Mengejar Cinta Polisi

Mengejar Cinta Polisi
89


__ADS_3

Aura hanya diam tak menjawab ucapan bai


" yang pelis dong jangan marah ya aku gak bisa kalau kamu marah sama aku" ucap abi sambil memegang tangan aura


"Kita tinggal aja yuk pasangan bicin ini " ucap zaki


" iya ayuk mendingan kita makan makan aja ketimbang menyaksikan pasangan bucin lagi berantem " ucap riko


Semua orang yang ada di sana meninggalkan abi dan aura mereka menuju meja yang terdapat banyak makanan


" yang" panggil abi yang beranjak dari duduk nya dan berlutut di hadapan aura


" aku minta ma'f ya yang kita bentar lagi mau nikah lo yang masa kita berantem sih kan gak asik" ucap abi sambil membujuk aura


Aura masih dalam mode diam tak mau bicara dengan abi


" yang kalau kamu gak mau ngomong sama aku , aku bakalan nyium kamu di sini aku gak perduli disini ada orang tua kita sekali pun" ucap abi mengancam aura


aura masih diam tak menghiraukan ucapan abi


Cup


Satu ciuman mendarat di pipi kanan aura


" mas kamu" ucap aura sambil memegangi bekas ciuman abi


"apa mau lagi yang " ucap abi yang memotong ucapan aura sambil tersenyum


" iihh kamu lancang ya by" ucap aura kesal


" abis nya kmu gak mau ma'fin aku" ucap abi sambil tersenyum


" aku tu kesel sama kamu , kamu tega banget sampek berfikiran negatif sama aku" ucap aura sambil manyun


" ya ma'f sayang itu kan dulu sekarang gak kok" ucap abi


" tapi kan aku merasa tersinggung dan merasa kamu tu ngerendahin aku" ucap aura kesal


" kan aku udah minta ma'f yang udah ya lupain aja jangan di ungkit ungkit lagi " ucap abi


" enak ya kamu bilang tinggal lupain aja sedangkan aku sakit nya masih terasa di hati aku" ucap aura


Abi langsung memeluk aura dengan erat


" aku mita ma'f sayang kalau itu sangat menyakitkan untuk mu, kamu bisa mukul aku sepuas mu agar aku juga bisa merasakan rasa sakit nya" ucap abi dengan penyesalan nya


Aura langsung membalas pelukan abi iya takut kala abi nanti akan menyakiti dirinya sendiri

__ADS_1


" aku udah ma'fin kamu kok tapi tolong jangan di ulangi lagi itu sangat menyakit kan" ucap aura


"makasih sayang aku tidak akan mengulang kesalahan aku yang ke dua kali nya" ucap abi masih dalam pelukan aura


" ehem belom muhrim nya jangan peluk pelukan dulu" ucap bunda rina


" sabar sebulan lagi masa udah gak tahan" ucap mama naura


Aur dan abi pun sepontan melepas pelukan nya mereka sangat malu karena ketahuwan oleh bunda rina dan mama naura


" ini gak seperti yang mama bayangin kok ya gak by" ucap aura


" iya mama sama bunda nya abi paham kok tapi kalian harus bisa menahan nya terlebih dahulu " ucap mama naura


" tapi ma" ucap aura terhenti


" jangan berduaan di tempat sepi ingat setan akan berusaha menggoda kalian " ucap mama naura memotong ucapan aura


" iya tante ma'fin abi , abi cuma mau minta ma'f atas kesalahan abi sama aura" ucap abi sambil menundukkan kepalanya


"ya sudah sana kalian pada makan ini udah malem terus pada pulang takut setan nya menggoda lagi" ucap bunda rina sambil tersenyum


" iya bunda , ayo yang kita makan dulu kamu kan belum makan dari tadi" ucap abi mengajak aura


" kita permisi dulu ya ma tan" ucap aura


" dasar anak muda kalau gak di awasin bisa kebablasan " ucap bunda rina yang tadi melihat tingkah putranya ke pada aura


" ya mau bagai mana lagi anak lo ngebet banget pengen nikahin anak gue" ucap naura


" ya itu lah anak gue dia gak pernah pacaran ya sekali punya pacar mungkin bawaan nya gak tahan haha" ucap bunda rina yang menertawakan tingkah abi


" sama aura juga dulu dia pacaran sam seteven aja cuma dia gak mau di ledekin sama orang orang kalau dia gak punya pacar" ucap mama naura


" kita harus menjaga mereka jangan sampai mereka melakukan hal yang di larang oleh agama " ucap bunda rina


" lo bener gue jadi khawatir kalau merekah hilaf" ucap mama naura


" gimana kalau kita menyuru nina dan riko yang mengawasi mereka saat mereka berdua " ucap bunda rina


" boleh juga nanti biar gue yang ngomong sama nini lo ngomong sama riko" ucap mama naura


" ok tar gue ngomong sama riko" ucap bunda rina


Mereka pun melihat ke arah nina dan riko


" kalian berdua sini" panggil mama naura pada nina dan riko

__ADS_1


" ya tan ada apa" ucap nina berjalan mendekati mama naura dan bunda rina sambil menggandeng tangan riko


" kalian bisa bantu tante gak" ucap mama naura


" bantu apa tan" jawab nina dan riko bersamaan


" kamu dan nina bisa gak ngawasin abi dan aura saat merek bertemu , tante takut abi atau aura akan hilaf lalu melakukan yang tidak seharus nya di lakukan" ucap bunda Rina


" apa tante tidak percaya sama mereka " ucap riko yang heran dengan bunda rina bisanya bunda rina selalu percaya pada abi


" bukan tidak percaya ko cuma tante takut kalau mereka tergoda oleh godaan setan saat mereka berdua" ucap bunda rina


" ayo lah ko bantu kami , kami sangat menghawatirkan mereka kami tidak ingin mereka melanggar hukum agama" ucap mama naura


" baik lah tante nanti aku dan riko akan berusaha mengawasi mereka berdua " ucap nina


" tapi saya takut kalau komandan marah kalau saya buntutin terus tan" ucap riko yang takut kemarahan abi


" kamu tenang aja itu urusan tante, yang penting kamu mau untuk mengawasi mereka " ucap bunda rina


" baik lah tante kalau begitu aku mau bantu tante" ucap riko


" sekarang kamu panggil abi dan aura suru kesini" ucap mama naura menyuru riko


" baik tan" ucap riko yang langsung menghampiri abi dan aura yang sedang makan


" bro lo sama aura di panggil sama nyokap lo " ucap riko setelah sampai di hadapan abi dan aura


" mau apa ya bunda manggil kita" ucap abi


" aku gak tau mas yuk kita ke sana" ucap aura


Mereka pun menghampiri mama naura dan bunda rina


" ada apa bun tadi kita di usir di suru makan terus kita di panggil lagi kesini" ucap abi saat mereka sudah sampai di hadapan bundanya


" duduk" ucap bunda rina


Aura dan abi pun duduk bersebelahan


" mulai hari ini dan sampai kalian resmi menjadi suami istri riko dan nina akan mengawasi kalian saat kalian berdua" ucap mama naura


" lo kok gitu tan" ucap abi pada mama aura


" iya ma buat apa mereka ngikutin kita" ucap aura


" kami sudah sepakat kalau kalian akan di kawal oleh mereka berdua kami tidak mau kejadian tadi terulang lagi , kami juga tidak mau kalian melakukan hal lebih sebelum kalian halal" ucap bunda rina

__ADS_1


abi dan aura saling pandang tak menyangka kalau sedari tadi mereka di awasi oleh orang tua mereka


__ADS_2