
abi dan aura keluar dari ruangan mereka menuju ke parkiran di sama riko sedang berusaha menjelaskan masalah tadi
" beb dengerin aku dulu bukan nya aku gak mau cepet menghalalkan kamu tapi aku mau saat nanti kita menikah aku mau membuat acara yang tak bisa kita lupakan seumur hidup kita , aku juga menabung buat masa depan kita nanti setelah nikah beb" ucap riko
" udah itu kan cuma alasan kamu aja kan bilang aja kalau kamu cuma mau memberi harapan palsu sama aku " ucap nina yang kesal
" enggak beb aku berani sumpah aku gak pernah ngasih harapan palsu sama kamu ,aku mau serius sama kamu beb" ucap riko
" iya nin riko sangat serius sama kamu dia sebenernya sudah mau mengenalkan kamu ke orangtua nya namun orang tuanya masih sibuk dengan pekerjaan nya , aku minta ma'f tadi sempet ngomporin kamu , sebener nya riko pengen kalau dia nikah dia mau memakai uang nya sendiri tanpa bantuan dari orang tuanya mangkanya dia menabung sebelum dia kenal sama kamu dia mau buat orang tua nya bangga pada nya kalau riko bisa meminang perempuan dengan uang hasil jeri payah nya sendiri" ucap abi yang baru datang bersama aura
" iya nin bener apa kata mas abi " ucap aura
nina terdiam mendengar ucapan abi
" iya beb aku memang dari dulu sebelum kenal sama kamu aku mau kalau aku nikah pakai uang jeri payah ku sendiri aku gak mau membebani orang tua ku " ucap riko
nina langsung turun dari mobil dan memeluk riko
" ma'fin aku ya beb yang gak bisa ngertiin kamu aku hanya mementingkan ego ku aja gak mikirin perasaan kamu" ucap nina sambil menangis dalam pelukan riko
" iya aku ngerti apa yang kamu rasain , ma'fin aku juga ya yang belum bisa secepet nya menghalalkan kamu" ucap riko membalas pelukan nina
" ehemm belum halal " ucap abi menyindir riko dan nina
" ganggu aja lo" ucap riko yang kesal lantaran nina langsung melepas pelukan nya
" memperingatkan lo juga sering kaya gitu sama kita ya gak yang " ucap bai
" iya by , by kayak nya bukan mereka aja yang harus ngawasin kita kita juga harus mengawasi mereka takut nya kebablasan" ucap aura
" bener juga kamu yang jadi kita harus mengawasi mereka juga jangan kita aja yang di awasin" ucap abi
" hay kita gak kaya kalain ya yang gak bisa mengontrol nya" ucap riko
" barusan apa lo bisa mengontrol lo malah ke enakan membalas nya" ucap abi
" kan reflek dan beda sama kaya lo yang nyosor duluan" ucap riko
" gue juga reflek ya waktu itu" ucap abi membela diri
" alesan aja lo udah ketangkep basah sama tante rina dan tante naura masih aja ngeles" ucap riko
" udah udah kok malah pada ribut sih " ucap aura
" hey kok pada di luar sih ada apa nih " ucap samuel yang baru sampai di kantor
" lo dari mana" ucap riko bertanya pada samuel
__ADS_1
" abis patroli lah " ucap samuel
" by aku pulang dulu ya" ucap aura
" baik lah hati hati di jalan " ucap abi
" beb aku pulang dulu ya" ucap nina
" iya hati hati beb kalau sudah sampai langsung hubungi aku ya" ucap riko pada nina
" baik lah " ucap nina
" assalamualaikim" ucap aura dan nina
" walaikumsalam " jawab abi , riko, san damuel bersamaan
Aura dan nina pun meninggalkan kantor polisi
" eh kalian mau kemana kok gue di tinggal sih" ucap samuel yang di tinggalkan oeh abi dan riko
" kerja " ucap abi dan riko bersamaan yang berjalan menuju ke ruangan masing masing
" ya gue juga mau kerja " ucap samuel yang berlari mengejar riko
Di sisi lain aura dan nina yang ber ada di mobil
" kalung baru lo" ucap nina yang melihat kalung berlian di leher aura
" wih romantis juga ya komandan" ucap nina
" iy gue aja gak nyangka kalau dia bisa seromantis itu" ucap aura sambil tesenyum
" mulai kumat nih " ucap nina
" kumat apa" tanya aura
" kumat sinting nya hahaha" ucap nian
" ih sialan lo, oh ya kapan kita jadwal kita yang sedikit minggu minggu ini" ucap aura
" kalau gak salah besok deh soal nya yang lain pada padet kan gue udah bilang ke bagian manejemen kalau lo akhir pekan mau ada acara keluarga" ucap nina
" ya udah besok kita ajak icadan hani untuk sopping buat keperluan kita di puncak nanti" ucap aura
" baik lah oh ya emang nya icamau lo suru ajak siapa" ucap nina
" kemaren tu dia cerita sama gue kalau dia lagi ada yang mendekati tapi hati nya masih untuk seteven " ucap aura
__ADS_1
" jadi lo nyuru ica ngajak dia" tanya nina
" iya dan gue juga mau ngeliat orang ya kaya gimana " ucap aura
" terserah lo aja deh " ucap nina
Mereka pun sudah sampai di rumah aura
" assalamualaikum" ucap nina dan aura saat memasuki rumah mama aura
" walaikumsalam" ucap seorang peria yang berada di runag tamu
" kamu siapa ya kok ada di rumah mama ku" tanya aura yang meliha orang asing berada di rumah nya
" dia temen aku kk" ucap ica yang baru dtang dari daput sambil membawa minuman
" perkenalka kk saya doni temen nya ica " ucap doni mengulurkan tangan nya
" aura kk nya ica" ucap aura
" iya aku udah tau kk ica banyak cerita tentang kk " ucap doni
" oh ya " ucap aura sambil melirik sang adik
" hehe cuma sedikit kk" ucap ica yang menyadari lirikan sang kk
" oh ya kebetulan temen kamu ada di sini kk sama mas abi dan yang lain nya mau ke puncak akhir pekan ini " ucap aura
" terus apa hubungan nya sama temen aku kk" ucap ica
" kalau kmu mau ikut kk ke puncak kamu bawa aja temen kamu ini soal nya semuanya pada bawa pasangan kasihan nanti kalau kamu pergi sendiri" ucap aura
" aku pengen ikut tapi apa kk doni mau ikut " ucap ica
" aku mau kok kebetulan akhir pekan ini aku gak ada acara " ucap doni
" nah kk kk doni mau ikut jadi aku jadi ikut dong " ucap ica
" baik lah nanti kk bialng sam mas abi kalau kamu jadi ikut " ucap aura
" maksaih kk , oh ya kk nina ikut" ucap ica
" ikut dong beb gue ikut masa gue gak ikut sih" ucap nina
" ii yang udah bucin sama kk riko" ucap ica
" biarin kk lo aja udah buci nya setengah mati sama komandan" ucap nina
__ADS_1
" lo jangan bongkar rahasia gue dong " ucap aura
" ternyata kk aura bisa bucin juga ya hahaha" ucap ica meledek sang kk