
Tasya berjalan ke ruang Desain, dan bertemu dengan Merry, Merry teman dekat Tasya selama di kampus dulu.
Merry menjabat kepala ruang desain.
"Merry, apa kamu sibuk.?" tanya Tasya...
"tidak terlalu Tasya, Bagaimana.?." Merry memanggil nama Tasya atas suruhan Tasya sendiri, Tasya tidak suka di panggil Presdir ataupun nona, karena merasa telah membatasi hubungan pertemanan mereka. tapi hanya untuk Merry yang dapat memanggil Tasya dan tidak untuk karyawan yang lain.
"bulan depan akan ada projects besar, aku dengar rumah sakit terbesar di negara ini akan di bangun, buatlah desain taman untuk rumah sakit, untuk gedung rumah sakit biar aku yang gambar." ucap Tasya.
"baiklah Tasya."
"aku pulang dulu ya, setelah aku balik, nanti siang kamu ke ruangan aku."
"oke" merry memberi jempol untuk Tasya..
Tasya berjalan turun dari gedung kantornya bersama Leon. Leon asisten Tasya sekaligus bodyguard. mereka pulang ke mansion untuk makan siang.
sementara di perusahaan Arthuro Tech, Arthur sedang ada kerjaan di Negara A dan di pulau 3, Arthur bersama Vian asisten menginap di hotel yang di desain oleh Tasya. melihat hotel itu, Arthur teringat akan Tasya. dan wajah Tasya selalu membayanginya. sejak kejadian pengusiran yang di lakukan Arthur, dia tak pernah lagi tahu tentang Tasya.
"Vian, jadwal kita berapa lama disini.?" tanya Arthur..
"lusa sudah balik tuan"
"baiklah, dan bagaimana perkembangan perkerjaan kita di sini.?"
__ADS_1
"sejauh ini baru 80 persen tuan"
"besok jam berapa metting.?"
" jam 9 pagi tuan"
"baiklah"
Arthur berjalan keluar mengelilingi hotel dan pulau itu, hotel yang di bangun sungguh sangat bagus, lengkap dengan taman, kolam renang bahkan ada cottage pribadi yang berada di atas laut.
tanpa sadar Arthur berkata "bagus, ini luar biasa, bahkan semua tertata dengan rapi" Arthur kembali teringat Tasya.. "Tasya di mana sekarang.?" tanya Arthur dalam hatinya...
tiba-tiba handphone Arthur berbunyi..
"aku dengar bulan depan akan ada lelang project besar, rumah sakit terbesar di negara kita."
"baik, tunggu aku pulang dan kita akan bahas lagi nanti" ucap Arthur..
setelah selesai urusan di Negara A, Arthur balik ke negaranya, dan segera bertemu dengan Bastian.
"Arthur, berita ini sudah tersebar ke semua perusahaan tentang projects rumah sakit yang di lelang oleh pemerintah. bahkan dana yang di keluarkan tidak main-main."
"ya sudah, suruh team yang ada diruanganmu untuk segera membuat desain beserta rincian semuanya dan setelah selesai kita akan bahas di ruang metting." perintah Arthur..
'baiklah"
__ADS_1
*
"selamat siang Mommy Daddy.. Tumben mommy masak banyak sekali, apa ada yang berulang tahun.? bukankah ulang tahun mommy dan Daddy sudah lewat.?" tanya Tasya...
"mommy masak untuk kita semua, hahaha." ucap mommy dan tertawa..
"Hahaha,,, mommy ada-ada saja."
"Daddy mana.mommy.?"
"di ruang kerjanya sayang."
"Tasya panggil Daddy untuk makan bersama." Tasya pergi ke ruang kerja Daddy-nya. dan memanggil Daddy untuk makan bersama di meja makan mereka berkumpul dan makan bersama, Leon di ajak makan bersama di meja tetapi dia malu akan statusnya yang hanya sebagai asisten atau bawahan dari nona Tasya. dan dia bergabung bersama para pelayan di meja sebelah.
setelah makan mereka berpindah ke ruang keluarga, Daddy berbicara dengan Tasya masalah projects rumah sakit.
"Tasya, kali ini peluang besar buatmu untuk merebut projects ini, Daddy tidak akan ikut dalam lelang nanti dan ini kesempatan buatmu." kata Daddy..
"Tasya masih ragu Daddy, masalahnya banyak perusahaan besar yang ikut dalam lelang tersebut."
"jangan menyerah Tasya, cobalah, Daddy yakin kamu pasti bisa, Daddy percaya sama kamu" Daddy meyakinkan Tasya agar dia mampu mengikuti lelang project tersebut.
"baiklah Daddy, Tasya akan mencobanya."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1