Mengagumimu Dalam Diam

Mengagumimu Dalam Diam
Bab 10 ( kabar yang tak menyenangkan )


__ADS_3

***jangan lupa Follow akun Author.


like sebelum membaca👍


Happy Reading***...


____________________________________


Bus yang mereka tumpangi telah berhenti didepan halte dekat sekolah. mereka berdua langsung turun setelah sebelumnya membayar ongkos terlebih dahulu.


Amri keluar terlebih dahulu yang diikuti oleh Aslin dibelakangnya.


Mereka berjalan beriringan sampil berbincang-bincang.


"Oh iya Lin mumpung gue ingat, gue kemarin udah diskusi sama Rian ma Alif juga, katanya mereka maunya setelah acara lomba takut gak konsen soalnya pertubrukan dengan lomba Basket, kalau menurut loe gimana?" Tanya Amri.


Aslin tersenyum kepada Amri sebelum menjawab "Kalau aku si terserah kalian aja mana baiknya "jawab Aslin.


Amri hanya menganggukan kepala mendengar jawaban dari Aslin.


Sampainya dipintu gerbang rupanya sudah banyak siswa yang berlalu memasuki sekolah, dan juga sudah ada beberapa osis yang menjaga didepan gerbang.


Aslin mulai memperlambat jalan setelah tak sengaja matanya langsung bertatapan dengan mata tajam dan dingin yang berada tak jauh dari tempatnya berada.


Sungguh Aslin takut untuk mengangkat wajahnya dia tak mau bertatapan dengan mata tajam itu, suatu yang dia hindari selama ini yaitu bertemu dengan pemilik mata tajam itu, dirumah sekalipun dia akan berusaha untuk tidak bertatapan secara langsung dia takut hal seberti semalam terulang kembali. Dia tidak mau mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut itu yang dapat menyakiti hatinya. Dia ingin kakaknya itu berkata baik dan lembut kepadanya tapi itu tidak mungin terjadi karna dia tau kakaknya itu sangat tidak menyukainya sejak dulu bahkan orangtuanya sekalipun.


Amri yang melihat Aslin yang tidak seperti tadi dan malah menunduk merasa aneh, tapi dia tetap memilih diam dan terus berjalan tanpa bertanya lagi.


Ada banyak pasang mata yang menatap mereka berdua terutama siswi-siswi yang masih berada disekitaran parkir dengan tatapan yang berbeda ada juga yang terlihat sinis, benci, dan iri kepada Aslin karna telah berani dekat-dekat dengan salah satu laki-laki incaran mereka.


Tapi mereka berdua tetap diam tanpa mempedulikan tatapan mereka walau sebenarny Aslin risih, dia tau setelah ini mungkin ketenangnya sekolah di sini tidak akan tenang lagi.


"Loe tidak apa-apa "tanpa Amri setelah mereka berada di lorong yang sepi.


"Eh tidak apa-apa kok " ucap Aslin sambil tersenyum kepada Amri.


"Beneran"tanya Amri memastikan.


Aslin hanya tersenyum untuk memastikan Amri kalau dia tidak apa-apa.


Amri langsung diam tidak bertanya lagi dan langsung fokus berjalan menuju kelas walau pada kenyataannya ada banyak bertanyaan yang sedang berkecmuk didalam fikirannya tentang Aslin yang begitu misterius.


Setelah sampai dipintu kelas mereka langsung masuk hanya ada beberapa siswa yang duduk dibangku belakang yang sedang bergosip ria. Mereka langsung duduk dibangku masing-masing rupanya Anggun telah datang karna dikursinya telah terdapat tasnya mingkin Anggun bergi kekantin pikirnya.


Tak berapa lama berselang Rian masuk dengan gaya coolnya, tas yang digantungkan disalah satu bahunya dan senyum mempesona kepada para siswi.


Aslin hanya melirik sekilas lalu membuang muka kembali keluar kelas. Sedangkan Amri hanya memutar mata malas melihat tingkah sahabatnya yang so menurutnya.

__ADS_1


"Hai bro " ucap Rian kepada Amri.


"Hamm" gumam Amri malas.


"Loe kok tumben gak nunggu gue ma Alif diparkiran dan gue juga gak lihat tu ada motor loe diparkiran tempat biasa kita parkir" tanya Rian.


"Iya, soalnya gue hari ini gak bawa motor, motor gue mogok tadi ditengah jalan untuk gak terlalu jauh dari rumah jadi gue bisa naik bus " jelas Amri.


"Oh iya, loe belum tau ya kalau hari ini kita harus latihan " tanya Rian kembali .


"Gak tau, emang kapan dikasih taunya" tanya Amri sambil melihat Rian dengan lipatan dikeningnya.


"Itu loe semalam di chat grup " jawab Rian. " loe gak lupakan buat bawah baju buat latihan " selidik Rian karna dia tau temannya ini paling jarang memegang hp kecuali untuk main.


