
rizal keluar dari dalam mobil nya dan langsung mengejar aura dan nina
" haha mau kemana lagi kalian hah , kalian tidak akan bisa kabur lagi " ucap rizal memegang tangan aura
" lepasin gue bajingan " teriak aura sambil berusaha melepaskan pegangan tangan rizal
"aku tidak akan melepaskan mu sayang waktu seperti ini sudah aku tunggu tunggu sejak dulu" ucap rizal menarik aura dan nina untuk masuk ke dalam mobil nya
" lepasin kita" teriak nina sambil menendang alat ******** rizal
" aahh" teriak rizal kesakitan sambil memegangi alat ******** nya
" ayo ra kita lari lagi" ucap nina mengajak aura lari
aura hanya mengangguk kan kepalanya dan langsung membantu nina untuk berlari
" kurang ajar kalian aku tidak akan mengampuni kalian" teriak rizal yang berusaha mengejar aura dan nina
" ayo nin dia udah mengejar kita lagi " ucap aura sambil memapah nina
" gue udah gak kuat ra kaki gue sakit banget" ucap nina yang menahan rasa sakit
rizal pun mengejar aura dan nina dan dapat menjambak rambut aura
" aaaaa " teriak aura kesakitan saat rambut nya di tarik oleh rizal
" kalian tidak akan bisa lari lagi dari aku " ucap rizal yang menarik rambut aura dan nina sekaligus
" aaa sakit " ucap nina yang kesakitan
" lepasin gue bajingan" teriak aura kesakitan
" aku akan melepaskan kalian setelah aku menikmati tubuh kalian hahaha" ucap rizal dengan tawa nya
' ya Allah tolong lah kami ' ucap aura dalam hati sambil menahan rasa sakit di kepala nya
Dor....
Tembakan ke udara
"jangan bergerak dan lepaskan mereka " ucap abi sambil menodongkan pistol ke arah rizal
" kurang ajar kamu lagi kamu lagi yang harus menggagalkan rencana ku" teriak rizal yang masih menarik rambut aura dan nina
" lepaskan mereka atau aku tembak " ucap abi lagi
" baik lah aku kan melepaskan salah satu dari mereka " ucap rizal yang langsung mendorong nina ke arah abi
" aaahh " ucap nina menahan sakit nya yang jatuh di dorong rizal
" beb kamu gak papa "tanya riko yang langsung menghampiri nina
" kaki aku sakit banget" ucap nina sambil menunjuk kaki nya
__ADS_1
" ko lo ajak nina ke mobil biar gue sama samuel yang melawan bajingan ini" ucap abi yang masih mengarah kan pistol dari rizal
" baik dan ayo beb kita kemobil" ucap riko yang langsung menggendong nina menuju ke mobil abi
" aura gimana beb" ucap nina yang menghawatirkan aura
" di sana masih ada abi dan samuel mereka pasti akan meyelamatkan aura , jadi kamu gak usah khawatir ya" ucap riko pada nina
Nina hanya mengangguk kan kepalanya
" aku sudah melepaskan satu jadi pergi lah kalian dari sini" ucap rizal
" by tolong aku " ucap aura yang sudah ketakutan
" aku peringat kan sekali lagi lepaskan dia sekarang juga" ucap abi pada rizal
Rizal mengeluarkan pisau lipat nya yang ada di kantong nya dan mengarah kan ke leher aura
" silah kan kalau kalian ingin menembak ku , aku akan mati bersama aura ya kan sayang " ucap rizal yang mengarah kan pisaunya ke leher aura
" aaaa gue gak mau mati bareng lo gue mau nikah dulu sama abi" teriak aura yang ketakutan
" diam aku gak akan mengizin kan kamu menikah dengan siapa pun kalau kamu gak bisa aku miliki kamu harus mati " ucap rizal mengancam aura
" gue mohon lepasin gue, gue gak pernah jahat sama lo , gue juga gak pernah ikut campur urusan lo selama ini" ucap aura sambil menangis ketakutan
Ya aura selama ini sudah tau kalau rizal sering kali meniduri artis yang akan menjadi bintang filem nya
Abi mengedip kan mata nya ke arah Samuel agar samuel bisa pergi ke arah belakang rizal
Mereka memanfaat kan aura dan rizal sedang ber bicara
" itu lah yang membuat aku tertarik dengan mu , kamu juga selalu menolak kalau aku menawari mu peran utama di filem ku" ucap rizal
" gue gak mau karena gue udah tau kalau lo punya niat jahat sama gue" ucap aura yang kesal pada rizal
" mangka dari itu aku tak mau menyianyiakan waktu lagi" ucap rizal
" by kenapa kamu diam aja ngeliat aku mau di bunuh sama dia , apa kamu udah gak cinta lagi sama aku" ucap aura yang kesal karena abi hanya melihat saja tanpa ada perlawanan
abi hanya tersenyum mendengar ucapan aura
" tu laki laki yang kamu banggakan dia hanya tersenyum melihat mu dalam bahaya , sudah lah aura tinggalkan saja dia dan hidup bersama ku saja , aku akan membahagiakan mu" ucap rizal
" gak gue gak mau sama lo mendingan gue mati ketimbang gue sama lo" ucap aura pada rizal
Buk...
