Mengejar Cinta Polisi

Mengejar Cinta Polisi
68


__ADS_3

Mereka telah sampai di rumah sakit ternama di jakarta, para dokter pun langsung menangani abi


salah satu dokter keluar dari ruangan abi ,semua orang yang tengah menunggu di depan rungan abi pun berdiri dari duduk nya dan menghampiri dokter


" bagai mana keadaan anak saya dokter" tanya ayah herman


" anak anda mengalami koma, benturan di kepalanya sangat parah " ucap dokter


" kira kira kapan anak saya bisa bangun dari koma nya dok" ucap bunda rina


" kami tidak tahu, dalam keadaan koma hanya pasiyen lah yang menginginkannya bangun , maka dari itu kami dari pihak dokter menyarankan kalau pasiyen sering sering ajak berinteraksi ,untuk menyemangati pasiyen supaya pasiyen bersemangat untuk bangun" jelas dokter


" baik dok ,terimakasih "ucap bunda rina


" boleh kami menjenguk nya dok" tanya ayah herman


" silahkan tapi jangan ribut ya,jangan mengganggu ketenangan pasiyen" ucap dokter


" baik dok" ucap ayah herman


" kalau begitu saya permisi dulu " ucap dokter undur diri


" silahkan dok" ucap ayah herman


dokter pun meninggalkan mereka


ayah herman ,bunda rina dan aura pun masuk ke ruangan abi, terlihat abi sedang tertidur di tempat tidur pasiyen tubuhnya di penuhi dengan alat medis , raut muka yang pucat


" assalamualaikum " ucap bunda rina ,ayah herman dan aura bersamaan


"nak bangun lah apa kamu tidak kasihan dengan dengan bunda yang sedih melihat mu" ucap bunda sambil menangis


abi yang bisa mendengar ucapan sang bunda iya pin menjawab dalam hatinya

__ADS_1


'abi sedih bun , abi hanya bisa mendengarkan suara bunda tanpa bisa melihat dan memeluk bunda' ucap abi dalam hati


"mas abi " panggil aura


' aura kamu ada di sini' ucap abi dalam hati dengan senang


" mas ma'fin aku , kamu kaya gini gara gara aku" ucap aura sambil menangis


' ini bukan salah kamu ra , aku malah merasa bersalah kalau kamu yang terluka' ucap abi dalam hati


" ra kita keluar dulu ya mau cari minum ,kamu tolong tunggu abi sebentar" ucap ayah herman


" baik om" ucap aura


" kita mau kemana pa " tanya bunda rina


" kita biarkan aura bicara dulu sama abi ,siapa tau kalau di ajak bicara sama aura abi ada perkembangan bun" ucap ayah herman sambil berbisik


" ra kita keluar dulu ya ,tolong kamu tungguin abi sebentar ya" ucap bunda rina


" baik tan ,aura akan menjaga abi" ucap aira


bunda rina dan ayah herman pun keluar dari ruangan abi, kini tinggal aura dan abi di ruangan itu


" mas abi ,bangun dong , aura mau minta ma'f" ucap aura


'sebenernya aku pengen banget bangun ra tapi aku gak bisa ' ucap abi dalam hati


" mas abi ke desa itu untuk mencari aura " tanya aura


' iya sayang aku mencari kamu' ucap abi dalam hati


" kenapa mas abi mencari aku padahal mas abi mau menjauhi aku" ucap aura sambil menangis

__ADS_1


' karena aku gak mau kehilangan kamu ra' ucap abi


" sebenarnya aku sengaja pergi dari mas abi supaya aku bisa melupakan mu mas, tapi kamu malah mencari aku dan membuat aku semakin tidak bisa melupakan kamu" ucap aura


' aku tak mengizinkan kamu melupakan aku ra, aku sayang sama kamu' ucap abi dalam hati


" mas sebenarnya aku tu udah suka sama kamu sejak saat kita pertama bertemu,tapi kamu gak suka sama aku, kamu hanya manfaatin aku supaya kamu gak di jodohin sama bunda kamu ,jujur sebenernya sakit hati aku mendengar kamu berbicara seperti itu kepada rekan kerja kamu , mangkanya aku milih mundur aja, aku tidak mau tersakiti lagi" ucap aura sambil menangis


' ma'fin aku ra , aku gak tau kamu akan sesakit itu' ucap abi dalam hati iya meneteskan air matanya


" ms abi nangis, dokter... Dokter.." teriak aura memanggil dokter


Tak lama dokter dan suster pun datang mereka langsung memeriksa ke adaan abi


" tadi mas abi meneteskan air mata nya" ucap aura


" itu sangat bagus berarti dia mulai merespon , terus ajak bicara supaya dia mau berusaha untuk bangun" ucap dokter


" baik dok" ucap aura


tak lama pintu pun terbukan


" ada apa ra , apa yang terjadi pada anak saya dokter" tanya bunda rina


" anak anda tidak apa apa pasiyen mulai merespon jadi terus lah ajak pasiyen ber bicara supaya dia mau berusaha untuk bangun" ucap dokter


" alhamdulilah "ucap ayah herman dan bunda rina


"kalau begitu saya permisi dulu , kalau ada apa apa silah kan tekan tombol darurat jangan berteriak lagi takut mengganggu pasiyen lain" ucap dokter sambil tersenyum


" baik dok , ma'f tadi sepontan hehe" ucap aura dengan malu


Dokter pun pergi meninggalkan ruangan abi

__ADS_1


__ADS_2