Mengejar Cinta Polisi

Mengejar Cinta Polisi
111


__ADS_3

Abi dan aura pun sampai di kediaman ayah herman


" assalamualaikum" ucap abi dan aura saat sampai di rumah orag tua nya abi


" walaikumsalam ayo masuk nak" ucap bunda rina


Abi dan aura pun masuk ke rumah di sana banyak orang yang sedang berlalu lalang untuk mendekor rumah orang tua abi


" ayah mana bun" tanya abi yang tak melihat ayah nya


" ayah lagi di taman belakang dengan para rekan rekan nya yanng gak bisa hadir besok " ucap bunda rina


" oh" ucap abi


" ra kamu sudah makan nak" tanya bunda rina pada aura


" sudah bun tadi sebelum pulang kesini" ucap aura


" ya udah kalau gitu, kalian langsung istirahat aja ya , bi ajak aura istirahat di kamar tamu nya" ucap bunda rina


" loh kok di kamat tamu sih bun kenapa gak di kamar abi aja" ucap abi yang bingung


" kamar kamu lagi di dekor bi sementara belum boleh di tempati jadi kalian tidur di kama tamu aja dulu ya" ucap bunda rina


" ya udah kalau gitu , ayo sayang kita istirahat dulu" ucap abi mengajak aura


" bun kita istirahat dulu ya" ucap aura pada bunda rina


" iya ra kalian istirahat lah , kalau lapar panggil aja bik ijah atau yang lain ya ya , bunda lagi sibuk memantau tukang dekor dulu" ucap bunda rina


" iya bun" ucap aura


Abi dan aura pun menuju ke kamar tamu yang ada di lantai dasar


" sayang kamu istirahat aja ya aku mau menemui ayah dulu " ucap abi yang telah sampai di dalam kamar


" mau ngapain" ucap aura yang langsung duduk di atas kasur


"aku mau nemuin rekan kerja papa " ucap abi

__ADS_1


" ya udah sana , aku mau tidur badan aku sakit semua" ucap aura


" ya udah kamu istirahat yang cukup ya nanti malam kita lanjut lagi" ucap abi sambil tersenyum jahil


" lanjut apa" tanya aura dengan polos nya


" lanjut bikin anak" ucap abi


" mesum" ucap aura yang melempar abi pakai bantal


" gak papa mesum sama istri sendiri, ya udah aku keluar dulu ya sayang " ucap abi yang langsung mengecup kenin aura


" iya" ucap aura yang melanjutkan tidur nya


Abi pun keluar dari kamar tamu menuju ke arah taman belakang


" assalamualaikum yah" ucap abi saat sudah sampai di taman belakang


" walaikumsalam kamu bau sampai bi" tanya sang ayah


" iya yah , oh ya kata bunda tadi ada rekan kerja ayah pada kemana orang nya" ucap abi yang tak melihat reka kerja sang ayah


"baru aja pada pulang , oh ya bi duduk lah sini sebenta ada yang ingin ayah sampaikan sama kamu" ucap sang ayah


" ayah mau bicara apa" tanya abi


" begini bi ayah ini kan sudah mulai tua dan sudah mulai capek untuk mengurus perusahaan , ayah pengen istirahat menikmati hari tua ayah bersama cucu cucu ayah nanti , kamu mau gak bi menggantikan posisi ayah di perusahaan" ucap sang ayah


abi terdiam mendengar ucapan sang ayah iya bingung harus menjawab apa


" kamu lah harapan ayah satu satu nya bi , kalau hani nanti setelah menikah dia pasti ikut dengan suami nya " ucap sang ayah


" tapi bagai mana dengan tanggung jawab abi di kantor polisi ayah" ucap abi


" kamu bisa pensiun dini bi dan mengurus perusahaan , selama ini ayah sudah mendukung semua ke inginan kamu untuk menjadi polisi , sekarang ayah minta kamu untuk melanjutkan perusahaan ayah " ucap sang ayah


" abi akan memikirkan nya terlebih dahulu yah" ucap abi


" baik lah pikirkan lah matang matang jika kamu tidak mau mengurus perusahaan maka besar kemungkinan perusahaan itu akan ayah jual saja " ucap sang ayah

__ADS_1


" loh kenapa di jual yah ayah kan merintis nya dari nol sampai sebesar ini apa ayah gak sayang dengan jeri payah ayah selama ini" ucap abi yang tak habis fikir dengan sang ayah


" ketimbang tidak ada yang mengurus nya dan ayah akan menelantarkan ratusan pegawai mendingan ayah jual aja , kalau di jual kan mereka masih bisa bekrja di kantor itu " ucap sang ayah


"berikan abi waktu untuk berfikir yah jangan di jual dulu sayang yah itu adalah hasil kerja ayah selama ini" ucap abi


" baik lah bi ayah akan memberikan mu waktu setelah kamu pulang bulan madu , ayah sudah tidak sanggup lagi mengurus perusahaan ,oh ya kalau boleh ayah mita pada kamu bi tinggal lah di sini bersama aura, kalau hani pergi ikut suami nya kami akan kesepian bi di sini" ucap sang ayah


" kalau masalah itu nanti abi bicarakan dulu bersama aura ya yah" ucap abi


" baik lah kalau begitu ayah masuk dulu ya mau bantu bunda dulu" ucap sang ayah


" baik lah yah" ucap abi


Ayah herman punpergi meninggal kan abi sendiri


abi memikirkan ucapan ayah nya tadi


" apa aku harus pensiun dini ya demi ayah, kalau aku gak pensiun dini ayah akan menjual perusahaan yang selama ini ya bangun dengan jeri payah nya, apa aku setega itu dengan ayah ,sebaik nya aku meminta pendapat aura siapa tau dia bisa membantu ku keluar dari masalah ini" ucap abi yang langsung menuju ke kamar nya untuk menemui aura


Abi memasuki kamar tamu yang di tempati oleh dirinya dan aura untuk sementara waktu


" katanya mau istirahat , kok main henfon aja sih" ucp abi yang sudah masuk ke kamar


" aku lagi chetan sama nina , kamu sudah menemui rekan kerja ayah " ucap aura


" mereka udah pulang duluan sebelum aku menemui mereka" ucap abi yang duduk di samping aura


Aura hanya mengangguk kan kepalanya


" sayang aku ingin cerita sama kamu dan ma minta pendapat dari kamu boleh gak" tanya abi pada aura


" boleh kok , emang nya mau cerita apa by" ucap aura yag langsung meletak kan henfon nya dan meghadap ke abi


abi pun mulai menceritakan keinginan sang ayah yang ingin pensiun dari perusahaan nya dan meminta abi yang meneruskan perusahaan nya


abi juga menceritakan tentang sang ayah meyuru nya pensiuan dini untuk mengurus perusahaan


abi juga menceritakan kalau abi tidak mau meneruskan perusahaan sang ayah maka perusahaan nya akan di jual oleh sang ayah

__ADS_1


" bagai mana pendapat kamu sayang" tanya abi


" kalau menurut aku ya by, mendingan kamu pensiun dini aja dan mengurus perusahaan karenakalau kamu bersih kekeh tidak mau pensiun dini dan tidak mau menggantikan posisi ayah di perusahaan sama saja kamu tidak bisa menghargai jeri payah ayah selama ini " ucap aura memberi kan pendapat nya


__ADS_2