Mengagumimu Dalam Diam

Mengagumimu Dalam Diam
Bab 4 ( Sosok misterius )


__ADS_3

Hy semua jangan lupa like dan Vote sebelum membaca .


Happy reading ....


____________________________________


Aslin sekarang telah berada di taman sekolah tepatnya dibawah pohon besar dengan kepala diletakkan di atas lutut dan tngan di lipat di belakang kepala keadaan yang sepi membuatnya bebas untuk melakukan apapun sesukanya termasuk menangis, siapapun yang mendengarkan pasti akan merasaan kesedihan yang dapan menyayat hati.


" tuhan, Kenapa selalu aku yang salah. Kenapa mereka tidak perna melihat aku sekali saja kenapa tuhan, aku tidak mau hidup seperti ini, ini terlalu menyakitkan buat aku . Kenapa kamu berikan aku cobaan seberat ini .apa aku tidak pantas untuk bahagia, apa aku tidak pantas hidup di dunia ini. " Ucapnya terisak isak dengan air mata yang terus mengalir di pipinya .


Tanpa dia sadari dibalik tembok membatas yang terletak sebelum masuk kedalam taman terdapat seseorang yang melihat semua yang dilakukan oleh aslin. Dia adalah orang yang ditabrak oleh Aslin tadi di koridor. rupanya dia mengikuti Aslin sampai ketaman sekolah


Dia mendengar semua yang di katakan Aslin, dia juga melihat apa saja yang di lakukan oleh Aslin dengan Tatapan tajam kepada Aslin. Setelah itu Dia langsung balik dan berjalan meninggalkan tempan itu dengan tatapan yang tetap tajam kedepan.


Aslin tetap menangis tanpa membedulikan sekitarnya karna tempannya berada sekarang cukup tersembunyi. Orang yang masuk kedalam taman pasti tidak akan melihatnya kalau tidak teliti untuk melihat keseluruh sudut taman.


****


" Aduh Aslin kemana si kok belum balik balik juga, padahal ulangannya kan sudah selesai, bentar lagi juga akan bel apa mungkin dia kekantin ya ? Tapi tidak biasanya dia ķe kantin dia juga gak perna keluar kelas. Apa dia kenapa-napa ya " Gumamnya sambil melihat jam tangan di tangan kirinya.


" loe kenapa "ucap dita tiba tiba. Sampil menepuk pundak Anggun yang terlihat gelisah.


Anggun kaget dengan kedatangan dita tiba tiba yang berada di sampingnya.


" itu loe gue kawatir sama Aslin yang belum balik balik juga kekelas, gue kawatir dia terjadi apa apa " ucap Anggun yang kentara kegelisahannya.


Dita yang mendengan ucap Anggun langsung memutar bola mata malas.


" biarin aja kali, toh dia juga udah gede gak perlu loe kewatirin juga kali " ucap Dita ketus


" kok loe gitu si dit, bagaimana pun juga gue ini sahabat Aslin, wajar dong gue kawatir ma dia " ucap Anggun tidak terima


" iya iya,,, terserah loe aja " ucap Dita malas langsung berjalan menuju pintu kelas meninggalkan Anggun di bangkunya .


" loe dimana si Lin, semoga loe gak kenapa napa " gumamnya. " sebaiknya gue cari Aslin ke kantin saja siapa tau tadi dia lapar dan langsung kekantin " lanjutnya.


Anggun langsung berdiri dan berjalan menuju pintu kelas. Dia berjalan menusuri lorong koridor dengan pandangan celingak celinguk di setiap sudah dengan harapan dia melihat Aslin .

__ADS_1


Sampainya dia di depan pintu masuk dia melihat keseluruh sudut kantin dengan harapan yang sama agar dia bisa menemukan keberadaan Aslin. Tapi sepertinya dewi purnami tidak berpihak kepadanya .


Sedangkan disudut kantin yang di isi oleh 3 sejoli siapa lagi kalau bukan Amri, Rian dan Alif yang sedang berbicara sambil tertawa hingga Rian tak sengaja melihat Anggun yang celingak celinguk di depan pintu kantin .


" Am Am Am " ucap rian sambil memukul lengan Amri yang berada di sampingnya dengan tatapan tetap mengarah ke arah pintu masuk.


