Mengagumimu Dalam Diam

Mengagumimu Dalam Diam
Bab 16 ( Usaha yang tak sia-sia )


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Fauzan telah berada di parkiran sekolah padahal sekolah masih terlihat sepi hanya ada beberapa orang yang telah berada di tingkungan sekolah.


Fauzan buru-buru keluar dari mobilnya dan berjalan menyusuri lorong dengan tergesa-gesa.


"Semoga aku tidak terlambat "gumamnya dengan sesekali melihat jam tangan yang berada di lengan kirinya.


Buk


Tepat didepan pintu kelas tak sengaja dia menabrak seseorang.


"Itsss " suara ringisan terdengar.


"Ehh sorry sorry gue gak lihat jalan " ucapnya sambil membantu gadis itu bangun dari duduknya.


"Ah gak apa-apa kok " ucap gadis itu sambil menepuk roknya.


"Beneran gak apa-apa " tanya Fauzan memastikan tanpa melihat wajah gadis itu karna posisi gadis itu yang menunduk.


Gadis itu mengangkat wajahnya setelah selesai membersihkan roknya akibat jatuh tadi.


"Fauzan," ucap Amel.


"Amel," ucap Fauzan .


Yup, orang yang ditabrak oleh Fauzan adalah Amel. Amel yang mau keluar dari dalam kelas dengan buru-buru tak sengaja ditabrak oleh Fauzan. Mereka memang satu kelas sejak kelas satu jadi tak heran bukan kalau Fauzan semakin jatuh cinta dengan Amel.


"Eh kok loe tumben datang sepagi ini " tanya Amel penasaran karna selama dia satu kelas dengan Fauzan baru kali ini dia melihat Fauzan datang sepagi ini bahkan siswa yang sudah berada dilingkungan sekolah pun dapat dihitung dengan jari.


"Eh iya,, soalnya gue masih ada urusan diruang osis " ucap Fauzan berbohong padahal kenyatannya dia datang sepagi ini hanya untuk mengetahui siapa orang yang menyimpan bekal di kolong mejanya setiap hari.


Amel melihat jam tangan dipergelangan tangan kirinya.


"Eh gue duluan ya Zan gue buru-buru mau ke ruang Drama dulu " ucap Amel langsung perni meninggalkan Fauzan yang belum sempat mengucapkan satu katapun.


"Huhh,,, ngapain si dia keruang Drama mulu " batin Fauzan bertanya-tanya. Jujur banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenaknya tentang hubungan antara Amel dan Raka.


Fauzan berjalan dengan lesuh memasuki ruang kelas dan berjalan menuju bangkunya.


Fauzan meraba-raba kolong meja dengan wajah yang ditempelkan diatas meja dengan lesuh untuk memastikan apakah ada bekal lagi atau tidak, tak sengaja tangannya menyegol bekal makan dan langsung mengeluarkan dan menaronya diatas meja.


"Ck, sebenarnya siapa si loe, sok mistorius banget jadi orang awas aja kalau gue tau siapa loe !! "Ucap Fauzan kesal sambil melihat bekal makanan yang berada dihadapannya.


"Emang mau gue apain?" Tanyanya pada dirinya sendiri sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Apa gue coba aja ya, siapa tau enak kalau gak enak gue buang aja " gumamnya pada dirinya sendiri.


Fauzan langsung menarik bekal itu kehadapannya dan membuka tutupnya, nasi goreng yang telah dihias seperti orang tersenyum langsung dia lihat dan bau harum makanan itu menyeruak kedalam indra penciumannya


"Sepertinya enak " gumamnya.

__ADS_1


Dia langsung memasukkan makanan itu kedalam mulutnya, mengunyahnya cukup lama .


"Sepertinya gue perna mencoba makanan yang rasanya sama kaya gini tapi dimana ya ? " gumamnya. "Ah bodo amat yang penting perut gue kenyang lumayan kan tadi pagi gue gak makan gara-gara sosok yang sok misterius ini" sambungnya dan melanjutkan makannya dengan semangat.


Benar kata Baim makanan yang setiap hari dia dapat sangat enak tidak kalah dengan makanan yang ada direstoran bintang lima pikirnya.


Tanpa disadari oleh Fauzan dibalik pintu terdapat seorang gadis yang melihat semua yang dilakukan oleh Fauzan sambil terkekeh kecil agar tak terdengaran oleh Fauzan.


"Aku akan selalu menyiapkan makanan untuk kakak agar kakak tidak sakit, aku tau kesibukan kakak selama ini sampai lupa makan jadi aku yang akan mengingatkan kakak untuk makan " batin gadis itu, Dia berbalik meninggalkan kelas Fauzan .


*****


Siswa-siswi SMA 1 PELITA mulai berbondong-bondong masuk kedalam lingkungan sekolah, lain lagi dengan Aslin yang sekarang telah berada di belakang sekolah tepatnya ditaman yang masih terlihat sepi karna sangat jarang siswa ataupun siswi datang ke taman ini karna banyak yang mengatakan kalau taman ini angker padahal yang Aslin lihat taman ini indah, sejuk, dan tenang.


