Mengejar CintaKU

Mengejar CintaKU
BAB - 25


__ADS_3

Arthur masih setia menjaga Tasya, dia bahkan tidak meninggalkan Tasya sedikitpun.


keesokan harinya Tasya tersadar, dia melihat sekeliling ruangan yang di tempatnya hingga tatapannya tertuju pada sosok yang di kenalnya "Arthur..." Tasya memanggil Arthur dengan suara yang pelan dan Arthur mendengarnya, Arthur yang tertidur di kursi segera bangun setelah mendengar namanya disebut.. "Tasya,,, apa ada yang sakit.? apa perlu di panggilkan dokter.?".. tidak, tidak perlu, aku mau kamu di sini temani aku.".. ya, aku akan selalu menemanimu, sebentar ya aku panggilkan dokter untukmu."


Arthur memanggil dokter dan dokter segera memeriksa keadaan Tasya.. setelah dokter bertanya pada Tasya dan terjawab sudah, apa yang di perkirakan dokter ternyata benar... Tasya phobia akan lautan.. "tetaplah di kamar hingga boat menepi ke dermaga ya.".. iya Dok" jawab Tasya.. Tasya terus berbaring dalam kamarnya dan di temani Arthur.. "Arthur, jika kamu bosan, pergilah bergabung bersama yang lain di atas, aku bisa sendiri di sini."..


"tidak akan ku biarkan kamu sendiri dalam kamar ini, aku akan terus menemani mu hingga boat menepi ke dermaga.".. Tasya hanya diam dan melihat Arthur lalu kembali berbaring.


William pergi ke kamar Tasya karena ingin melihat keadaannya dan di sana dia bertemu dengan Arthur.. "bagaimana keadaannya.?" dia baik-baik saja dan sedang beristirahat." baiklah, siang sebentar kita akan balik ke dermaga.".. ya".. kalau begitu aku naik dulu ke atas ya, kalau ada apa-apa segera beritahu."... MMM" jawab Arthur...


Tasya terbangun pukul 10 pagi karena dirinya merasa lapar, dan Arthur mengetahui hal itu, bagaimana tidak, sejak semalam hingga pagi Tasya belum juga makan, dan Arthur telah menyiapkan semuanya di meja. "Arthur, aku lapar.".. bangunlah, aku telah menyiapkan makanan untuk mu.".. Tasya bangun dan duduk di tepi tempat tidurnya.. aku suapi ya.?".. aku bisa makan sendiri Arthur.".. jangan menolaknya Tasya, aku akan menyuap mu."..


Tasya hanya mengangguk, Arthur menyuapkan makanan hingga habis " setelah ini istirahatlah, beberapa jam lagi kita akan kembali ke dermaga.".. aku bosan jika harus berbaring terus Arthur, aku akan membersihkan diriku, setelah itu aku akan naik ke atas untuk menikmati udara.".. tapi kamu phobia akan laut Tasya, aku tidak mau terjadi sesuatu sama kamu, apalagi kita masih di tengah laut..


hanya sebentar saja kita di atas Arthur, aku ingin menikmati udara di atas.".. Arthur hanya mengangguk.


Tasya mandi dan bersiap untuk ke atas kabin bersama Arthur, Arthur melihat pakaian yang di pakai Tasya dan Arthur tidak menyukai Tasya memakai pakaian yang begitu seksi. "tidak ada pakaian yang lain kah.? itu terlalu seksi Tasya.?".. Tasya melihat penampilannya di cermin dan dia merasa pakaian yang di pakainya tidak terlalu seksi. "aku hanya mengunakan pakaian seperti ini dan kamu bilang seksi Arthur.?"... iya Tasya, bajunya terlalu transparan sehingga terlihat bagian dalamnya. "pakaiannya memang seperti ini, dan aku memakai bikini dari dalam.".. Arthur terpaksa mengalah karena berdebat dengan wanita sudah pasti tidak akan menang.

__ADS_1


mereka berdua naik ke kabin atas dan bergabung bersama yang lain. "wow, gadis itu cantik sekali." kata kolega William, "dia Tasya, wanita yang semalam sakit.".. semua mata melihat Tasya dan Arthur yang sedang berjalan.. Tasya melihat lautan yang begitu biru, sontak memundurkan langkahnya dan menggenggam tangan Arthur "sudah aku katakan jangan ke kabin karena ketakutan mu akan kembali muncul setelah melihat lautan." Tasya berbalik dan memeluk Arthur, semua wanita dan pria yang ada di kabin melihat tingkah Tasya. "kita kembali saja ke kamar sekarang.".. mmmm" jawab Tasya..


akhirnya Arthur dan Tasya kembali ke kamar.. "maaf telah merepotkan mu." ucap tanya.. ya, tidak apa, duduklah di sini dan jangan kemana-mana, aku akan mengambil air untukmu."... Arthur kembali ke kabin atas untuk mengambil air "Arthur, bagaimana keadaan Tasya,.?" dia sedang beristirahat di bawah, dia hanya merasa pusing saja."... oke, baiklah" kata William...


