Mengejar CintaKU

Mengejar CintaKU
BAB - 24


__ADS_3

menjelang pagi, Tasya terbangun karena pintu kamarnya di ketuk, dengan wajah yang masih ngantuk Tasya terpaksa berjalan untuk membuka pintu kamarnya.. "Carl.. kau membangunkan ku. ada apa datang pagi-pagi begini.?" maaf nona, mengganggu tidur anda, ada undangan dari tuan William buat anda nona.".. terimakasih sudah mengantar undangannya Carl.".. baik nona, saya permisi."..


Viola membaca undangan dan menaruhnya di meja, viola memutuskan untuk segera membersihkan dirinya dan bersiap untuk sarapan pagi. Tasya berjalan dan tidak sengaja bertemu dengan Arthur yang keluar dari kamarnya, Tasya terus berjalan tanpa bertegur sapa dengan Arthur.


Arthur menahan pergelangan tangannya dan Tasya terkejut karena itu.. "ada apa.?" tanya tasya.. mau kemana.? apa kamu tidak melihatku yang baru saja keluar dari kamar ini.?".. "Maaf Tuan Arthur, aku tidak suka memperhatikan orang." jawab Tasya.. maaf, aku mau sarapan, jika tidak ada urusan aku permisi.".. sebaiknya kita pergi bersama-sama karena aku kebetulan mau sarapan.".. Arthur berjalan bersama Tasya tapi tangannya tidak di lepas oleh Arthur.


Tasya terus memperhatikan tangan Arthur, hingga akhirnya Tasya melepaskan genggaman tangan Arthur dengan kasar. Arthur melihatnya dan berkata "biarkan seperti ini Tasya, jangan melepaskannya.".. Tasya hanya berdiam dan terus berjalan menuju resto cottage.


mereka makan bersama tanpa ada yang berbicara sedikitpun. selesai sarapan, Tasya berniat untuk berjalan-jalan ke pantai, karena sore hari dia harus balik ke Hotel Pulau 3 untuk menghadiri pesta Boat Tuan William. "aku sudah selesai sarapan dan permisi tuan Arthur, aku duluan." Arthur merasa Tasya benar-benar tak membuka hatinya untuk Arthur, bahkan cenderung menghindar darinya.


Arthur terus mengikuti Tasya yang berjalan sendiri di pantai. tasya berbalik dan melihat Arthur di belakangnya "kenapa mengikuti aku tuan Arthur.? tidak bisakah anda berjalan sendiri tanpa mengikuti ku.?".. Arthur berjalan semakin dekat dan memeluk Tasya dengan erat.. sampai kapan kamu seperti ini Tasya.?" Arthur melihat wajah Tasya dan kembali memeluknya dengan erat.. "Arthur, kamu memelukku terlalu erat, aku merasa sesak Arthur." akhirnya Arthur melepaskan pelukannya.. Tasya hanya berdiam tanpa berbicara sedikitpun..


"Anastasya, Aku MencintaiMU.".. "maaf atas segala kelakuan ku selama ini padamu, jika kamu menerimanya maka aku akan selalu bersama dengan mu, dan mencoba untuk merubah semuanya menjadi lebih baik, dan jika kamu menolaknya, maka selamanya aku akan menghilang dari hidup mu." Tasya tak menjawab perkataan dari Arthur, Tasya binggung dan belum siap untuk menjawabnya, dia hanya berdiam dan menatap wajah Arthur.


karena lama tak mendapat jawaban akhirnya Arthur tahu, kalau Tasya benar-benar tidak mencintai Arthur.


Arthur melepas tangannya dari bahu Tasya, Arthur melihat sekali lagi wajah Tasya dan jalan meninggalkan Tasya.


Tasya sadar Arthur telah berjalan jauh darinya, Tasya berlari mengejar Arthur tapi tidak mendapatkan Arthur.


Tasya mencari sampai di dalam cottage, bahkan di kamar Arthur tapi tidak ketemu "dia kemana.? kenapa cepat sekali menghilang.?" Tasya terus mencari hingga siang hari, Tasya memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya dan beristirahat karena sore dia akan cek out dari cottage.

