambil berdiri dan keluar dari bangkunya dan berjalan menuju pintu kelas.


Setiap gerak griknya tadi tidak luput dari pandangan satu kelas yang masih tercengang.


Amri dan Rian yang mulai sadar dari tercengangnya mulai panik bahkan lembar jawabannya belum terisi oleh satu tulisan apapun. Fikiran mereka mulai tak konsen memikirkan jawaban yang akan mereka isi di lembar jawaban mengingat mereka Tidak belajar apapun sebelum masuk kedalam kelas tadi.


Berbeda dengan Anggun kertas jawabannya telah di isi oleh 7 jawaban yang telah di beritahu oleh Aslin secara diam-diam tadi. Itu artinya tinggal 3 soal lagi yang harus dia isi dengan otaknya sendiri yang membuatnya menggarus kepala yang tak atak karna bingun semua yang barusan dia baca tidak ada satupun yang dia ingat. Anggun mengambil kertas cakaran yang berada di atas bangku aslin dapat di pastikan bukan bahwa kerta cakaran itu milik siapa.


Rupannya di kertas itu terdapat jawaban dari nomor 5 sampai 10 itu artinya jawaban yang di cari olehnya ada disini ia mulai menyalin ke kertas jawaban yang ia miliki .

__ADS_1


" sut sut sut " ucap Anggun berbisik kepada Rian.


" apa si loe " ketus Rian kepada Anggun


" Gue mau kasih kamu jawaban kalau gak mau ya sudah " ucap Anggun kesel.


" ehh, bener loe gue mau lah mana " ucap Rian dengan menyudongkan tangan kebelakang dengan tatapan tetap kedepan .


" Ni, itu cakarannya Aslin itu jawaban cuman dari nmr 5 sampai 10 " ucap Anggun berbisik sambil mendondongan wajahnya kedepan


" lah trus jawaban nomor 1 sampai 4 nya mana " ucap Rian .


" nanti aku kasih jawab aja dulu yang itu " ucap Anggun


" oke, Thanks ya " ucap Rian .


Percakapan keduanya tidak luput dari pandangan Amri yang berada di samping Rian


"Ni langsung salin aja jawabannya si Aslin dari nmr 5 sampai 10 nanti jawaban 1 sampai 4 nya nanti dikasih sama si Anggun " ucap Rian berbisik kepada Amri yang hanya di angguki oleh Amri tanpa banyak kata .


****


Aslin mulai berjalan menyusuri lorong kelas yang sepi dengan buku kecil yang selalu ia bawa ditangannya.


tiba-tiba di perbelokan koridor tak sengaja ia menabrak seseorang Hingga membuatnya jatuh terduduk dilantai


" Maaf aku tak sengaja " ucapnya cepat tanpa melihat keorang yang dia tabrak karna dia terlalu fokus menepuk roknya yang kotor


" sekali lagi saya minta ma.. " ucapnya terpotong setelah melihat orang yang barusan dia tabrak


*Deg


_____________________________________


Hy semua bagaimana menurut kalian eps.3 ini


ayoo... ada yang penasaran gk siapa yang Aslin tabrak tadi sampai membuat dia diam setelah melihat siapa orangnya


author juga penasaran ?


terus ikuti kelanjutan ceritaku agar tau alurnya gimana selanjutnya* .


**JANGAN LUPA DUKUNG TERUS CERITA AUTHOR INI DENGAN RACA LIKE, VOTE DAN COMEN YA


JANGAN LUPA BERIKAN JUGA VOTING KALIAN AGAR CERITA INI DAPAT MASUK KE 10 BESAR CERITA NEW.


SAE YOU**....

__ADS_1



__ADS_2