
Happy reading...
.
.
.
.
Di malam yang indah ini dengan dihiasi ribuan bintang yang bertaburan di langit, Diatas balkon kamar dilantai dua yang di dominasi oleh warna abu-abu ciri khas dari seorang laki-laki dia adalah Amri sambil melihat ribuan bintang yang indah dilangit.
Amri adalah salah satu dari ribuan orang yang menyukai Bintang bahkan dikamarnya pun terdapat hiasan bintang yang menghiasi langit-langit kamarnya.
Menurut Amri bintang itu sangat indah dia mampu menerangi gelapnya malam bahkan mereka selalu bersama walau terdapat jarak di antara mereka.
Amri mengambil susu dari meja di dekatnya berada dan menegungnya sampai habis dan meletakkan kembali gelas yang sudah kosong ketempat semula. Amri duduk dikursi yang berada dibalkon kamarnya dan mengambil Hp nya yang dia letakkan diatas meja lalu membukanya, dia langsung membuka chat grup antara dirinya dan kedua sahabatnya.
Cogan penggila cewek-cewek Cantik
Itulah nama grup mereka yang membuat Amri menggeleng-gelengkan kepala sungguh sifat kedua sahabatnya itu sangat berbeda jika mereka berada di lingkungan sekolah dengan mereka yang hanya sedang bertiga.
Afil
Woy. 19.07
Ini grup apa kuburan sepi amat .😲 19.10
Woy kampret jawab. 😡19.13
Loe berdua tau ga si kalau gue tu sedang gabut sekarang. 19.16
Gue mau curhat ni mah loe berdua . 19.18
Wah pingin gue pites pala loe berdua. 19.20
Rian
Apa si loe ganggu aja loe gak tau ya kalau gue lagi chat sama gebetan. 👹 19.24
Alif
Ohh sekarang loe lebih mentingin gebetaran dari pada sahabat loe yang sekarang sedang ada masalah gitu. 😐 19.25
Bdw emot loe seram amat 🙈. 19.26
Rian
Bct 👿. 19.27
Alif
Amri loe dimana gue kangen sama loe 😲 19.29
Amri
Hmmmm. 19.34
Alif
Hueee 😭, Amri gue mau curhat sama loe, gue gak mau ngomong lagi sama Rian dia JAHAT sama gue . 19.36
__ADS_1
Rian
Siapa ? 19.38
A
lif
Ya elo lah. 19.39
Rian
Yang nanya. 19.40
Alif
Anj*ng loe .😤 19.41
Rian
Bhahahhahaa😂 19.43
Amri
Bhahahaha.....
Makannya jangan lebay jadi cowok. 19.45
Alif
Kalian semua JAHAT sama aku. Aku gak mau lagi temanan sama kalian berdua byee 😏 19.57
Alif keluar dari grup
Amri menggeleng-gelengkan kepala melihat perdebatan kedua sahabatnya yang sering kali berkelahi tanpa sebab, ntah itu karna hal yang sepeleh sekalipun.
Amri langsung menyimpan kembali hp kedalam kantung celana pendeknya lalu berdiri dari duduknya dan membawa gelas korong menuju dapur.
Amri keluar dari kamarnya menuruni satu persatu anak tangga menuju dapur untuk menyumpan gelas yang dia bawah.
Amri berjalan menuju kamarnya setelah menyimpan gelas yang dia bawa tapi belum sempat Amri menaiki tangga tak sengaja dia melihat kearah ruang keluarga yang lampunya sudah mati dengan dari yang mengernyit bingung tak biasanya lampu ruang keluarga padam jam segini, mungkin mama dan papanya sudah tidur pikirnya dengan mengangkat bahunya acuh.
Amri menaiki anak tangga satu persatu dan berjalan menuju kamarnya tapi samar-samar Amri mendengar suara isak tangis dari dalam kamar adiknya.
Amri panik tanpa ba bi bu dia langsung mendobrak pintu kamar adiknya itu dan langsung masuk kedalam.
Hiks hiks hiks hiks ...
Dari arah pintu Amri melihat adiknya menangis sambil duduk diatas kasur dengan memangku leptopnya. Amri buru-buru mendekati adiknya itu dan langsung membawa adik kesayangannya kedalam pelukannya.
"Adek kenapa manangis, apa ada laki-laki yang nyakitin adek ayo bilang sama kakak biar nanti kakak hajar mereka satu persatu, apa adek di marahin sama guru disekolah biar nanti kakak marahin guru adek yang beraninya marahin adek kesayangan kakak ini "celetus Amri tanpa henti.
