
sejak kejadian di dalam mobilnya, Arthur terus memikirkan Tasya, bahkan Arthur memantau kegiatan yang Tasya lakukan. dia berharap bisa bertemu dengan Tasya lagi. Tetapi sejak kejadian itu, Tasya semakin terus menghindar dari Arthur dan dia berharap tak akan pernah bertemu dengan pria itu lagi.
retting perusahaan terus meningkat, retting Global bahkan telah mengumumkan, perusahaan dengan predikat terbaik. yang pertama perusahaan SILVELSTER CORPORATION, tak pernah turun dari posisinya selama beberapa tahun, yang kedua MAGENTA CORPORATION, dari posisi ke 6 naik dengan drastis ke posisi kedua, dan yang ketiga METALLICA ENGINE, posisi keempat ARTHURO TECH.
Tasya sangat senang dengan pencapaiannya, semua berkat kerja kerasnya dan karyawan yang berada di perusahaannya.
Arthur membaca berita retting tertinggi, dia hanya diam dan terus memikirkan Tasya..
"pencapaian yang luar biasa, Tasya sungguh hebat, tapi tidak mungkin dia sendiri tanpa ada dukungan modal dari investor lain. mungkin dan bisa jadi Tuan Silvelster yang memberikan modal padanya." gumam Arthur...
Besok adalah perayaan besar kumpulan para pengusaha yang di adakan setahun sekali, perusahaan terbaik akan mendapatkan award.
"Tasya, besok perayaan besar para pengusaha, apa kamu akan pergi.?" tanya merry... "tentu Merry, aku akan pergi dan kamu akan ikut bersamaku." kata Tasya... "tapi aku malu Tasya."... "ada aku Merry, tidak usah takut, pulang kerja kita ke butik ya, pilih gaun yang seksi, hehehe."... "baiklah Tasya" sambil tersenyum...
handphone Tasya berdering, Daddy menelfonnya..
"hallo Daddy." jawab Tasya.. " sedang apa sayang.?" tanya Daddy... "lagi di kantor dan sedang berbicara dengan Merry."... "apa Daddy mengganggu mu sayang.?" tanya Daddy.. "tidak sama sekali Daddy, apa ada hal penting Daddy.?" tanya Tasya... "Daddy mau tanya, apa kamu di undang ke acara besok.?".. "iya Daddy, perusahaan Tasya di undang, dan besok Tasya berencana pergi bersama Merry." kata Tasya.. "baiklah sayang, besok Daddy dan mommy akan datang, kita ketemu di sana ya.!"... "iya Daddy"..
pulang dari kantor, Tasya dan Merry singgah ke butik langganan mereka, Tasya memilih gaun seksi berwarna merah tanpa lengan, leher model V dan halter putri duyung yang mempunyai belahan dari ujung kaki hingga paha, gaun yang pas di tubuhnya. Merry memilih gaun long dress seksi tanpa lengan berbahan beludru berwarna maroon.
acara di mulai pukul 7 malam, semua pengusaha telah berkumpul, style-nya beda-beda tapi berkelas. Arthur telah datang bersama Bastian, mereka bahkan bergabung bersama pengusaha lainnya.
__ADS_1
Tuan Silvelster dan istrinya juga hadir di acara itu. "Daddy, mommy tidak melihat Tasya bersama Merry, apa mereka belum datang.?" tanya mommy.. "sepertinya mereka belum datang sayang, tunggulah sedikit lagi mereka pasti datang."
sementara acara berlangsung, Tasya datang bersama Merry,,, "Merry kamu duluan masuk ke dalam, aku ke mobil ambil handphone ku, aku lupa membawanya" Merry masuk duluan dan duduk di meja yang telah di sediakan sesuai nama perusahaannya..
saatnya mendapatkan reward untuk perusahaan berpredikat terbaik..
yang pertama kami persilahkan Presdir dari SILVELSTER CORPORATION untuk naik ke panggung.
yang kedua Presdir dari MAGENTA CORPORATION di panggil 2 kali Tasya tak kunjung datang dan naik ke panggung, panggilan ke 3 Tasya tiba di pintu gedung acara, tuan Silvelster menunjuk ke arah pintu dan semua orang melihat ke arah pintu, Tasya yang kaget di liat banyak orang, bahkan dia bingung semua orang melihat ke arahnya.
