Mengejar Cinta Polisi

Mengejar Cinta Polisi
98


__ADS_3

Abi dan riko sedang mendengarkan percakapan antara nina , aura dan rizal dari sambungan telfon


" kita harus susul mereka , gue udah mulai curiga sama rizal ini" ucap abi pada riko


" kita berangkat sekarang dan" ucap riko


" ya sekarang mereka mulai mengarah kehutan " ucap abi yang memantau keberadaan aura dan nina


Mereka pun berlari menuju mobil


" woy kalian mau kemana" teriak samuel sambil berlari mengejar abi dan riko


" kita mau nyelamatin aura dan nina mereka dalam bahaya" ucap abi


" gue ikut" ucap samuel


" buruan kalau mau ikut" teriak riko


Samuel pun segera menaiki mobil abi


riko menjalankan mobil nya mengikuti GPS dari henfon nina


" cepetan ko mereka menuju ke hutan belantara takut nya mereka tidak ada sinyal dan kita kehilangan jejak mereka" ucap abi


" gue sedang berusaha dan supaya kita bisa mengejar mereka" ucap riko


" memang nya aura dan nina di culik siapa" tanya samuel


" nanti aja kalau mau tanya" ucap abi yang masih fokus pada henfon nya


Di tempat lain tepat nya di mobil rizal


'kenapa mereka belum pingsan juga ya apa obat nya lambat bekerja nya' ucap rizal dalam hati


" kok nyimpang sih kan seharus nya lurus " ucap nina yang sedari tadi memperhatikan jalan


" ini jalan pintas nya supaya kita cepat sampai" ucap rizal beralasan


" tapi setau aku ini jalan menuju ke hutan "ucap nina


" memang kita akan melewati hutan tapi cuma pinggiran nya saja" ucap rizal meyakinkan aura dan nina


" sebenernya lo mau bawa kita kemana sih" ucap aura yang tidak tahan dengan kepura-puraan nya


" sabar dong aura kita ini akan melewati jalan pintas biar kita cepat sampai" ucap rizal lagi meyakin kan aura dan nina


" lo lagi gak bohongi kita kan " ucap aura yang mulai kesal


" saya gak akan mungkin membohongi kalian" ucap rizal yang masih fokus mengemudi


" ra sepertinya kita harus kabur deh ini menuju ke hutan belantara, gue yakin kalau dia ini punya niat gak baik sama kita" ucap nina sambil berbisik


" gue juga sempat berfikiran kaya gitu , ayo kita cari cara agar kita bisa kabur dari dia" ucap aura sambil berbisik


Nina pun mengangguk kan kepalanya


nina berusaha membuka pintu mobil rizal ternyata pintu nya sudah di kunci oleh rizal


" pintu nya di kunci sama dia" ucap nina berbisik

__ADS_1


" terus kita harus gimana " ucap aura sambil berbisik


" gue punya ide lo Alihin perhatian nya bier gue buka kunci nya dari samping dia " ucap nina berbisik


" ok" ucap aura berbisik


" rizal aku boleh minta pelastik nya gak kayak nya aku mau muntah nih" ucap aura yang pura pura ingin muntah


" nina bisa tolong kamu carikan di depan sini pelastik untuk aura" ucap rizal yang mulai kebingungan


" aduh ma'f bukan nya gak mau ngembulin aku harus ngusap ngusap aura" ucap nina beralasan


Rizal pun berusaha mencarikan pelastik untuk aura di loker mobil nya


nina sedang berusaha memencet tombol membuka pintu


" uwek... " aura pura pura muntah


" aduh sabar ya aura saya lagi mencari pelastik nya" ucap rizal yang masih sibuk mengemudi dan mencari pelastik untuk aura


Nina mengedipkan matanya memberi isyarat kepada aura ,aura pun mengerti


" uwek.... Uwek..." aura pura pura muntah lagi


Nina dengan cepat memencet tombol nya dan berhasil iya memberi isyarat kepada aura dengan ibu jari tanda berhasil


rizal semakin panik mendengar aura akan segera muntah iya berusaha mencari pelastik nya dan akhirnya ketemu


