Mengejar Cinta Polisi

Mengejar Cinta Polisi
45


__ADS_3

Abi pun bingung harus menghadapi aura seperti apa iya berfikir keras , dia melihat ada borgol di dalam mobil riko, abi pun menepikan mobilnya ke pinggir jalan


" kenapa berhenti bi , aku udah kepanasan abi" ucap aura dengan nafas yang tersengal-sengal iya ingin membuka bajunya namun di tahan oleh abi


"mau ap kamu"tanya abi yang melihat aura ingin membuka bajunya nya


"aku mau buka baju abi ,aakkuu udah agak tahan abi" ucap aura terbantah bantah


" ra ma'fin aku ya , mungkin ini akan menyakiti kamu tapi ini aku lakukan demi kebaikan kamu"ucap abi yang langsung memegang ke dua tangan aura ke belakang lalu iya memborgol nya


"abi plisss sentuh aku " ucap aura


abi tak menghiraukannya setelah iya memborgol aura iya fokus lagi mengemudi kan mobil nya, iya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi iya sudah tak tahan mendengar celotehan aura yang tak karuan ,dan bosa membangkitkan hawa nafsunya


mobil abi telah sampai di rumah sakit iya segera turun ,iya dan menggendong aura seperti karung beras menuju UGD


"abi tolonga aku abi ini benar benar menyiksa akau abi" teriak aura sambil menangis


" iya kamu yang sabar ya aku lagi mau nolong kamu"ucap ano dengan lembut


" kamu sentih aku aja abi pliss aku beneran gak kuat" ucap aura memohon


" aku hak mau ngerusak kamu ra" ucap abi


" dokter tolong kekasih saya, dia terkena obat perangsang" teriak abi pas dia masuk dalam ruangan UGD


" silahkan letak kan dia di atas brankar "uap seorang dokter UGD


" abi lepasin aku abi , aku beneran gak tahan"teriak aura

__ADS_1


abi tak menghiraukan teriakan aura


" tapi dia saya borgol dok" ucap abi memberi tahu


"lepa saja borgol nya nanti akan kami ikat tangan dan kakinya " ujar dokter tersebut


"baik dok"ucap abi


iya langsung menduduk kan aura di brankar iya langsung melepaskan borgolnya


" abi sentih aku bi" ucap aura masih memohon


para suster pun langsung mengikat tangan dan kaki aura


" lepasin saya abi tolong aku" ucap uara memohon pada abi


dokter pun datang membawa suntikan dan langsung menyuntikkan ke lengan aura seketika pun aura langsung lemah dan tertidur


" bapak silahkan urus administrasinya dulu , terelah itu nona aura bisa di pindahkan ke ruangan nya" ucap dokter itu yang telah mengenali aura


" terimakasih dok atas bantuannya, saya titip aura saya akan mengurus administrasinya dulu" ucap abi


" baik pak silahkan, nanti bir suster yang menunggu nya" ucap dokter


abi pun pergi mengurus administrasinya


" itukan nona aura yang artis terkenal itu" ucap salah satu suster


" iya bener kasihan sekali dia ,pasti dia di jebak oleh seseorang " tebak suster lain nya

__ADS_1


" iya untung saja dia mempunyai pacar yang baik dan tahan akan godaan " ucap suster itu


" kamu benar katanya si kekasih nona aura itu seorang polisi loh" ucap suster yang satunya memberi tahu


" wah beruntung sekali ya nona aura dia cantik , artis pula dapernya polisi ganteng dan baik hati" ucap suster yang tadi


"iya kamu benar , coba saja jodoh ku setampan dan sebaik pakpol milik nya nona aura"ucap suster itu menghayal


" ngimpi hahaha" ucap suster tadi menertawakan teman nya


" ehem " deheman abi memutuskan percakapan kedua suster itu


" oh bapak sudah kembali" ucap suster tadi


" ya , terimakasih sudah menjaga aura" ucap abi sambil tersenyum tipis


" iya pak sama sama , kalau gitu kami permisi dulu" ucap suster itu langsung keluar dari ruangan UGD


" aduh semoga aja pak pol itu tidak mendengar percakapan kita nya" ucap suster itu setelah keluar dari ruangan UGD


" iya malu bangat aku, yuo kita segera pergi melihat pasiyen lain nya" ajak sister itu pada temannya


abi yang mendengar percakapan kedua suster itu tun hanya menggeleng geleng kepalanya


abi langsung meng hampiri aura dan duduk di samping aura


" aku gak bisa ma'fin diri aku sendiri kalau kamu terjadi apa apa tadi" ucap abi dengan penyesalan sebab iya tadi hanya diam dan membiarkan seteven membawa aura pergi


" ma'fin aku ya " ucap abi sambil mengelus kepala aura

__ADS_1


__ADS_2