Samuel memukul tekuk leher rizal sehingga rizal jatuh pingsan
" aaaaa" teriak aura saat rizal jatuh di punggung nya
" selesai dan " samuel
__ADS_1
Abi langsung berlari ke arah aura
" kamu gak papa sayang" tanya abi yang membantu aura
Aura langsung memeluk abi sambil menangis
" aku takut"ucap aura
" kamu udah aman udah jangan nangis lagi ya" ucap abi menenangkan aura
" aku takut" ucap aura lagi
" ada aku kamu gak usah takut aku kan melindungi kamu sayang " ucap abi sambil mengelus rambut aura saat aura masih dalam pelukan nya
" kita pulang ya " ucap abi pada aura
Aura hanya mengangguk kan kepala nya tanda iya menyetujui ucapan abi
" sam lo borgol dia dan bawa dia sama mobil nya sekalian ke kantor " ucap abi pada samuel
" siap komandan" ucap samuel
Abi langsung menggendong aura menuju ke mobil nya abi memasuk kan aura di kursi tengah sebab di depan sudah ada nina dan riko yang akan mengemudi mobil abi
" jalan ko kita kerumah sakit' ucap abi
" laksanakan komandan" ucap riko yang melajukan mobil nya
" sayang kamu minum dulu ya" ucap abi menawari aura minum
Aura hanya menggelengkan kepalanya iya masih memeluk abi dengan erat
Aura masih ketakutan tentang kejadian yang menimpa nya tadi
" kamu gak usah takut lagi kita udah di dalam mobil aku , kamu sudah aman sayang" ucap abi yang menenangkan aura dalam pelukan nya
Namun aura masih saja tidak mau melepaskan pelukan nya dari abi
" biarkan aura seperti itu dulu komandan dia kalau merasa takut memang seperti itu sampai tertidur" ucap nina yang tau kebiasaan aura
" baik lah , oh ya bagaimana ke adaan mu nin" tanya abi pada nina
" aku baik baik aja komandan cuma kaki aku aja kayak nya terkilir jadi saki kala di gerak kan" ucap nina
" kita akan kerumah sakit untuk mengobati nya" ucap abi
" biarkan aku sama riko aja komandan yang ke rumah sakit mendingan komandan langsung bawa aura pulang aja seperti nya dia sudah tidur" ucap nina saat melihat aura dalam pelukan abi
" tapi aku takut ada luka di tubuh nya" ucap abi yang menghawatirkan aura
" dia tidak ada luka serius komandan dia hanya ketakutan saja kalau dia di bawa ke rumah sakit aku takut nanti dia kan nambah ketakutan sebab saat ini dia sedang dalam ke takutan" ucap nina
" baik lah kalau begitu riko antarkan kami ke rumah aura setelah itu kalian langsung pergi lah ke rumah sakit " ucap abi
__ADS_1
" baik komandan" ucap riko
Mereka pun menuju kerumahnya aura terlebih dahulu sebelum ke rumah sakit