" Woy apa si loe sakit tau tangan gue loe pukul pukul " kesal Amri sambil mengelus tangan yang dipukul oleh Rian tadi.


" loe lihat gk noh " ucapnya sambil menunjuk Anggun tanpa membedulikan kekesalan Amri .


" kenapa " ucap Amri bingung dengan apa yang dimaksud dengan Rian yang menunjuk kepada Anggun


Sedangkan Alif yang tidak tau apa-apa ikut bingung siapa yang di maksud oleh kedua sahabatnya itu sebab depan pintu masuk terdapat banyak orang yang berlalu lalang Tapi dia lebih memilih diam sambil terus memakan makanannya .


" loe gak lihat ekspresi Anggun kaya gelisah gitu "


Amri mengangguk sepertinya dia mulai mengerti kearah mana pembicaraan Rian


Mereka yang melihat Anggun menghela nafas kasar kemudian mulai berbalik. Buru buru Rian memanggil nama Anggun.


Sedangkan Anggun yang mendengar namanya di banggil buru-buru mencari orang yang memanggilnya.


" Sini " teriak Rian


Anggun yang dipanggil langsung berjalan menuju bangku yang terdapat Rian,Amri dan satu orang yang tidak dia ketahui.


"Duduk Nggun "ucap Rian sambil bergeser agar Anggun bisa duduk di sampingnya .


" iya " ucap Anggun. Duduk di samping Rian


" Oh iya, Anggun kenalin ini teman gue namanya Alif " ucap Rian sambil nemperkenalkan Alif yang merada di depannya


" Alif " ucap Alif sambil menyudorkan tangannya kepada Anggun


" Anggun " ucap anggun sambil membalas uluran tangan Alif.


" oh iya loe kenapa tadi gue lihat seperti cari seseorang di depan pintu kantin " ucap Rian yang baru ingat .

__ADS_1


" ah iya gue lupa " ucapnya sambil memukul jidatnya sendiri " loe bertiga lihat Aslin gk " ucapnya


" Gk emang kenapa " ucap Amri


" soalnya dari tadi dia keluar dia belum balik-balik lagi ke kelas, gue kawatir ma dia setau gue dia itu paling anti keluar dari kelas gue takut terjadi sesuatu sama dia " ucapnya .


" 5 menit lagi bel, sebaiknya kita langsung kekelas aja siapa tau dia sudah di kelas " ucap amri sambil melihat jam tangan yang terdapat di tangan sebelah kirinya .


" iya sudah sebaiknya kita langsung kekelas aja " ucap Alif yang di angguki oleh ketiganya .


mereka bangun dari duduknya menuju kepintu masuk kantin sedangan Amri terlebih dahulu ke ibu kantin untuk membayar makanan yang mereka pesan tadi.


sampainya di pintu kelas bertemapatan dengan bel masuk berbunyi


kringg,, kringg


mereka langsung masuk kedalam kelas rupannya dibangkunya Aslin telah duduk dengan pandangan mengarah keluar jendela tepatnya kearah lapangan basket dengan tatapan kosong .


ketiganya trus memperhatikan Aslin tanpa mau bertanya mereka langsung duduk dibangkunya tanpa menegus Aslin yang terlihat kacau .


Tanpa terasa buliran buliran kecil keluar dari mata aslin tanpa di sadari oleh sang pemilik mata. tapi Amri, Rian dan Anggun melihat dengan jelas air mata yang jeluar dari mata Aslin karna mereka sedang memperhatikan Aslin.


Tanpa mereka semua sadari dipaling jendela depan kelas terdapat seseorang yang memperhatian Aslin dengan mata tajam tidak ada yang tau makna dan maksud dari tatapan itu .


Hingga Amri membuang mata ke sembarang arah hingga matanya bertemu dengan mata orang yang berada di luar kelas yang hanya terlihat matanya saja. Hingga orang itu berbalik arah meninggalkan kelas itu.


" siapa dia " batin Amri .


____________________________________


terimakasih telah mampir dicerita aku .


semoga kalian suka dengan cerita abal abal aku ini .


jangan lupa like dan votenya bila perlu comen ya berikan kritis dan saran


bila berkenan berikan bintang sesuai dengan penilaian kaian .

__ADS_1


__ADS_2