Mengejar CintaKU

Mengejar CintaKU
BAB - 19


__ADS_3

Tasya tidak berlama-lama di acara tersebut, dia berencana untuk pergi ke club bersama Merry..


"Daddy Mommy, Tasya mau pulang duluan ya.?" kata Tasya... "kenapa cepat sekali sayang, acara baru setengah berjalan, Sini Daddy kenalkan sama pengusaha muda yang sukses sepertimu." ucap Daddy.. "Nuel, ini dia putri uncle." Nuel berjabat tangan dengan Tasya.. "aku pernah bertemu dengan Tasya uncle tapi waktu itu belum mengetahui namanya dan juga tidak tahu kalau Tasya Putri uncle." Tasya hanya tersenyum.. "baiklah, kalian berdua ngobrol saja dulu." Daddy meninggalkan Tasya dan Nuel..


saat Tasya berbincang bersama Nuel, Arthur datang dan bergabung bersama mereka berdua, Tasya hanya berdiam tak berbicara sedikitpun.. Tasya membiarkan Nuel dan Arthur untuk berbicara.. "aku permisi ke toilet sebentar." Nuel hanya mengangguk..


Tasya ke toilet, selesai dari toilet Tasya akan kembali ke acara dan mengajak Merry untuk segara pulang karna mereka mau ke club.. tiba-tiba tangannya di tarik hingga menuju ke taman samping gedung. Tasya tahu siapa yang menarik tangannya itu...


lepaskan tanganku Arthur, tanganku sakit. Arthur melepaskan pegangan tangannya dan melihat pergelangan tangan Tasya, dan benar saja, pergelangan tangannya memerah. Arthur melihat dan mengelusnya dengan lembut.


"kenapa membawaku kesini, acaranya di dalam bukan disini.!" kata Tasya.. Arthur hanya mendengar dan menatap mata Tasya saat Tasya berbicara.


sikap Arthur berubah sejak kejadian di dalam mobilnya, saat dia mencium bibir Tasya.. "aku hanya ingin membawamu pergi dari dalam gedung." kata Arthur yang terkesan santai..


"aku mau pulang Arthur, aku dan Merry mau ke cluu.." Tasya tak melanjutkan kata-katanya.. Arthur mengerutkan keningnya dan menyambung kata-kata Tasya... "club'.. kamu mau kesana.? ya kan.?" tanya Arthur.. "bukan urusanmu." Tasya berbalik dan pergi meninggalkan Arthur...


Tasya pulang bersama Merry, mereka bahkan tidak berganti pakaian saat ke club'. sampai di club' mereka menuju VVIP yang telah di pesan Betty..


"hai,,hai,,hai....wahh,, kalian berdua cantik sekali." Tasya dan Merry hanya tersenyum pada Betty.

__ADS_1


ternyata Arthur dan Bastian serta teman-teman pengusaha lainnya telah berada di club'yang sama, bahkan Arthur lebih dulu sampai. Tasya dan Merry sempat singgah Menganti mobil di apartemen Tasya..


Arthur mencari tahu di mana Tasya berada, setelah mencari tahu lewat pelayan di club', Arthur berjalan menuju ruangan di mana Tasya berada. Tasya kaget dengan keberadaan Arthur.. " kamu, kenapa bisa disini.?" tanya Tasya.. Arthur tak menjawab hanya terus menatap Tasya.. Merry datang ke Arthur dan berkata.


"jika kamu datang hanya untuk membuatnya menangis maka pergilah, jika tak ingin kena masalah" kata Merry..


"aku tak akan pergi, aku hanya akan menjaganya hingga selesai." Tasya marah dan berkata pada Arthur...


"pergilah, aku tak butuh kamu di sini.".. Arthur malah duduk di sofa dan tidak beranjak dari ruangan itu.


"haisss" Tasya menarik tangannya Arthur dan membawanya keluar, Arthur memegang pinggang Tasya dan berbisik di telinganya.. "kamu cantik malam ini" Tasya hanya memberikan senyuman sinis pada Arthur dan mendorongnya.. "pergilah, jangan pernah ganggu aku lagi." Tasya masuk dan mengunci pintu ruang VVIP.


"aku tak apa-apa Betty, bawalah Merry pulang, dia malah lebih parah dariku."...


"baiklah, kamu berhati-hati di jalan.'"...


oke... jawab Tasya...


keluar dari ruang VVIP Tasya merasa pusing tapi tidak terlalu pusing sekali, ternyata sejak tadi Arthur menunggunya di depan pintu ruang VVIP. Tasya berjalan pelan-pelan sambil memegang kepalanya.. sampai di bartender, Tasya di pegang pria lain yang sedang duduk di situ.. "hai cantik, temani kami malam ini.?" Tasya melihat dan berontak..

__ADS_1


"lepaskan tanganku bajingan".. tiba-tiba dari arah belakang Tasya, ada yang melakukan pemukulan pada pria yang memegang tangan tasya..


Tasya terkejut pria di depannya telah jatuh tergeletak.. Tasya gemetar melihat aksi tersebut di depan matanya.


Arthur menarik tangan Tasya dan keluar dari club itu.. "kamu tidak apa-apa.? hei,,, lihat aku. kamu aman sekarang."


Tasya masih gemeteran karna kejadian tadi, Arthur membuka jasnya dan memakaikan pada Tasya...


"lain kali jangan memakai pakaian seperti ini masuk ke dalam club." ucap Arthur yang begitu lembut pada Tasya...


"aku mau pulang Arthur."..


"ya, aku akan mengantarmu pulang, berikan kunci mobilmu. Vian yang akan membawa mobilmu." Tasya memberikan kunci mobil.


saat dalam perjalanan pulang, Tasya tertidur di mobil Arthur,. Arthur sendiri tidak mengetahui alamat tempat tinggal Tasya.. akhirnya Arthur membawanya ke mansionnya.


Arthur membaringkan Tasya dan membuka jas yang di pakai tasya, yang mengantikan pakaian Tasya adalah maid di mansion Arthur .


Arthur membersihkan dirinya lalu tidur di samping Tasya. Arthur mengelus pipi mulusnya Tasya dan menciumnya, Arthur kelepasan hingga mencium Tasya hingga ke lehernya dan membuat tanda di sana, Arthur mengakhiri aksinya takut melewati batas. dan tidur sambil memeluk erat tubuh Tasya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2