Arthur membawakan air untuk Tasya, sampai di kamar, Tasya sedang baring di tempat tidur "bangun dan minumlah dulu."... ya Arthur " Tasya bangun dan meminum air yang di bawakan oleh Arthur.. istirahatlah, jika sampai di dermaga, aku akan membangunkan mu.".. Tasya kembali beristirahat..


Arthur memastikan kembali jika Tasya telah tidur, dan Arthur naik ke atas kabin untuk bergabung bersama rekan-rekannya. "Arthur, nona Tasya di mana.?".. dia sedang beristirahat, jam berapa kita akan balik ke dermaga.? tanya Arthur.. satu jam dari sekarang, kita akan balik ke dermaga." jawab William.. boleh aku bertanya.? tanya William.. Arthur mengangguk.. "apa sudah lama kamu mengenal nona Tasya.?.. ya, aku mengenalnya jauh sebelum anda mengenalnya."..


"o begitu ya, aku pikir kalian baru saja berkenalan sejak proyek dermaga." kata William..


"baiklah, aku ke kamar Tasya, mau lihat keadaannya.." Arthur sengaja ingin melihat Tasya, agar William tak banyak lagi bertanya.. dan William hanya mengangguk.


boat tiba di dermaga dan Tasya sudah bangun lebih dulu, Tasya melihat tangannya di pegang Arthur, Tasya melepaskannya dan Arthur terbangun. "kamu sudah bangun.?".. ya Arthur, kita sudah sampai di dermaga.. Arthur melihat ke jendela boat dan benar saja, boat sudah di dermaga. "baiklah, ayok kita turun."..


setelah turun Louise mengantarkan Tasya ke hotel.


kamu nginap di sini.?.. "ya Arthur aku menginap di sini.".. "masuklah dan istirahat, nanti aku bawakan makanan untukmu, kamu belum makan siang ka.?" tanya Arthur .. Tasya hanya mengangguk kan kepalanya.. Arthur keluar dari kamar Tasya dan kembali ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


Arthur membersihkan dirinya dan bersiap untuk mengambil makanan Tasya. setelah mengambil makanan Tasya Arthur bergegas menuju kamar Tasya.


memencet bel berulang kali barulah pintu kamar terbuka "maaf, aku lagi mandi tadi.".. Tasya membuka pintu kamar hanya dengan menggunakan bathrobe, Arthur yang melihatnya segera mengalihkan pandangannya.


Arthur mengatur makanan di atas meja, dan menyuruh Tasya agar segera memakan makanannya hingga habis.


tanpa sengaja bathrobe yang di pakai Tasya agak terbuka sedikit di bagian dadanya, Arthur yang melihat itu hanya menelan ludahnya dan berusaha untuk menahan hasratnya.


saat Tasya kembali menunduk untuk mengambil dan membuang bekas tisu yang di pakainya, bukit kembarnya terlihat jelas oleh Arthur, bukit yang begitu montok serta putih. Arthur berdiri dan segera pamit pada Tasya, dia tidak mau berlama-lama di dalam sini "jangan pulang dulu, temani aku hingga tertidur." Tasya menahan tangan Arthur..


Arthur berbalik dan melihat tasya.."kamu istirahatlah".. "kalau ada apa-apa hubungi aku." saat akan keluar dari pintu, Tasya memeluk Arthur dari belakang..


"kamu masih marah.?" tanya Tasya.. aku tidak marah." Arthur menjawab dan masih berdiri di depan pintu.. Tasya berjalan berputar ke depan Arthur dan melihat wajah Arthur "kamu marah padaku kan.?".. Arthur berusaha untuk tenang karena bathrobe Tasya semakin terbuka dan Tasya tak menyadari itu.


Tasya memeluk Arthur dengan erat dan tak mau melepaskannya.


Arthur membalas pelukan Tasya dan mencium kening Tasya. " istirahatlah, aku akan balik sebentar sore.".. "tidak mau, aku mau kamu di sini temani aku tidur Arthur." kata Tasya dengan sedikit manja dan Arthur menyukai itu. Arthur melepas pelukannya dan melihat wajah cantik Tasya.. Arthur merapikan bathrobe yang di pakai Tasya dan menyuruhnya untuk segera berganti pakaian.

__ADS_1


Tasya kembali memeluk Arthur dengan erat "gantilah pakaianmu kalau tidak kamu bisa sakit Tasya.".. Arthur berkata sambil memeluk Tasya bahkan terus menerus mencium kening Tasya. karena Tasya tak kunjung Menganti bajunya, akhirnya Arthur menggendongnya menuju kamar mandi agar Tasya segera Menganti baju.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2