
hari sudah menjelang malam abi masih mengunci diri di kamar
" bi keluar dong makan dulu kamu dari pagi cuma makan roti nanti kami sakit nak, ayo keluar kita makan dulu" bujuk sang mama yang ada di depan pintu kamar abi
abi tak merespon dia hanya melamun sambil memeluk guling ya
" abi buka dong pintunya biar bunda masuk " ucap sang bunda lagi
" giman bun , apa abi sudah mau membuka pintunya" tanya sang ayah
" belom yah , bunda khawatir dia belum makan yah dari pagi cuma makan roti satu tadi pagi, bunda takut dia sakit yah" ucap sang bunda
" sebenarnya dia itu kenapa sih bun gak biasanya dia kaya gini" tanya sang ayah
"bunda juga gak tau yah , pulang pulang dia udah kaya gitu" jawab sang bunda
" bunda tunggu di meja makan aja biar ayah yang ngomong sama abi" ujar sang ayah
" iya yah " jawab sang bunda , bunda pun pergi meninggalkan ayah sendiri di depan kamar abi
" bi buka pintu nya ini ayah" ucap sang ayah
__ADS_1
tak ada respon dari abi
" abi kalau punya masalah itu di bicarakan jangan kamu pendem sendiri , ayo cerita sama ayah siapa tau ayah punya solusinya " bujuk ayah
Tak lama pun pintu kamar abi terbuka
" masuk yah" ucap abi lesu
Ayah pun segera masuk ke kamar abi dan duduk di sisi ranjang tempat tidur abi
" kamu kenapa nak, ada masalah , gak biasanya kamu kaya gini" tanya sang ayah
" aura yah dia ninggalin aku " jawab abi sambil menundukan kepala
" aura pergi suting filem di desa dia gak ngabarin abi , henfon nya juga di telfon gak bisa, tadi abi ke rumahnya tanya dia suting dimana orang tuanya juga gak di beri tau nya yah" ujar abi
" untuk apa kamu mencari aura , bukan nya kamu gak suka sama aura" ucap sang ayah yang memperhatikan sikapnya terhadap aura
" sebenernya aku suka sama aura yah cuma aku selalu menepis rasa itu , sekarang setelah dia pergi , aku merasa kehilangan yah" ucap abi yang menyesali perbuatannya
" kalau kamu cinta sama dia kamu cari dia dan tunggu dia sampai kembali itu bukti perjuangan kamu jangan kamu seperti ini , kamu cuma tidur di kamar gak ada perjuangan sama sekali " ucap sang papa
__ADS_1
" iya pa abi akan berjuang , terimakasih atas saran dan nasehatnya pa " ucap abi sambil memeluk sang ayah
" nah sekarang ayo kita makan , kamu mau berjuang juga harus butuh tenaga " ucap sang ayah
" iya yah ayo kita kebawah , pasti bunda dan hani sudah menunggu kita" ucap abi
Mereka pun keluar dari kamar abi dan langsung menuju ke meja makan
bunda dan hani pun heran kok bisa sang ayah mebujuk abi untuk keluar kamar, padahal bunda dan hani dari tadi membujuk nya untuk membuka pintu tapi abi sama sekali tak merespon
" mau makan sama apa abi biar bunda ambilkan" tawar sang bunda
" gak usah bun nanti abi ambil sendiri" ucap abi langsung mengambil piring ya dan mengambil nasi dan lauk nya
" kk mau pakek ayam biar hani ambilkan" tawar hani
" gak usah ini aja udah cukup kok" ucap abi
bunda dan hani pun saling memandang terus pandangan nya beralih ke sang ayah
sang ayah hanya mengangguk kan kepalanya aja
__ADS_1
mereka pun makan dengan diam sampai acara makan malam selesai , setelah makan malam abi langsung masuk lagi ke dalam kamarnya