Dia memejamkan mata sambil merasakan suasana yang tenang, Aslin sangat jarang merasakan suasana seperti ini baik dirumah maupun ditempat lain.


Tiba-tiba dia berasa rindu dengan putra tercintanya itu.


"Apa kabar putraku sekarang, sudah lama aku tidak berkunjung kepanti lagi. setelah pulang nanti aku harus berkunjung ke panti" batinnya.


Aslin membuka mata nya dan melihat jam tangan yang berada di lengan kirinya.


"Sudah lama juga aku disini sebaiknya aku langsung keruang Drama saja " gumamnya.


Dia berdiri dan mulai berjalan meninggalkan taman menuju kearah ruang Drama.


Amri memperhatikaan Aslin yang memejamkan matanya dia baru sadar kalau sebenarnya Aslin sangat cantik.


"Kenapa gue baru sadar kalau sebenarnya loe itu Cantik, selain cantik loe juga memiliki hati yang baik " batin Amrin dengan tetap melihat kearah Aslin dengan seulas senyum diwajahnya.


Beberapa menit kemudian Amri melihat Aslin yang mulai membuka mata buru-buru dia bersembunyi dibalik tembok tempatnya berada sekarang sampai Aslin berjalan keluar dari taman .


*****


Diruang Latihan mereka semua telah berkumpul termasuk bu Intan selaku guru pembina mereka. Suasana tegang dan cemas yang sekarang mereka rasakan bagaimana tidak karna hari ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk meyakinkan kepsek tentang Drama yang akan mereka tampulkan sedangkan acaranya tinggal 2 hari lagi .


"Kok gue tegang ya " bisik Fauzi kepada Raka yang berada di sampingnya .


Raka mengangguk dia juga sama tegangnya apa lagi mereka berdua menjadi penentu.


"Gue juga, loe tau gak kalau ini kali pertamanya gue sampai setegang ini sampai-sampai tangan gue berkringat gini " bisik Raka sambil menunjuk tangannya.


Puk


Amel memukul Raka yang berada disampingnya karna Raka tidak sopan menurutnya berbisik padahal banyak orang disekelilingnya.


"Itsss" ringis Raka sambil mengelus lengannya yang mendapat pukulan.


"Kenapa si Mel " tanya Raka sambil melihat kearah amel yang duduk disampingnya.

__ADS_1


"Gak sopan bisik-bisik didepan banyak orang " ketus Amel denga suara yang berbisik.


"Iya maaf soalnya aku gugup makannya  aku bisik-bisik ma Fauzi " jelas Raka kepada Amel.


Raka mengambil tangan Amel yang berada disambilnya untuk dia genggam.


Sedangkan Amel hanya diam saat Raka menggenggam tangannya.


"Maaf ya, jangan marah-marah lagi "bisik Raka tepat di dekat telinga Amel.


"Hmmm, jangan ulangi awas " ujar Amel  sambil melihat kearah Raka.


"Iya " ucap Raka .


Semua yang dilakukan oleh Raka dan Amel tidak luput dari tatapan Aslin, sebenarnya Aslin sangat menasaran dengan hubungan keduanya karna yang Aslin tau mereka sering kali terlihat berduaan baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah Seperti beberapa hari yang lalu saat Aslin pergi pergi ke supermarket dekat dengan rumahnya dia tak sengaja melihat Raka dan Amel melihat didepannya sambil berboncengan dengan tanga  Amel yang melingkar diperut Raka.


"Sebernya apa hubunga  mereka, apa mereka pacaran huhh bikin penasaran aja " batin Amel.


Tidak ada satupun yang tau hubungan antara keduanya, yang mereka tau keduanya hanya berhubungan sebatas sekretaris dan ketua .


Ting


Suara pesan masuk kedalam salah satu ponsel diantara mereka membuat semuanya melihat kearah bu Intan yang sedang mengambil ponsel didalam tasnya.


Bu Intan membuka ponselnya untuk melihat pesan dari siapa yang masuk kedalam ponselnya takutnya penting.


Tiba-tiba bu Intan tersenyum sambil melihat Ponselnya yang membuat semua mata yang berada didalam ruangan itu menatap Aneh kearah bu Intan .


Bu intan mengangkat wajahnya dan melihat keseluruh anak didiknya dengan senyum bahagia.


"Ibu kenapa ?" Tanya Raka dengan bingung.


"Jadi Drama kita ...."


____________________________


Hai-Hai semuanya bagaimaan ni menurut kalian Episode ini menarik gak ?


Tapi sebelum komen jangan lupa Like,vote dan rate yah .


Bila berkenan masukkan juga ceritaku ini kedalam favorit kalian agar kalau Author up kalian tinggal langsung baca aja .


Ada yang penasaran gak si dengan orang  yang ngintipin Fauzan yang jelas yang ngintipin fauzan itu orang yang selalu ngasi dia makanan ya.


Nah ada yang kepo gak sebenarnya itu Bu Intan mau ngomong apa ??


Bila kalian penasaran jangan lupa ikutin terua cerita nya ya


Sampai ketemu lagi di Episode selanjutnya 👐

__ADS_1


__ADS_2