Tiara yang melihat kakaknya masuk sampai duduk kesampingnya langsung keran tapi dia diam saja melihat setiap tingkah adiknya itu.
"Apa kakak nya Tiara udah gila ya bicara gak jelas "batin Tiara dengan bingung.
"Kakak kenapa " tanya Tiara dengan polos setelah lepas dari pelukan kakaknya itu.
Amri yang mau menjawab perkataan adiknya itu harus berhenti setelah mendengar pintu yang di dobrak dengan keras.
Buk
__ADS_1
Rupanya kedua orangtuanya masuk kedalam kamar Tiara dengan panik karna mendengar suara dobrakan yang sangat keras dari dalam kamar mereka yang berada dilantai satu.
"Dimana malingnya sayang biar papa gebukin " ucap Reyhan dengan wajah bantal.
"Dimana-dimana malungnya biar mama pites kepala berani-beraninya mereka maling dirumahku" celetus anna sambil mengelilingi kamar putrinya dengan membawa panci ditangannya dengan ramput yang acak-acakan.
Amri dan Tiara yang melihat kearah kedua orang tuanya melongo bagaimana tidak kedua orang tuanya masih menggunakan baju tidur yang berantakan sedangkan ayah mereka menggunakan kolong tanpa celana.
Amri buru-buru menutup mata adiknya agar tidak melihat keadaan kedua orangtuanya.
"Itss,, kakak apa-apaan si " kesal Tiara sambil berusaha melepas tangan yang kakak yang menutup matanya.
"Anak kecil gak boleh lihat " ucap Amri memperingati.
Tiara langsung mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan sang kakak.
"Hmmm" Amri terdehem untuk mengambil perhatian kedua orangtuanya .
Reyha dan Anna langsung berhenti menggeleda kamar sang putri dan langsung melihat kepada kedua anaknya, dahi mereka mengernyit melihat mata putrinya yang ditutup oleh yang putra.
Anna langsung mendekat kearah kedua anaknya.
"Asa kenapa mata adiknya ditutup" tanya Anna kepada putranya.
"Adek masih kecil belum pantas melihat hal yang dewasa" ucap Amri.
Reyhan dan Anna langsung mengerutkan alis mereka petanda kalau mereka tidak paham kearah mana omongan putranya itu.
"Maksud kamu apa Asa "tanya Reyhan, sang ayah.
"Tuh " tunjuk Amri kearah bawah sang ayah. Sedangkan Reyhan dan Anna langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Amri.
Anna langsung melongo melihat suaminya yang tidak memakai selana yang hanya menggunakan bokser doang, sedangkan Reyhan merasa malu dan langsung belari terbirit-birit meninggalkan kamar sang putri sambil mengutuk kecerobohannya sendiri.
Anna yang melihat sang suami yang berlari terbirit-birit langsung ketawa gak jelas.
"Aduh perut bunda langsung sakit meluhat tingkah bapakmu berdua"ucap Anna sambil memegang perutnya sendiri. "Sangat memalukan" gumam Anna sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Anna langsung melihat kearah kedua anaknya dengan mata Tiara yang telah dibuka oleh sang kakak.
"Tadi bunda dengar suara dobrakan, itu suara apa?" Tanya Anna.
"Oh itu suara Asa yang ngedobrak pintu kamar Adek soalnya tadi pas Asa mau kekamar Asa gak sengaja dengar suara adek nangis, iya sudah karna Asa panik Asa dobrak aja pintu " jelas Amri.
Anna hanya mengagungkan kepala mendengar ucapan dari sang putra lalu matanya langsung melihat kearah sang putri yang juga melihat kearahnya dengan tatapan yang polos.
"Trus tadi nangis karna apa "tanya Anna kepada Tiara sang putri.
"Itu " tunjuk Tiara polos kepada layar leptopnya .
Amri dan Anna langsung mendekat kearah Tiara dan langsung melihat kearah layar leptop Tiara, keduanya langsung melongo tak percaya.
Bagaimana tidak dilayar leptop Tiara sekarang sedang menampilkan drama korea, mereka tak percaya kalau Tiara nangis hanya karna film korea pikir mereka.
"Astaga " gumam keduanya serempak sambil menepuk kening mereka.
Tiara langsung cengengesan kepada kakak dan bundanya setelah mendengar gumaman keduanya.
___________________________________
Bagaimana dengan Episode ini apakah kalian suka?
__ADS_1
Jangan bosan-bosan untuk terus baca cerita aku ya, gak lama lagi mendekati konflik loh.
Jangan lupa Like cerita ini agar author tau kalau kalian suka dengan cerita nya