
semua irang yang ada di ruangan itu melihat ke arah abi
" kamu pikir ngelamar itu sama kaya beli permen tinggal kasih uang langsung di kasih permen nya" ucap sang bunda
" tapi bun aku gak bisa kalau harus jahan sama aura" ucap abi
" udah sana kamu istirahat biar cepet sembuh ,kalau sudah sembuh nanti kita bicarakan masalah ini sama orang tua aura" ucap sang ayah
" beneran ya yah " ucap abi
" iya " ucap sang ayah
abi pun langsung meninggalkan ruangan keluarga iya menuju kamar nya
" yah kok kk abi jadi aneh gitu sih" ucap hani
" iya yah gak biasanya abi bersikap kaya anak kecil gitu" ucap sang bunda
" abi memang seperti itu sifat aslinya , dia selama ini berfikir kalau kamu dan yang lain nya tidak perduli pada nya, jadi dia bersikap cuek dan seolah olah tak perduli padahal dia mengamati sikap dan perilaku kita ke dia" jelas sang ayah
" kok ayah bisa tau , bunda yang ibu kandungnya aja gak tau" ucap sang bunda
" karena bunda tidak pernah mengajak anak untuk curhat dan terbuka dengan bunda" ucap sang ayah
" abi yang gak mau cerita sama bunda" ucap sang bunda
" dia memang tidak akan cerita dengan sendirinya kalau kita tidak memancing nya terlebih dahulu" ucap sang ayah
" pantesan waktu kk abi lagi ngurung diri di kamar cuma ayah yang boleh masuk dan yang bisa bujuk kk abi lagi ngambek cuma ayah" ucap hani
" abi udah biasa curhat sama ayah " ucap sang ayah
__ADS_1
" iya dia kan anak ayah" ucap bunda
" anak bunda juga kok ,cuma lebih deket sama ayah aja hehe" ucap ayah herman
" om jadi komandan kalau lagi galau atau banyak masalah dia lebih suka ngurung diri "tanya riko
" sebenernya gak juga kalau dia hobinya ngurung diri di kamar kalau ada masalah lebih tepatnya dia suka menyendiri dimana aja asal sendiri" ucap sang ayah
" kok kita baru kita baru tau ya komandan suka kaya gitu" ucap riko
" iya padahal kita udah kenal lama sama komandan" ucap samuel
" dia seperti itu dari kecil ,dulu kalau dia sudah ngambek atau marah dia akan sembunyi setelah dia sudah bisa mengontrol nya kembali iya baru keluar dari persembunyian nya" ucap ayah herman
" iya yah inget dulu waktu dia berantem sama sahabat kecil nya iya sembunyi ,kita nyariin sampek pusing tau nya dia sembunyi di dalam lemari sampek tertidur" ucap bunda rina
" yang bener tan dulu komandan suka gitu" tanya riko tak percaya
" siapa sahabat kecil komandan tan " ucap riko penasaran
" dia seorang gadis kecil yang ceria dia anak seorang TNI jadi pas ayah nya pindah tugas iya juga harus pindah " ucap bunda rina
" kalau boleh tau siapa gadis itu tan" tanya riko lagi
" kenapa sih lo kepo banget" ucap samuel
" hehe penasaran aja" ucap riko sambil menggaruk garuk kepala nya yang tak gatal
" gak papa sam tante seneng kok kalau cerita masa kecil nya abi,
gadis itu nama nya kania " ucap binda rina
__ADS_1
" kenapa nama nya sama kaya nama kk lo sam" ucap riko
" yang nama nya kania itu banyak oon bukan cuma kk gue" ucap samuel
" oh jadi kk kamu nama nya kania sam" tanya bunda rina
" iya tan sebenernya lebih tepat nya sodara kembar saya tan kita beda cuma 5 menit aja" ucap riko
" oh ya tante baru tau kalau kamu punya sodara kembar sam" ucap binda rina
" heheh soalnya kita gak pernah tinggal satu rumah tan, dari kecil aku ikut nenek sedangkan kk ikut papa dan mama kemana pun kalau papa tugas" ucap samuel
" kok ceritanya hampir sama kaya cerita tante rina ya" ucap riko
" mungkin kebetulan aja" ucap samuel
tak lama henfon samuel berbunyi pertanda ada pesan masuk , samuel langsung membuka pesan tersebut
" tan aku pulang dulu ya soalnya mama sama papa mau main ke rumah aku" ucap samuel , ya samuel sudah tinggal sendiri di rumah yang iya beli dengan jeri payah nya sendiri
" iya salam untuk mama dan papa kamu ya sam " ucap papa herman
" iya om nanti aku sampaikan ,lo mau balik bareng gue gak" ucap samuel
" iya gue kesini sama lo masa gue pulang sendirian sih , tan om kita pamit dulu ya" ucap riko
" iya hati hati di jalan " ucap bunda rina
" iya tan assalamualaikum" ucap samuel
"walaikumsalam" jawab bunda rina dan ayah herman
__ADS_1
riko dan samuel pun pergi meninggalkan kediaman keluarga herman