
"Anak-anak belum turun yan bun " ucap Reyhan sambil berjalam memasuki dapur menuju meja makan.
"Belum yah, memang kenapa " tanya Anna yang masih sibuk menata makan diatas meja makan.
"Gak apa-apa bun " ucap Reyhan dengan cepat sebenarnya Reyhan masih malu dengan insidet tadi malam.
"Iya sudah kalau gitu ayah pergi dulu " pamit Reyhan .
"Loe kok ayah perginya pagi-pagi banget gak sarapan dulu yah" ucap Anna bingung.
"Maaf sayang aku ada rapat pagi ini dengan petinggi perusahaan " ucap Reyhan bohong.
"Ayah tunggu sebentar ya bunda mau nyiapin bekal dulu buat ayah, ingat ayah tidak boleh jajan sembarangan" ucap Anna lalu berjalan meninggalkan sang suami menuju dapur untuk menyiapkan makanan yang akan dibawa oleh sang suami.
Reyhan menghela nafas kasar niatnya ingin menghindari kedua anaknya malah harus ditahan oleh sang istri tercinta apa boleh buat ketika sang ratu berbicara siapa yang berani membantah.
"*Kakak nyebelin ihh "
"Biarin siapa suruh makin hari makin pingin kakak makan tu pipi bapounya."
"Jangan dimakan nanti adek gak punya pipi lagi "
"Makannya diet dek biar kurus gak kaya giniisinya lemak semua "
"Gak mau kak, diet itu susah kita harus tahan lapar sedangkan adek itu kasihan sama makanan adek yang adek beli kemaren nanti mereka nangis karna gak dimakan"
"Tenang ada kakak yang makan "
"Gak boleh itu punya adek kalau kakak mau beli sendiri sana "
"Pelit amat si dek "
"Biarin pelit itu pangkal kaya tau "
"Mana ada pelit pangkal kaya "
"Ada kok tuh tadi adek sebut."
"Salah adek yang ada itu pelit masuk neraka "
"Mana ada* "
Reyhan yang samar-samar mendengar perkataan kedua anaknya menghela nafas kasar. Ntah apa yang terjadi setelah kedua anaknya melihatnya semoga mereka sudah lupa dengan masalah semalam pikirnya.
"Hallo ayah selamat pagi " ucap Tiara beejalan mendekat kearah yang ayah yang duduk disofa.
"Pagi juga sayang" ucap Reyhan seperti biasa.
"Pagi ayah doraemon " Goda Amri.
Reyhan menghela nafas dia fikir anaknya itu sudah lupa dengan kejadian semalam tapi semuanya tak sesuai dengan harapannya, lihat sekarang putranya sekaligus musuhnya itu sedang mengejeknya, sangat menyebalkan.
"Doraemon " gumam Tiara dengan bingung.
"Mana doraemonnya kak" tanya Tiara .
Amri terkekeh bendengar pertanyaan sang adik dia masih ingin menggoda yang ayah bahkan dia baru tau kalau sang ayah sangat suka dengan robot kusing berwarna biru itu.
"Kamu beneran mau tau " tanya Amri sambil melirik kearah sang ayah.
Tiara mengangguk " iya kak"
"Coba kamu tanya sama ayah pasti ayah tau "ucap Amri dengan senyum seringai di wajahnya.
__ADS_1
Mati aku.
Tiara langsung berjalan mendekat kearah sang ayah dan duduk disampingnya sedangkan Amri langsung berjalan meninggalkan mereka menuju ruang makan sambil terkekeh.
"Ayah, ayah Doraemonnya mana " tanya Tiara dengan penasaran.
Tiara salah satu dari ribuan orang di dunia ini yang sangat menyukai yang namanya Doraemon, bahkan dikamarnya terdapat banyak sekali boneka doraemon termasuk tas, baju, dan sepatu yang dia simpan didalam remari khusus.
"Ayah ini bekalnya " ucap anna sambil berjalan kearah sang suami dan sang putri.
Reyhan menghela nafas lega bersukur atas kedatangan sang istri yang telah menyelamatkan dari pertanyaan sang putri yang bisa membuatnya malu jika dia menjawab kalau boksernya lah sang bergambar Doraemon.
"Jangan lupa dimakan makananya, jangan sampai telat juga nanti ayah bisa sakit "nasehat sang istri.
Reyhan tersenyum kepada sang istri sunggu dia bahagia mendapatkan istri seperti anna yang selalu menomor satukan keluarga dari pada yang lain termasuk penampilannya sendiri. Semoga keluarganya selalu bahagia dan tak mendapat masalah apapun.
"Iya udah aku pergi dulu ya sayang " izin Reyhan lalu mencium kening sang istri.
"Ayah" rengek Tiara yang merasa di abaikan oleh sang ayah.
Reyhan terkekeh sambil melihat kearah sang ayah.
"Maaf ya sayang ayah buru-buru " ucap Reyhan dengan rasa bersalah.