MC segera mempersilahkan Tasya untuk naik ke panggung agar mendapatkan reward.
Arthur tak melepaskan pandangannya sama sekali.. Bastian bahkan tidak percaya kalau itu Tasya.. "Arthur,,, itu beneran Tasya.?" tanya Bastian... "ya,,, itu Tasya." jawab Arthur...
setelah semua nama-nama perusahaan yang di panggil maju kedepan, mereka di berikan Tropi penghargaan. dan setelah mendapatkan tropi, mereka di persilahkan untuk memberikan sepatah dua kata, sebagai motivasi untuk perusahaan yang lain.
Tuan Silvelster hanya memberikan sedikit wejangan, dan kemudian berpindah ke Tasya..
Tasya bingung harus berbicara apa, Daddy menyemangati dari sampingnya, "ayok sayang kamu pasti bisa." ternyata suara Tuan Silvelster di dengar sebagian orang yang duduk di barisan depan panggung, akhirnya mereka membicarakan tentang Tasya yang tidak-tidak.
Tasya yang mendengar salah satu dari pengusaha yang mengatakan.. "bisa jadi dia wanita simpanan, dia sukses karna bantuan dari Tuan Silvelster." Tasya hanya berdiam di depan, dan terus menatap orang yang berbicara buruk tentangnya..
__ADS_1
Arthur sempat mendengar suara dari pengusaha itu saat berbicara buruk tentang Tasya. Arthur melirik ke pengusaha itu dengan ekor mata yang tajam dan kemudian beralih ke Tasya.
Daddy mengambil mike dari tangan Tasya.. Daddy-nya marah ketika ada orang yang berbicara buruk tentang putri kesayangannya.
"anda Wanita yang duduk di depan saya." Daddy menunjukan wanita yang berbicara buruk tentang Tasya.. " apa anda mengenal wanita yang berdiri di samping saya.? anda jangan asal berbicara yang tidak-tidak tentang dia.? dia bukan wanita simpanan seperti yang anda bilang. perlu anda ketahui, ANASTASYA MARGARETH SILVELSTER adalah putri saya ANTONIO SILVELSTER. tolong jaga bicara anda. dia bisa sesukses ini karna kerja keras dia sendiri, tanpa bantuan dari saya sebagai Daddy-nya." semua orang yang berada dalam gedung terkejut mengetahui kalau Tasya adalah putri kandung dari Tuan Antonio Silvelster.
apalagi Arthur lebih terkejut lagi, dia seakan tidak percaya kalau Tasya adalah Putri dari tuan Silvelster. Arthur bahkan terus melihat Tasya saat menarik tangan Daddy-nya.
Tasya menarik tangan Daddy dan segera untuk kembali ke mejanya. MC berulang kali meminta maaf atas kejadian tadi kepada Tuan Silvelster dan nona Tasya.
Tasya tersenyum pada Daddy dan berkata.. "apapun yang orang katakan jangan pernah masukan ke dalam hati, biarkan mereka yang merasa sakit akan kesuksesan orang lain." Daddy memeluk Tasya dan mencium keningnya sang Mommy pun sama, memeluk dan mencium kening putrinya itu.
kata-kata yang di ucapkan Tasya, di dengar oleh Arthur, karna meja Tuan Silvelster berdekatan dengan meja Arthur..
"mommy Daddy, Tasya kembali duduk di belakang ya, kasian Merry sendiri di belakang." kata Tasya... "baiklah sayang, tapi setelah itu kembalilah kesini" ucap mommy.. "iya mommy, Tasya pasti balik"... Tasya berjalan kembali ke meja paling belakang. saat kembali ke meja belakang, semua orang melihat Tasya, dan Tasya hanya tersenyum pada mereka..
"Merry maaf meninggalkan mu begitu lama.?" Tasya merasa tidak enak pada Merry.. "aku tidak apa-apa Tasya, dan wanita di depan, apa perlu di beri pelajaran.?" Merry yang mulai emosi... "tidak usah membalasnya, apalagi dengan kekerasan Merry, biarkan saja."..
"Haisss,,, kamu selalu seperti itu, tidak pernah mau membalas sekalipun sering disakiti orang-orang." kata Merry.. Tasya hanya tersenyum..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1