
Tasya menyerahkan semua urusan proyek pada Carl, Tasya hanya ingin sendiri dan menikmati kesendiriannya di pulau 3..
pagi ini Carl, menemani rekanan perusahaan untuk memantau proyek dermaga, Arthur datang bersama Harry dari perusahaan Stone Rich.. Arthur tak melihat Tasya di sana, Tuan Harry menanyakan Tasya pada carl dan Carl hanya menjawab sedang mengurus proyek yang lain.. Arthur dan mendengar percakapan mereka.
selesai dari dermaga mereka makan siang bersama di resto hotel, Arthur melihat Tasya memakai dress hitam panjang tipis di dalamnya bra dan celana hotpants dengan warna senada, Tasya mengunakan topi pantai dan kacamata hitam. Tasya cantik dan super seksi. Tasya berjalan keluar menuju pantai. Tasya suka pantai tapi dia pobia air laut yang berwarna biru.
Arthur melihat Tasya, hingga Tasya menjauh. tuan Harry kembali menanyakan Tasya, tapi tetap di jawab Carl Nona Tasya sedang sibuk mengurus proyek.. Arthur merasa Tasya menghindar darinya. padahal Tasya hanya ingin menikmati liburannya.
Tasya duduk menikmati angin laut sambil berpikir untuk kedepannya dia harus menjadi lebih dewasa dalam berpikir, dan mencoba untuk menata hidupnya menjadi lebih baik lagi.
handphone Tasya berdering.
"ya Daddy"
"sedang apa sayang.?"
"sedang menikmati indahnya pantai Daddy."
"jangan mandi laut, kamu bisa pingsan nanti."
"Tasya tidak kelaut Daddy, hanya di pinggir pantai saja."
__ADS_1
"baiklah,, Oya Tasya apa kamu sudah memikirkan yang Daddy katakan padamu.?"
"Daddy, Tasya masih ingin sendiri dulu, kalau Tasya siap,.Tasya akan beritahu Daddy."
"baiklah sayang, tapi jangan lama-lama umur kamu semakin tua."
"iya Daddy."
"ya sudah, Daddy tutup ya"
Tasya di jodohkan oleh Daddy-nya, di usia 25 tahun Tasya belum juga menikah, Daddy akhirnya memutuskan untuk menjodohkan Tasya tapi Tasya menolaknya.
Tasya berjalan kembali ke hotel karna perutnya keroncongan, Tasya makan di resto hotel, saat makan, Arthur datang bersama seorang wanita seksi dan duduk berdekatan dengan meja tasya, Tasya melihatnya dan kembali memakan makanannya.
"sayang, kamu berapa lama di sini.?" tanya wanitanya Arthur
"belum pasti baby." jawab Arthur
"aku ijin hanya 3 hari, jadi selama 3 hari aku ingin selalu bersamamu."
"yes baby."
__ADS_1
Arthur sengaja duduk berdekatan agar Tasya tahu kalau Arthur mampu melupakan Tasya.
selesai makannya Tasya kembali ke kamar.. dia berjalan melewati Arthur, Arthur hanya melihatnya hingga menjauh.
malam tiba Tasya ingin ke club', Carl menemani Tasya ke club', malam itu Tasya berpakaian seksi saat masuk ke dalam club. ternyata Tasya melihat Arthur bersama wanita tadi siang, Arthur sudah melihat Tasya saat masuk ke dalam club tapi Arthur cuek, seakan tak melihatnya. Tasya mulai memesan cocktail untuk dirinya, Carl memesan minuman yang entah itu apa namanya.
mata Arthur tak lepas dari Tasya, karna Arthur tahu Tasya tidak kuat minum beralkohol. Tasya hanya duduk dan menggelengkan kepalanya karna Musicnya makin asik.. "Carl,, aku ke toilet sebentar ya." kata tasya,, "saya temani nona.?".. "tidak usah Carl, kamu duduk saja.".. "baik"...
Tasya berjalan menuju toilet, Arthur mengikutinya dari belakang, keluar dari Toilet, Tasya menabrak pria didepannya, Tasya melihat pria itu dan ternyata Arthur..
"Maaf aku tidak sengaja." Tasya menundukkan kepalanya..
Arthur hanya diam dan terus menatap Tasya.. Tasya di dorong kekasih Arthur, Arthur kaget Silva muncul dari belakangnya, hingga kepalanya Tasya terbentur di dinding.
"kau kalau jalan pake mata, atau kau sengaja ingin merayu kekasihku.?." marah kekasih Arthur.. sebenarnya Arthur ingin sekali memarahi Silva karna telah mendorong Tasya, tapi Arthur tidak mau silva semakin menjadi-jadi..
Tasya kembali berjalan dengan kepalanya yang agak sakit, dan Arthur melihat itu, Tasya terus memegang kepalanya hingga dia pingsan sebelum sampai di tempat duduknya. Arthur mengangkatnya dan membawanya ke kamar hotel milik Tasya..
"Carl panggilkan dokter segera dan periksa keadaannya." Arthur tetap menjaga Tasya hingga dokter datang, setelah mengetahui keadaannya baik-baik saja, Arthur bergegas untuk balik ke kamarnya dan memarahi silva.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1