
Aura berlari meninggalkan kantor polisi iya menyetop taxsi yang lewat
setelah mendapatkan taxsi iya segera masuk ke dalam taksi tersebut iya menangis di dalam taxsi tersebut
" ma'f neng kita mau kemana" tanya supir taxsi
" ke apartemen xx pak "jawab aura
pak supir pun melajukan taxsi nya ke apartemen yang di sebutkan aura tadi
setelah sampai aura pun langsung membayar taxsi itu dan langsung keluar dari taksi iya menuju unit apartemennya
setelah sampai dia langsung masuk ke kamarnya dan menangis sejadi jadinya
" aura lo di dalam kan " teriak nina , nina tadi tidak sengaja melihat ada seseorang masuk ke apartemen aura , nina hanya ingin memastikan siapa yang masuk ke apartemen aura
nina pun menuju ke kamar aura terdengar aura sedang menangis iya segera membuka pintu kamar aura
" lo kenapa , ada masalah cerita sama gue" tanya aura sambil memeluk aura
" gue mau pergi nin gue gak sanggup lagi, gue nyerah nin ini terlalu menyakitkan buat gue" ucap aura sambil menangis
" lo ada masalah apa cerita sama gue ra" tanya nina
aura pun menceritakan kejadian tadi di kantor polisi sambil menangis
"keterlaluan banget tu komandan , gue punya usul kalo lo mau" ucap nina
" apa" tanya aura sambil menangis
"gimana kalo elo nenangin diri dulu ke suatu tempat" usul nina
" tapi gue mau ke mana lo tau kan jadwal gue" tanya aura
" sebenernya kemaren gue dapat tawaran main filem buat lo tapi daerahnya sangat terpencil gak ada sinyal dan daerahnya juga gak banyak penduduknya" ujar nina
" emangnya kita di sana berapa lama" tanya aura
" kemungkinan di sana sekitar 9 bulan sampai suting filemnya selesai, apa lo mau" jelas nina
"Kapan berangkatnya " tanya aura
__ADS_1
"sekitar tiga hari lagi setelah lo tandatangan kontrak" ucap nina
" lo udah baca naska nya" tanya aura dia tidak mau kejadian rizal terulang lagi
" lo tenang aja gue udah mastiin nya kok kalo tu filem aman" ucap nina
"baik lah siapkan kontraknya dan persiapkan segala keperluan kita disana , di sana jauh gak dari kota" ucap aura
"kalau mau ke kota sekitar 3 jam perjalanan "ucap nina
" hem baik lah kamu siapkan semuanya dan segera hubungi produsernya dan lo jagan beri tau siapapun kalo kita mau pergi, gue mau nenangin fikiran, gak mau ada yang ganggu gue dan lo pastiin kalau kita pergi gak ada yang tau" pinta aura
" ya gue usahaian ya " ucap nina
" gue mau pulang dulu ingat jangan ada yang tau ngerti" ingat kan aura lagi
" sip bos" ucap nina sambil harmat
" gue pulang dulu assalamualaikum" ucap aura
" walaikumsalam " jawab nina
Aura segera keluar dari unit apartemen nya an iya segera memesan taxsi online , setelah taxsi nya datang iya pun segera masuk dalam taxsi tersebut
" kita mau kenan neng" tanya sopir taxsi
" ke perumahan pondok indah pak" jawab anin
" siap neng" ucap supir taxsi
Taxsi pun berjalan menyusuru jalanan kota yang padat
" kok macet sih pak biasanya juga gak pernah macet di jalan ini" tanya aura
"Didepan ada razia kayaknya neng" ucap sang supir
" gak bisa lewat jalan lain ap pak" tanya aura iya takut kalau yang lagi bertugas razia adalah abi, iya belum sanggu bertemu abi
" gak bisa neng kita udah terjebak" ucap sopir
" kalau gitu saya pesan ojek online aja ya pak soalnya saya lagi buru buru" alasan aura
__ADS_1
" iya neng gak papa" ucap sang sopir
" ini uangnya pak" ucap aura yangmemberikan selembar uang merah untuk pak sopir dan langsung keluar dari dlam mobil
" neng kembalian nya" ucap pak supir
"ambil aja buat bapak" ucap aura
" terimakasih neng" ucap pak supir
" sama sama pak" ucap aura meninggalkan taxsi itu dan menaiki ojol
" pak ke perumahan pondok indah tapi jangan melewati razia itu busa kan pak "tanya aura
" bisa Kok neng"ucap ojal itu
motor pun melaju menyusuru jalan dan menyalip kendaraan yang sedang macet
" pak kok kita malah mendekati razia sih" tanya aura
" kita akan menyimpang ke simpangan di depan neng, di sana ada jalan tikus" ucap ojol
" ok deh pak jangan sampai ketemu sama razia nya" ucap aura
" kenapa eneng takut banget sama razia " tanya ojol
" saya gak takut razinya pak , saya takut sama polisinya" ucap aura
" kok aneh ya kalau orang di sini pada suka di razia neng apalagi yang bertugas pak komandannya , para cewek sampek rela minta di razia" ucap ojol itu
" sampek segitunya pak" tanya aura tak percaya
" iya neng kalo neng gak percaya nanti kita liat " ucap ojol
" ehh gak usah pak , saya takut" ucap aura
" hahaha eneng ini lucu banget saya doain jodohnya seorang polisi biar eneng gak takut lag sama polisi"ucap tukang ojek
" iih bapak bisa aja , udah ayo pak saya lagi buru buru nih" ucap aura
" siap neng" ucap ojol
__ADS_1