Mengejar CintaKU

Mengejar CintaKU
BAB - 17


__ADS_3

1 bulan kemudian, pelelangan projects rumah sakit di mulai, ada 10 perusahaan besar yang mendaftar ikut lelang project rumah sakit.


panitia membacakan daftar-daftar nama perusahaan. dan 10 perusahaan wajib hadir untuk mendengar proses lelang tersebut.


lelang project rumah sakit telah berlangsung, peserta lelang telah hadir dan di hadiri oleh pimpinan tertinggi Perusahaan masing-masing. dari perusahaan 10 perusahaan yang mengikuti lelang, 5 perusahaan terlambat datang di Karena jalanan macet. salah satunya MAGENTA CORPORATION.


5 Presdir terlambat 10 menit, mereka masuk bersamaan di ruang rapat, Tasya berjalan paling belakang.. "maaf kami terlambat" ucap Presdir dari perusahaan lain. setelah masuk ke dalam ruang rapat, mereka melanjutkan kegiatan tersebut.


Arthur melihat Tasya berjalan paling akhir, tatapan matanya tak lepas dari Tasya. dan Tasya peserta lelang yang paling cantik dan elegan, Arthur menatapnya hingga Tasya duduk di tempatnya.


saatnya memperkenalkan 10 peserta yang mengikuti lelang project rumah sakit, di mulai dari perusahaan.



Multi Teknindo Presdirnya Tuan Diego


Miracle Sun Presdirnya Tuan Jeffry


Colour Counter Presdir Tuan Steve


Metallica Engine Presdir Tuan Immanuel

__ADS_1


Arthuro Tech Presdir Tuan Arthur


Moon Technical Presdir Tuan Alex


Strong Expert Presdir Tuan Devan


Metalindo Presdir Tuan Fredrik


MAGENTA CORPORATION Presdir Nona Anastasya


King Steel Presdir Tuan William.



setelah di seleksi dari 10 perusahaan, hanya akan ada 1 perusahaan yang terpilih, proses lelang telah di menangkan oleh MAGENTA CORPORATION karena selain desain bangunan yang memenuhi standar, anggaran yang di gunakan juga sangat pas dengan yang di minta oleh pihak panitia lelang, sedangkan 9 perusahaan memasukan anggaran terlalu berlebihan.


lelang project rumah sakit telah selesai, semua peserta telah keluar dari ruang rapat. ada beberapa perusahaan yang minta berkenalan dengan Tasya, Tasya sangat ramah pada mereka.


Arthur bahkan menatap Tasya dengan tatapan datar dan dingin. dari awal datang ke ruang rapat hingga pulang, Tasya tidak pernah melihat ataupun menatap Arthur, bahkan Tasya menanggap Arthur tak ada di dalam ruang tersebut.


Saat Tasya akan masuk ke dalam mobilnya, tangannya di tarik masuk ke dalam mobil Limosin yang berada dekat dengan mobilnya, dan pintu mobil di kunci otomatis. Tasya menoleh dan melihat pria di sampingnya. Tasya tampak berusaha untuk tenang karena pria yang di hadapi ini akan bertambah kasar jika Tasya berontak.

__ADS_1


"long time no see Sir." ucap Tasya setenang mungkin...


Arthur melihat wajah dan meramas pergelangan tangan Tasya.. "you hurt my hand Sir." ucap Tasya yang sudah tak tahan menahan sakit di pergelangan tangannya.. "aku bahkan bisa lebih lagi menyakitimu Tasya." Arthur berkata pelan tapi terkesan mengintimidasi.. Tasya, maju dan berbisik di telinga Arthur.. "silahkan saja jika anda berani tuan Arthur." Tasya kembali menatap Arthur dan berusaha melepaskan tangan Arthur dari pergelangan tangannya.


Arthur terus menatap Tasya, Tasya berusaha untuk melepaskan tangan Arthur tapi pegangannya semakin kuat dan akhirnya Tasya marah..


"Anda pria yang suka menindas wanita, apa ini yang anda lakukan pada semua wanita.? anda pikir perilaku anda pantas di sebut Seorang Pria.? sebenci apapun anda padaku, masalah kita sudah selesai lama tuan, dan aku merasa tidak punya masalah apapun pada anda." Tasya mendorong Arthur dengan sekuat tenaganya tapi tetap Arthur menahannya dengan kuat, Arthur terus menatap Tasya tanpa beralih pandangan ke tempat lain.


Tasya berontak berusaha melepaskan pegangan Arthur, hingga akhirnya dia menyerah, berontak pun percuma, tidak akan di lepaskan, Tasya terdiam dan perlahan menangis.


"anda mau apa tuan Arthur, tolong jangan ganggu aku lagi.? aku capek tuan Arthur, sangat capek dengan semua ini, aku pikir masalah kita telah selesai saat anda mengusirku dari perusahaan anda."


Tasya berkata dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar oleh Arthur, Arthur melihat Tasya menangis, dia mengusap air mata Tasya dengan lembut, dan kemudian Arthur mencium bibir Tasya.


Tasya yang kaget di cium Arthur spontan mendorongnya, mendapat kesempatan lepas dari genggaman Arthur, Tasya membuka pintu mobil dan berlari ke mobilnya, secepat mungkin Tasya pergi dari situ.


sepanjang jalan, Tasya terus memikirkan Arthur yang mencium bibirnya.. "Haisss,,, dia mengambil ciuman pertamaku, dasar brengsek." ucap Tasya saat sedang membawa mobil..


Tasya tak kembali ke kantor, tapi dia pulang ke apartemen yang baru, yang jauh lebih besar dari apartemen sebelumnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2