Mengejar CintaKU

Mengejar CintaKU
BAB - 20


__ADS_3

Tasya bangun dari tidurnya, merasa pusing akibat semalam meminum minuman beralkohol. Tasya membuka matanya dengan pelan, dan melihat sekeliling kamar yang terasa asing baginya. Tasya berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik, dia mencoba untuk mengingat kejadian semalam, setelah mengingatnya, Tasya bangun dan memeriksa baju yang di pakainya, ternyata telah berubah, Tasya memakai kemeja lengan panjang, yang panjangnya sampai di pahanya, tak memakai bra sama sekali.


Tasya teriak sekencangnya, Arthur berlari dari ruang kerjanya menuju kamar, ternyata Arthur telah melihat Tasya dari CCTV di ruang kerjanya.


"Arthur kamu apakan aku.? siapa yang Menganti bajuku.?" tanya Tasya...


"aku yang mengantikan pakaian dan aku telah melihat semua yang ada pada dirimu." seketika Tasya mundur dan kakinya terasa lemas.. dia berjalan menuju jendela kamar dan Tasya sempat melihat bayangan wajahnya di cermin.


Tasya panik melihat ada warna merah keunguan di lehernya itu.. " ini apa Arthur.? kenapa kamu lakukan ini padaku Arthur.? aku membencimu Arthur." Arthur melihat tasya yang menangis lalu memeluknya.. "maafkan aku"..


"aku membencimu Arthur dari dulu bahkan sampai sekarang, aku tetap membencimu, sebaik apapun kamu padaku dan selembut apa kamu lakukan, aku tetap membencimu Arthur. lepaskan aku." Tasya berontak dan memukulnya.


"aku minta maaf Tasya,, kalau boleh aku berkata jujur maka aku akan ceritakan semuanya. aku menyukaimu sejak kamu pertama magang di perusahaanku, karna kedekatan mu dengan Bastian membuat aku tidak menyukai itu."


"aku menuduhmu dengan tuan Silvelster karna saat itu aku tidak mengetahui bahwa kamu adalah putrinya, melihatmu di cium dan di peluknya membuat hatiku makin panas."


"entah mengapa sejak kamu tidak lagi magang, aku merasa ada sesuatu yang hilang dariku, aku berusaha mencarimu tapi tidak ada jejak sedikitpun darimu."

__ADS_1


"aku bahkan, menanyakan kamu di kampus, merekapun tidak mengetahuinya, hingga akhirnya kamu kembali ke negara ini, aku bertekad tak akan menyakitimu lagi, bahkan aku akan berusaha untuk mendapatkan maaf darimu."


Tasya semakin menangis' dan berkata... "sekalipun kamu mendapatkan maaf dariku, jangan harap bisa dekat denganku apalagi berharap bisa memilikiku. teruslah berkhayal dalam khayalanmu."


"apa yang harus aku lakukan agar mendapatkan maaf darimu." tanya Arthur


"enyahlah dari hidupku, dan jangan pernah muncul dihadapanku"


"baiklah jika itu maumu." Arthur berjalan membuka pintu kamarnya, Arthur tahu kalau kelakuannya dulu tak pantas mendapatkan maaf dari Tasya.


Ternyata, Tasya sangat menyesal berbicara seperti itu pada Arthur. Tasya mengantikan pakaiannya dan pulang dari mansion Arthur.


keesokan harinya Tasya berangkat ke kantor agak siang,, Merry berlari keruangan Tasya dan hendak bercerita tentang kejadian hari ini.


"Tasya, apa kamu baik-baik saja.?" tanya Merry..


"ya,, aku baik-baik saja Merry." Tasya menjawab dan tersenyuman..

__ADS_1


"kamu sudah mendengar berita hari ini.?"..


"belum, memangnya ada berita apa Merry.?"


"perusahaannya Arthur." Tasya kembali terdiam..


"ada apa dengan perusahaannya.? aku tak mau tahu dengan urusan Arthur, Merry."


"baiklah, aku dengar pagi ini Arthur telah menjual semua saham perusahaannya ke METALLICA ENGINE." Tasya terkejut mendengarnya, tapi Tasya membuat dirinya setenang mungkin.


"biarkan saja Merry, sudahlah kembali ke ruangan mu sekarang, aku mau kerja" Tasya menyuruh Merry kembali ke ruangannya..


"baiklah."


Tasya memikirkan apa yang di ucapkannya pada Arthur, Arthur membuktikannya, bahkan dia menjual seluruh perusahaannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2