
Tak lama aura pun di pindah kan ke ruang VIP di ruangan itu kini hanya abi dan aura
"aku gak tega ngeliat kamu kaya dini ra sakit banget hati aku melihat kamu kaya gini" ucap abi dengan lirih
" ra sebenarnya aku tu suka sama kamu ,kamu mampu membuat aku jatuh cinta sama kamu pada pandangan pertama" ucap abi sambil memegang tangan aura yang tengah di infus
" tapi aku takut kamu itu seorang artis yang banyak di sukai sama banyak orang, aku juga takut kamu udah rela di pegang pegang sama orang , aku juga takut kamu udah sering tidur sama banyak sutradara untuk mendapat kan peran bagus, ma'f kalo aku sampek berfikir kaya gitu, itu yang membuat aku takut untuk lebih dekat sama , tapi hati aku inginnya dekat kamu terus ra , aku sebenernya bingung harus bagai mana" ucap abi sambil mencium tangan aura
"kamu cepet sembuh ya aku akan nungguin kamu di sini" ucap abi sambil mengecup kening aura
abi merasa lelah hari ini ,banyak menguras tenaga dan emosi abi
abi pun tertidur sambil menggenggam tangan aura
cekrek ...
pintu di buka masuk lah nina,riko orang tua abi , dan orang tua aura
" sssuuuttt mereka lagi tidur" ucap mama naura dengan lirih sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir, untuk mengisyaratkan suru diam
__ADS_1
" seneng nya liat mereka kaya gini" ucap bunda rina
" iya semoga aja mereka beneran saling mencintai" ucap mama naura
" kalo aura sih memang suka sama komandan tapi kayaknya komandan yang gak suka sama aura" ujar nina yang menyela pembicaraan kedua perempuan paru baya itu
semua orang yang mendengar ucapan nina pun memandang ke arah nina semua
" kamu tau dari mana nin" tanya mama naura
" aura sendiri yang cerita ,dia tengah berjuang untuk menaklukan hati komandan"ucap nina lirih
" kalo begitu kita bantu aura menaklukan hati si komandan bodoh ini" ucap bunda rina sambil menunjuk ke arah abi yang sedang tidur
"dia memang pintar dalam segala hal pekerjaan , tapi dia sangat bodoh dalam masalah cinta, dia itu sebenernya suka sama aura tapi dia gak nyadar aja" jelas bunda rina
Abi pun mulai terusik oleh pembicaraan mereka, abi pun membuka matanya alangkah terkejutnya iya melihat kalau ruangan aura sudah di banyak orang
" loh ayah ,bunda, om tante, riko dan nina kok kalian ada disini" tanya abi
__ADS_1
" ya kita mau jengukin naura lah " ucap bunda rina
" bunda tau dari mana kalau aura masuk rumah sakit" tanya abi bingung
" tadi bunda telfon riko kenapa kamu belom pulang pulang terus riko ngasih tau mama" jawab bunda rina
" sekarang bagai mana ke adaan aura bi" tanya mama naura
"aura lagi istirahat tan dia baru di beri obat bius oleh dokter tadi" ujar abi
" bukan nya aura tadi udah di bius sama seteven kenapa di bius lagi" tanya riko yang penasaran
" tadi aura kena bius dosis randah dan juga obat biusnya di campur dengan obat perangsang ,jadinya dokter membiusnya lagi untuk menetralisir obat perangsang nya" jelas abi
" Astagfirullah halazim" semua orang terkejut mendengar penjelasan abi
" terus seteven nya di mana dia sekarang" ucap papa Ibrahim yang mulai emosi
"dia sekarang lagi di tahan di kantor polisi om" ucap riko memberi tahu
__ADS_1
" saya mau kasih pelajaran sama bajingan itu" ucap papa Ibrahim yang hendak keluar dari ruangan aura
" gak usah om , abi udah kasih dia pelajaran biarkan kasus ini di tangani oleh hukum om" ucap abi menenangkan papa Ibrahim