"Gue gak lihat, kalau buat baju ganti gue selalu sedian di loker" ucapnya .


"Loe tau gak" tanya Rian.


"Gak " ucap Amri cepat.


"Ck gue belum selesai ngomong " kesal Rian karna ucapannya sudah dipotong oleh Amri.


"Iya sudah lanjutin " ucap Amri sambil tertawa kecil dan melanjutkan kembali memainkan hp ditanganya jangan ditanya lagi buat apa, pastinya buat main.


"Loe tau gak kalau acara tahun ini akan diadakan di sekolah kita dan katanya juga akan diadakan semeria-merianya" ucap Rian dengan semangat.


"Bagus deh kalau gitu biar gue gak ribet pergi kesekolah orang " ucapnya.


Tanpa mereka berdua sadari Aslin yang duduk dibelakang mereka melihat semua yang mereka lakukan dan juga mendengarkan apa yang mereka ucapkan.


Ada rasa nyaman dihatinya melihat Amri tertawa walau singkat. Tapi gak apa itu sudah lebih cukup untuk membuat hatinya tenang fikir nya.


Tak lama berselang hp yang berada di laci meja bergetar.


Aslin buru-buru mengambilnya dan membuka, rupanya ada sms masuk dari kak Amel (kalau gak tau silahkan kembali ke prolog )


Kak Amel


Lin nanti pas istirahan loe bisa gak


Keruang musik


Aslin mengernyitkan dahi bingung tapi dia memilih untuk bertanya karna kepenasaranan yang tinggi karna tumben anak musik disuruh berkumpul.


Emang ada apa ya kak ?


Begini dek karna sekolah kita dipilih untuk kegiatan lomba jadi kita mau buat

__ADS_1


Penampilan diacara itu .


Oh, oke kak nanti aku keruang musik.


Oke kakak tunggu.


Aslin memilih untuk tidak menjawab dan menyimpan kembali hp nya kedalam laci meja.


Alif masuk kedalam kelas dan menuju kebangku Amri dan Rian dengan pakaian basket ditubuhnya.


"Heh loe berdua kenapa gak ganti baju" tanya Alif kesal karna dia disuruh oleh kak fauzan untuk memanggil kedua tsahabatnya itu karna belum muncul juga.


"Lah memang latihannya pagi ini, bukannya kemalam bilangnya agak siangan gitu" tanya Rian bingung.


"Loe gak lihat GC ya, kak Fauzan bilang waktunya itu dimajuin soaalnya dia kalau siang mau ada urusan lain" jelas Alif.


"Mana gue tau gue gak lihat GC, boro-boro GC hp aja gue belum buka" gumamnya.


"Ayo cepatan nanti kak Fauzan marah" ajak Alif.


"Iya iya "ucap Rian.


Alif keluar kelas terlebih dahulu diikuti oleh Rian dan Amri dibelakangnya.


Tak berselang lama mereka keluar Anggun masuk bersama Dita dan Rika teman satu bangku Dita.


Anggun langsung berjalan kearah bangkunya begitupun dengan Dita dan Rika mereka langsung duduk dibangku mereka yang berdampingan dengan bangku Aslin dan Anggun.


"Loe tau gak, kalau loe sekarang jadi bahan omongan siswi-siswi disekolah ini, bahkan di GC pun loe sekarang jadi bahas guncingan, gimana ini Lin " ucap Anggun panik setelah duduk dibangkunya.


Aslin memang tidak masuk kedalam GC sekolah makannya dia tidak tau kalau sekarang dia telah menjadi bahan omongan semua siswi disekolah.


Aslin telah menduga ini akan terjadi padanya, dia hanya menghela nafas halus, lalu tersenyum kepada Anggun yang berada disampingnya untuk menenangkan Anggun yang terlihat kawatir kepadanya.


"Gak apa-apa Nggun" ucapnya setenang mungkin walau kenyataannya dia juga takut.


"Gak bisa Lin, bagaimana kalau mereka berani berbuat kekerasaan pada loe " ucap Anggun kawatir.


"Tenanglah.mereka tidak mungkin berani, kamu tau kan sekolah ini tegas dan tidak mungkin mereka berani melakukan itu padaku" ucap Aslin agar temannya itu bisa tenang.


Anggun mulai tenang da  tidak sepanik tadi setelah mendengar kata-kata Aslin tadi.


"Hus,,, loe tenang aja Lin gue selalu ada disamping loe " ucap Anggun sambil memegang tangan Aslin tak lupa senyuman yang berada diwajahnya.


"Terimakasih" ucap Aslin tulus.


Tidak ada yang tau apa yang dirasakan oleh Aslin sekarang, jujur sebenarnya dia takut menghadapi cacian dan makian yang terlontar kepadanya walau sebernya dia sudah biasa dengan itu tapi ntah kenapa dia masih aja takut menghadapi orang-orang yang tidak menyukainya bahkan membencinya .

__ADS_1


_____________________________________


__ADS_2