"Ayah nyebelin ih" ucap Tiara dengan kelas.
"Maaf iya sayang ayah pergi dulu " ucapnya lalu mencium kening sang putri.
Reyhan berjalan keluar dari dalam rumah dengan senyum puas diwajahnya.
***
Didalam rumah besar dikeluarga Tio suasana tegang yang tercipta atas kedatangan seseorang yang sangat mereka segani. Mereka adalah kakek abizar dan nenek mega mereka adalah orang tua dari Tio orang yang cukup disegani walau sudah tua.
"Kalian apa kabar " tanya Abizar yang sedari tadi hanya diam .
"Baik ayah " ucap Ratna kepada sang mertua.
Abizar mengangguk mengerti.
"Sebaiknya kalian mandilah terlebih dahulu " perintah Mega kepada anak dan menantunya itu.
"
Baik bu " ucap keduanya serempak
Tio dan Ratna langsung berdiri dan berjalan menuju kamar mereka berada.
"Sebaiknya kita juga istirahat sayang " ucap abizar kepada Istrinya .
"Iya mas " jawab mega.
Kedua langsung berdiri dan berjalan menuju kamar tamu yang sering mereka gunakan ketika mereka berkunjung kerumah anak satu-satunya itu dengan abizar yang memeluk pinggang sang istri dengan mesrah.
Abizar dan mega memang terkenal dengan keharmonisan dan juga sikap ramah sehungga banyak orang-orang yang merasa segan dengannya, abizar juga terkenal baik hati yang suka menolong mereka orang-orang yang sedang merasakan kesusahan.
"Mas bagaimana bisa ayah sama ibu bisa datang tanpa memberitahu kita terlebih dahulu " tanya Ratna yang memang tidak terlalu suka dengan ayah dan ibu dari sang suami.
Tio hanya diam tak menanggapi ucapan sang istri lalu berjalan memasuki kamar mandi tanpa mempedulikan panggilan dari Ratna
"Sial " gumam Ratna kesal.
Fauzan berjalan menuruni tangga satu persatu sambil bersenandung ntahlah hari ini dia merasa bahagia,
__ADS_1
"Ni rumah sepi amat, mama sama papa kemana kok tumben jam segini belum pada keluar kamar " gumam Fauzan
"Biarin aja siapa tau mereka buat anak lagi " gumamnya sambil terkekeh sendiri mendengar ucapannya sendiri.
Fauzan langsung berjalan menuju dapur yang dia lihat hanya bibi ayu yang sedang memasak didapur.
"Bibi masak apa " tanya Fauzan
"Eh si eden ini bikin kaget aja, bibi teh lagi masak nasi goreng " ucap bi ayu.
"Kok banyak banget bi "
"Oh itu tuan besar dan nyonya besar ada disini den makannya bibi masaknya banyak "
"Kok Fauzan gak tau si bi kalau nenek sama kakek ada disini "
"Iya den soalnya nyonya sama duan datangnya itu subuh tadi "
"Oh " ucap Fauzan langsung duduk dikursi meja makan.
Tak lama berselang nenek Mega dan kakek Abizar barjalan memasuki dapur menuju meja makan.
"Selamat pagi Ne selamat pagi ke" ucap Fauzan dengan senyum diwajahnya .
"Pagi juga cucuku " ucap keduanga serempak.
Nenek Mega dan kakek Abizar langsung duduk di kursi meja makan.
"Bagaimana sekolah mu Fauzan "
"Baik kek, bagaimana juga dengan keadaan kakek dan nenek"
"Seperti yang kamu lihat kakek sama nenek baik-baik saja "
"Sukurlah kalau begitu"
Ketiga terdiam hingga muncul bi ayu dengan makanan yang berada ditangannya .
"Terimakasih bi " ucap Fauzan .
"Sama-sama den " ucap bi ayu langsyng berlalu dari hadapan mereka.
Tak lama berselang Tio dan Ratna muncul dari pintu dapur dan langsung duduk dihadapan ditempat duduk masing-masing.
"Maaf yah, bu kami terlambat " ucap ratna dengan senyum diwajahnya.
"Tak apa-apa " ucap Abizar.
"Sebaiknya kita langsung makan saja "ucap Tio.
"Apa tidak sebaiknya kita tunggu Aslin dulu " ucap nenek Mega.
Deg
Tio dan Ratna langsung tegang mendengar nama Aslin disebut.
_________________________
Maaf ya para readers semua author baru update, maklum sekarang author lagi panen padi jadi seharian full author itu disawah.
Ini aja author usahain update walau satu episode buat kalian para pembaca MENGAGUMIMU DALAM DIAM.
Author udah usaha ni update buat kalian, kaliannya jangan pelit-pekit jempol dong readers buat like dan vote cerita aku. Aku juga minta kritik dan sarannya donk dari kalian langsung komen aja ya tapi NO PROMOSI ya .
__ADS_1