Mengejar CintaKU

Mengejar CintaKU
BAB - 11


__ADS_3

keesokan harinya Tasya di telpon Daddy..


"Tasya, apa ada sesuatu yang terjadi pada dirimu.?" Tasya binggung dengan pertanyaan Daddy..


"maksud Daddy apa.?"..


"Daddy mendengar kalau kamu ada masalah di perusahaan Arthuro Tech.?"


"Tasya tidak punya masalah apapun Daddy."


"ya sudah, jika ada apa-apa segera hubungi Daddy"


"ya Daddy."


muncul berita di media elektronik TV maupun internet, tentang pembangunan hotel di pulau tiga yang sudah berjalan kurang lebih 2 bulan, walaupun belum jadi seratus persen, baru sekitar 50 persen tapi penampilan hotel tersebut sudah bisa di tebak..


Arthur semakin murka melihat tayangan di TV, Desain rancangan sesuai dengan punya Tasya, sudah terlihat dari rangka bangunan yang ada. "Bastian, suruh Tasya naik ke ruanganku sekarang" perintah Arthur dengan nada yang terdengar emosi."


Bastian bertanya-tanya ada apa sebenarnya, yang terjadi antara Arthur dan Tasya.


"Tasya, Presdir menyuruhmu untuk naik ke ruangannya sekarang.!?" kata Bastian...

__ADS_1


"ada apa pak Bastian.?" raut wajah Tasya mulai berubah..


"aku kurang tahu, tapi sebaiknya kamu menghadap sekarang." kata Bastian..


"baiklah"


sampai di depan pintu masuk ruang Presdir. Tasya ragu, antara ya dan tidak untuk masuk ke dalam. Tasya mengetuk pintu Presdir dan di perintahkan untuk masuk.


"permisi tuan, apa tuan memanggilku.?" tanya Tasya...


"ya, aku memanggilmu" Arthur melempar handphone nya ke meja dan Tasya melihatnya.


"lihat baik-baik berita ini.!?" setelah Tasya melihatnya, dia kaget karna desainnya yang di pakai untuk pembangunan projects hotel di pulau 3..


"aku tidak tahu tuan, dan yang aku tahu, desain milik aku tidak di pilih oleh perusahaan, desain itu masih ada pada laptop ku"


Arthur berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan ke Tasya..


"aku tahu, kamu mata-mata dari Tuan Silvester itu kan.? bahkan desain taman yang kamu buat setelah di pakai oleh mereka, apa kamu masih mengelak.!!!?" bentak Arthur pada Tasya...


"aku tidak mengerti maksud Tuan, yang aku tahu desain itu ada di laptop ku." kata Tasya...

__ADS_1


"kamu bahkan telah bertemu dengan tuan Silvester beberapa kali, tapi kamu masih mengelak.!?" Arthur meramas pipi Tasya, Tasya menangis dan terus menangis karena dia tidak pernah di kasari oleh orang tuanya, bahkan di bentakpun tidak pernah'...


"bukan aku yang melakukannya dan aku tidak pernah melakukannya." teriak Tasya dalam ruang Presdir.. Tasya mendorong Arthur dan berlari membuka pintu, tapi pintu tak bisa di buka sama sekali.


"kamu menjual desain mu di perusahaan SILVELSTER CORPORATION.? dan kamu sengaja supaya perusahaanku tidak memenangkan projects itu kan.!? dan kau ingin menghancurkan perusahaan Arthuro Tech kan.? semua yang di pakai oleh perusahaan SILVELSTER CORPORATION adalah desain mu Tasya. di bayar berapa kamu sama mereka.??? Desain saja bisa kamu jual apalagi tubuhmu dan aku telah melihat beberapa kali tuan Silvelster berkunjung ke apartemen kamu. kamu pikir aku tidak tahu semua itu tasya.!!!???".. Arthur semakin emosi dan tidak terkontrol, bahkan suaranya semakin meninggi..


Tasya menangis dan menggelengkan kepalanya "bukan aku yang melakukannya, itu memang desain ku, tapi bukan aku yang memberi desain itu bahkan aku tidak menjual desain itu pada siapapun.! dan perlu anda tahu tuan, aku tidak menjual tubuhku.! aku bukan wanita murahan yang menjual tubuhku kepada pria manapun."


Tasya terus menangis hingga terduduk depan pintu dan memeluk lututnya, Tasya ketakutan karna di kasari Arthur dan di bentak Arthur dengan bertubi-tubi pertanyaan.


Baju Tasya di tarik dan Arthur mendorongnya ke dinding dengan kuat, kepala Tasya sempat terbentur di tembok tapi Tasya hanya diam karna sudah gemetaran, dia hanya menangis.


"kalau tidak menjual desain itu, lalu kenapa bisa bangunan itu sama persis dengan desain punyamu.? Arthur semakin marah...


"kamu hanya magang di perusahaan Arthuro Tech, dan bukan karyawan, jangan buat seolah-olah kamu karyawan, Desain yang kamu rancang milik perusahaan Arthuro Tech, bukan milikmu karna kamu magang di sini, kamu silahkan angkat kaki dari perusahaan ini sekarang juga dan jangan harap mendapatkan nilai dari perusahaan ini."


Tasya semakin menangis', dia memohon untuk tidak mengeluarkannya sebelum masa magangnya selesai.


"Tuan, aku mohon, jangan mengeluarkan aku dari perusahaan Arthuro Tech, masa magang aku hanya tinggal beberapa hari saja tuan." ucap Tasya, yang terus-menerus menangis dan memohon.


"kamu mengemispun tidak bakalan mengubah keputusanku, silahkan keluar dari perusahaan ini sekarang juga" Arthur mengusir Tasya dan membentaknya dengan suara yang nyaring..

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2