
karena hari libur, Tasya sengaja bangun agak kesiangan di tambah perutnya yang tak nyaman akibat datang bulan.. handphone nya berdering, di lihatnya sang mommy yang menelepon..
"ya mommy."
"sudah bangun nak.?"
"sudah, tapi masih malas-malasan di tempat tidur, Tasya lagi kurang enak badan"
"kamu sakit.? apa yang sakit.? kenapa tidak ke dokter.? sudah minum obat.? sudah makan.? mommy datang sekarang." Mommy panik mendengar anak kesayangan sakit..
"Tasya hanya datang bulan mommy, dan perut Tasya sakit karna itu."
"tidak bisa, mommy datang sekarang"
"terserah mommy"
mommy Tasya sangat panik, saking panik dan buru-buru ingin ke apartemen Tasya, sampe lupa pamit sama Daddy.
"mommy mau ke mana, kenapa panik begitu.?" tanya Daddy..
"Tasya sakit Daddy" begitu mendengar Tasya sakit, Daddy langsung menarik tangan mommy dan pergi ke apartemen Tasya..
tiba di apartemen tasya, mommy dan Daddy langsung menuju kamar Tasya, memencet bel berkali-kali bahkan Daddy mengetuk pintu dengan keras..
__ADS_1
"Daddy kenapa mengetuk pintu dengan kuat.?" marah Tasya pada Daddy-nya..
"kamu sakit apa sayang, mommy bilang kamu sakit., apa yang sakit.? apa perlu ke rumah sakit" tanya Daddy..
"Tasya hanya sakit perut Daddy"
"sedikit lagi dokter datang, Daddy menyuruhnya untuk datang memeriksamu, Daddy takut kamu kenapa-kenapa."
"Haissss,,, mommy dan Daddy pasti seperti ini, padahal Tasya hanya sakit perut." tak lama dokter datang dan memeriksa Tasya... Tasya hanya di kasih obat pereda nyeri..
"mommy dan Daddy pulanglah, Tasya mau istirahat'"
"mommy akan masak di sini, kita makan bersama setelah itu mommy dan Daddy pulang" ucap mommy..
"ya sudah, Tasya bantu mommy ya"
"Daddy duduk di meja dapur temani kalian berdua memasak, oke"
"oke" di jawab kompak oleh mommy dan Tasya...
mommy dan Daddy-nya Tasya begitu kompak dan terkadang suka usil, di saat bercanda mereka akan bercanda bersama, tapi di saat serius maka akan sangat serius tanpa ada yang bisa bercanda. Daddy-nya begitu menyayangi keluarganya, Daddy tak akan membiarkan anak istrinya terluka sedikitpun dan keluarga SILVELSTER terkenal sangat baik, tapi tidak untuk musuh-musuhnya..
mommy dan Daddy pulang di antar Tasya sampai di basemen apartemen, mommy masuk duluan ke dalam mobil sedangkan Daddy masih berdiri dan berbicara pada Tasya.. "kamu hati-hati nak, jaga kesehatan jangan sampai sakit ya." Daddy memeluk Tasya dan mencium kening anak kesayangannya.
__ADS_1
Daddy dan mommy pergi meninggalkan apartemen.. dan tanpa di sadari Tasya, Arthur melihat Tasya di peluk dan di cium oleh Tuan SILVELSTER.. "Ternyata dia simpanan pria tua itu, pantas saja dia mampu membeli apartemen elite seperti ini." Arthur berpikiran yang tidak-tidak pada Tasya..
keesokan harinya Tasya kembali bekerja seperti biasa, tiba di perusahaan Arthuro Tech Tasya memarkirkan mobilnya di basemen.. Tasya tiba bersamaan dengan datangnya sang Presdir.. Presdir turun dari mobilnya begitupun dengan tasya. Arthur melihat Tasya turun dari mobil dan berjalan menuju lift, Arthur segera berjalan sejajar dengan Tasya, Tasya terkejut karna pria yang berjalan di sampingnya adalah Presdir.. "selamat pagi tuan." ucap Tasya.. Arthur meliriknya dan tersenyum sinis ke arahnya.. "sepertinya hati kamu lagi senang hari ini, apa semalam telah bertemu dengan om-om tua.? atau itu memang kerja sampingan mu.?" tanya Arthur..
"maksud Tuan apa.?" nada suara Tasya mulai mengerutkan keningnya.
"apa masih kurang mengerti maksudku." Arthur berdiri menghadap Tasya dan berbisik di telinga Tasya..
"hentikan sandiwara mu... aku telah mengetahui semuanya, bahwa kamu simpanan pria tua itu, kamu gunakan wajah cantikmu itu untuk mengoda pria-pria berduit kan.!? kamu pikir aku tidak melihatnya, sudah berapa banyak yang menjadi korban mu, atau mungkin dan bisa jadi Bastian korban selanjutnya." Arthur berkata seakan Tasya adalah wanita simpanan pria tua, dan pria tua yang di maksud Arthur adalah Daddy Tasya.. Tasya tak pernah merasa mengenal pria tua manapun kecuali sang Daddy..
"hentikan omong kosong anda Tuan Arthur." Tasya mulai marah dan tak terima di bilang wanita simpanan..
Arthur tertawa mengejek pada Tasya, dan berjalan meninggalkan Tasya di basemen kantor.. Tasya menahan tangisnya karna seumur-umur dia tak pernah di kasari oleh siapapun, berkata kasar pada orang lainpun Tasya tak pernah melakukannya. tapi begitu orang mengatai Tasya yang tidak-tidak maka dia akan menangis karna sakit hati.
"mungkin yang di maksud Presdir adalah Daddy, apa dia melihat Daddy di apartemen.?" Tasya terus bertanya-tanya dalam hatinya.. Tasya menaiki lift dan berjalan menuju ruangannya.. Tasya masuk ruangan tanpa mengucapkan salam, dan itu membuat mereka semua bertanya-tanya, pagi ini Tasya tidak seperti biasanya..
"Tasya, apa kamu sakit.?" tanya Alex.. Tasya terkejut dan melihat ke arah Alex dan lainya.
"maaf, aku sedang melamun tadi sampe lupa memberi ucapan selamat pagi" Tasya berkata sambil tersenyum.. dan mereka pun itu tersenyum..
"Tasya, aku dengar dari Bastian, hari ini mulai pelelangan projects Hotel di pulau 3, pelelangan projects akan di mulai pukul 10 pagi." Alex memberitahu Tasya.
"OOO,,, baguslah, semoga kita bisa memenangkan projects tersebut."
__ADS_1
"ya,,, semoga saja." ucap Alex...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...