" ini aura pelastik nya" ucap rizal yang memberikan pelastik kepada aura


" terimakasih rizal " ucap aura mengambil pelastik nya


Nina memasangkan pelastik itu ke kepala rizal


" hey apa apaan ini" ucap risal berusaha melepaskan pelastik dari kepalanya


Aura dan nina pun segera membawa tas mereka dan melompat dari mobil rizal


" ah" ucap aura dan nina berguling guling di rumput rumput


" lo gak papa ra" ucap nina yang berusaha bangkit


"gue gak papa lo gak papa kan " ucap aura pada nina


" gue gak papa" ucap nina


Aura segera mengambil ponsel nya di dalam tas nya ternyata masih terhubung dengan abai


" hello by" ucap aura


Suara abi terdengar putus putus


" nin kita harus cepet pergi dari sini sebelum kita tertangkap lagi oleh rizal "ucap aura


" ayo , gimana lo udah bisa nguhubungi komandan


" tanya nina


" sambungan telfon nya masih tersambung tapi suara nya putus putus gak jelas gitu" ucap aura yang memperlihat kan henfon nya kepada nina

__ADS_1


" ayo kita segera cari sinyal agar mereka bisa dateng menyelamatkan kita" ucap nina


Mereka pun berjalan menuju keluar dari hutan itu sambil berlari


" lo masih kuat kan ra" ucap nina


" masih kok ayo kita lari lagi" ucap aura


Mereka berlari sekuat tenaga mereka


" gawat ra mobil rizal mengejar kita" ucap nina yang melihat mobil rizal di belakang mereka


" ayo kita lari lagi" ucap aura


Mereka pun berlari , rizal mengejar mereka dengan menggunakan mobil nya


" mau lari kemana kalian , kalian tidak akan bisa lari dari saya hahaha" ucap rizal sendiri di dalam mobil saat melihat keberadaan aura dan nina


" hey mau lari kemana kalian , kalian tidak akan bisa lari dari saya " teriak rizal dari dalam mobi


" ayo nin lebih kenceng lagi lari nya" ucap aura sambil berlari


" gue udah capek banget ra " ucap nina sambil berlari


" semangat nin mas abi dan riko pasti akan menyelamatkan kita" ucap aur memberi semangat untuk nina


Nina pun mengangguk kan kepalanya dan berlari sekuat tenaganya


" percuma kalian lari , mendingan kalian menyerah saja dari pada capek capek dan senang senang bersama ku" teriak rizal


Aura dan nina tidak menyerah mereka masih tetap berlari sekuat tenaga mereka


Sampai akhir nya aura melihat ada mobil abi yang agak jauh dari mereka


" nin itu mobil nya mas abi" ucap aura


" Benarkah mereka datang " ucap nina


" iya mereka datang untuk menyelamatkan kita nin" ucap aura yang masih berlari


" mana ra gue gak liat mobil komandan" ucap nina


" tadi gue liat mobil nya ke arah sini" ucap aura


" lo gak salah liat kan ra" ucap nina


" gue gak salah liat ayo kita lebih semangat lagi" ucap aura


namun nina tersandung akar pohon hingga nina terjatuh


" aduh " ucap nina kesakitan


" nina lo gak papa kan " ucap aura yang membantu nina berdiri


" sepertinya kaki gue terkilir deh ra gue gak bisa lari lagi" ucap nina yang menahan rasa sakit nya


" aduh gimana ini , ayo gue bantu kita harus lari dari sini" ucap aura yang memapah nina


mobil rizal mendekati aura dan nina

__ADS_1


" sudah lah kalian menyerah saja , mau masuk mobil sendiri atau saya bantu" ucap rizal sambil tersenyum licik saat mobil nya sudah di dekat aura dan nina


__ADS_2