
Dua minggu telah berlalu. kini abi sudah resmi pensiun dini dari kepolisian , iya sudah terjun ke dunia bisnis . Hari ini abi akan di pelantikan jabatana sebagai CEO di perusahaan ayah nya
" kamu kenapa by" tanya aura yang melihat suami nya yang nampak gugup
" aku gugup sayang " ucap abi yang langsung duduk di samping istri nya
" ini masih pagi lo by kok udah gugup gitu sih pelantikan nya nati siang" ucap aura sambil mengelus lengan abi
" sebenar nya aku ada sedikit rasa takut lo sayang " kata abi sambil memeluk sang istri
" takut kenapa" tanya aura yang menyandarkan kepala nya di dada bidang abi
" aku takut ,kalau aku gak bisa menjalan kan perusahaan ayah dengan baik. Nanti nya" ucap abi
" kamu gak udah takut by , kamu harus percaya dan yakin kalau kamu bisa mengembangkan perusaan ayah " ucap aura meyakinkan abi
Abi terdiam iya masih merasa takut mengecewakan ayah nya
" by , kalau kamu gak yakin kaya gini kenapa kamu gak milih jadi polisi aja , jangan sekarang kamu udah pensiun dini dari kepolisian , terus kamu juga gak yakin buat ngurus perusahaan , by kamu jangan pelinpelan kaya gini , kamu harus yakin, kalau kamu mampu dan kamu bisa membanggakan ayah" ucap aura memberi nasehat
" kamu bener sayang , aku harus yakin harus bekerja keres agar bisa mengembangkan perusahaan ayah dan bisa membuat ayah bangga sama aku" ucap abi
" nak gitu dong, ini baru suami nya aura" ucap aura sambil tersenyum
abi tersenyum sambil mengecup kening aura
" sayang ayo kita keluar buat sarapan, setelah sarapan kamu , hani dan juga bunda mau ke salon kan bersama bunda dan hani" ucap abi
" oh iya aku hampir aja lupa , ayo by" ucap aura
Mereka pun keluar dari kamar dan menuju ke lantai dasar untuk sarapan di sana sudah ada ayah , bunda dan hani yang tengah menunggu mereka
" kamu siap bi memimpin perusahaan" tanya sang ayah saat melihat abi yang baru sampai di meja makan
" siap yah" ucap abi dengan yakin
" bagus kalau begitu, ayo kita mulai sarapan nya"ucap sang ayah
Meraka pun memulai sarapan , setelah sarapan , aura , hani dan bunda rina pergi ke salon untuk acara di pelantikan kantor
Sedang kan abi sedang dapat pengarahan dari sang ayah tentang bagai mana cara memimpin perusahaan dan tentang pekerjaan yang harus abi kerjakan
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐
waktu sudah semakin siang saat ini semua karyawan perusahaan dan para anggota keluarga abi dan keluarga aura yang sedang berkumpul di perusahaan untuk pelantikan abi yang menjadi CEO baru
ayah herman menyerah kan sepenuh nya jabatan sebagai pemimpin perusahaan nya kepada abi
Acara pelantikan jabatan pun berjalan lancar, ada acara makan makan untuk seluruh karyawan perusahaan dan para anggota keluarga hingga acara selesai.
⭐⭐⭐⭐⭐
Keesokan hari nya abi tengah bersiap siap berangkat ke kantor , hari ini juga merupakan ari pertama abi memimpin perusahaan
Aura tengah mempersiapkan keperluan abi untuk pergi ke kantor
" by , buruan mandi nya ini sudah ku siapin pakaian untuk kamu ke kantor" teriak aura dari depan pintu kamar mandi
cekerek, pintu terbuka
" lama banget sih by di kamar mandi nya, udah siang ni masak hari pertama kerja udah kesiangan " tanya aura
" aku mules tadi sayang" ucap abi yang langsung menyambar pakaian kantor nya
Aura langsung berlari ke kamar mandi,abi dengan sigap langsung ikut berlari kekamar mandi, dan ternyata aura tengah muntah muntah
" kamu kenapa sayang" tanya abi yang menghawatirkan kan aura
" jangan mendekat by , aku gak tahan sama bau perfume kamu" ucap aura yang melarang abi mendekati nya
" kamu kenapa sih sayang , ini parfum pilihan kau , aku juga sering memakai nya" tanya abi yang bingung dengan aura
" pelis by jangan mendekat , aku beneran gak tahan bau parfum kamu" ucap aura sambil menutup mulut dan hidung nya dengan menggunakan tangan nya
" ya udah kalau aku gak boleh deket sama kamu , aku akan memanggil kan bunda ya buat bantu kamu" ucap abi , dan hanya diangguki oleh aura
abi pun keluar mencari bunda nya sambil berteriak teriak
" bunda, bunda" teriak abi memanggil bunda nya
Bunda rina yang mendengar teriakan abi pun langsung menuju ke kamar abi , iya takut terjadi sesuatu pada abi atau aura
" ada pa bi , kenapa kamu teriak teriak seperti itu" tanya sang bunda saat sudah sampai di kamar abi
__ADS_1
" aura mutah mutah bun , dia gak mau abi bantu , kata nya dia gak tahan sama bau parfum abi" ucap abi menjelas kan pada sang bunda, mendengarkan penjelasan dari abi bunda rina tersenyum penuh arti
"ya udah aura biar bunda yang urus. kamu cepet pergi ke kantor sana , hari pertama kok udah telat" ucap sang bunda
" tapi aura gimana bun" ucap abi yang menghawatir kan aura
" aura biar urusan bunda, kamu pergi aja ke kantor sana" ucap sang bunda mengusir abi
" ya udah deh abi pergi sekarang, tapi nanti tolong panggilin dokter ya bun buat memeriksakan aura , dan nanti jangan lupa kabarin abi " ucap abi
" iya , udah sana berangkat , keburu siang ini" ucap bunda rina
" iya bun, sayang aku berangkat ke kantor ya , ini sudah ada bunda , nanti kamu kabarin aku ya kalau ada apa apa " ucap abi dari pintu kamar mandi , sebab iya takut kalau iya mask ke kamar mandi aura akan muntah lagi
Aura hanya mengangguk kan kepalanya. Pertanda iya mengizinkan suami nya pergi ke kantor
abi pun menyalimi bunda nya sebelum pergi
" abi nitip aura ya bun" ucap abi
" iya" ucap bunda rina
abi pun pergi ke kantor dengan perasaan tak tenang , iya sebenar nya tidak mau meninggalkan aura dalam ke adaan sakit , namun harus bagai mana lagi , ini hari pertama nya menjadi CEO di perusahaan ayah nya.
" ra ,kamu gak papa" tanya bunda rina menghampiri aura dalam kamar mandi
" aku gak papa bun, mungkin aku hanya masuk angin biasa" ucap aura
" ra, bunda boleh tanya , kapan kamu terakhir datang bulan" tanya bunda rina
" bulan lalu bun , bulan ini belum datang bulan, memang nya kenapa bun" tanya aura
" sebaik nya kamu siap siap ikut bunda kerumah sakit sekarang"ucap bunda rina sambil membantu aura menuju ke kamar nya
" aku cuma masuk angin aja bun , gak usah ke rumah sakit" ucap aura yang mencoba menutupi ketakutan nya
" bunda hanya ingin memastikan ra, kamu tenang aja gak usah takut , nanti bunda temenin kamu sama mama kamu. bunda akan mengubungi mama kamu buat ikut mengantar kamu ya" ucap bunda rina yang tau kau anak menantu nya takut dengan rumah sakit
" iya bun" jawab aura
Mereka pun bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit
__ADS_1