__ADS_1


Tasya bersiap untuk cek out dari cottage, sebelum cek out, Tasya sengaja melewati kamar Arthur dan mengetuk pintu kamarnya tapi tidak ada jawaban sama sekali, akhirnya Tasya berjalan menuju resepsionis untuk segera cek out.


setelah cek out dari cottage, Tasya menumpang mobil Cottage dan menuju hotel Pulau 3.. sampai di hotel Pulau 3, Tasya kembali membuka kamar untuk 2 hari, karena setelah kembali dari party boat dia akan segera kembali ke kota A.


tuan William telah menyiapkan 2 boat besar pribadi miliknya untuk di gunakan, Arthur menaiki boat pertama beserta Pria dan wanita konglomerat. sedangkan Tasya, mengunakan boat kedua. pesta di adakan di tengah laut tapi masih bisa melihat pulau 3..


saat menaiki boat, Tasya merasa takut melihat laut, Tasya phobia akan air laut.. setelah naik boat Tasya hanya duduk berdiam di dalam boat dan tidak berjalan kemana-mana, hanya duduk satu tempat yaitu di bartender dalam boat.


boat pertama yang di tumpangi Arthur tiba lebih dulu, mereka bahkan telah berpesta lebih dahulu, boat ke dua tiba pukul 8 malam, karena masih menunggu tamu yang berdatangan.


akhirnya boat kedua tiba, boat kedua di rapatkan dengan boat pertama, tamu boat pertama dan kedua membaur hingga pesta menjadi ramai. pesta khusus kalangan atas yang mewah dan sungguh pengamanan yang sangat ketat.


Tasya hanya duduk di bartender tanpa bergabung dengan yang lain, bukan Tasya tidak mengenal mereka tapi Tasya takut akan air laut, apalagi di tengah laut seperti sekarang ini..


Arthur tak melihat Tasya yang berada di boat kedua, Arthur bergabung bersama pengusaha lainnya yang berada di boat kedua, sambil meminum minumannya Arthur berbincang-bincang sambil sesekali tertawa bersama koleganya.


Tasya melihat Arthur dari tempat duduknya di depan bartender, Tasya hanya tersenyum jika melihat Arthur tertawa lepas bersama rekan-rekannya. hingga akhirnya ada seorang wanita yang datang pada Arthur, memeluk bahkan mencium Arthur di depan Tasya.


Tasya hanya melihat dan tersenyum sinis lalu membuang wajahnya ke tempat lain. Arthur hanya berdiam saat di peluk dan di cium oleh Sandra wanita pengusaha dari negaranya.


kalian lihat wanita yang duduk di depan bartender sana sangat cantik, apakah ada yang mengenalnya.? jika ya, kenalkan aku padanya.? atau aku akan mendekatinya saja ya." kata kolega Arthur.. Arthur tersadar saat melihat Tasya yang beranjak dari bartender dan yang di maksud koleganya itu adalah Tasya.

__ADS_1


Arthur hanya berdiam saat di tanya koleganya itu, dia melihat Tasya yang turun ke bawah kabin kapal.


Tasya hanya mengambil syalnya karena malam semakin dingin, Tasya kembali duduk di bartender dan menikmati minumannya. Arthur melihat Tasya duduk sendirian, ingin rasanya Arthur ikut bergabung bersamanya tapi karena cintanya tidak di balas oleh Tasya akhirnya Arthur memilih untuk menghindar.


di saat Tasya sedang duduk, datanglah teman William yang bernama Joseph, "Hai, kamu sendirian.? kenapa tidak bergabung bersama mereka di sana.?".. Tasya tersenyum sambil menikmati minumannya.. sebentar lagi aku bergabung kok.".. aku Joseph." sembari memberikan tangannya untuk berjabat tangan dengan Tasya.. aku Tasya." dan Tasya pun tersenyum.. tanpa di sadari Tasya, Arthur memantau pergerakan Tasya dan Joseph.


Tasya, Ayuk kita bergabung bersama mereka di sana.".. oke." jawab tasya.. Joseph membawa Tasya ikut bergabung dengan para pengusaha muda dan ganteng, membuat sebagian wanita yang hadir di sana merasa iri, bahkan ada yang mengatakan jika Tasya seorang wanita panggilan yang di datangkan untuk melayani pria kaya di boat itu, berbagai kata tidak enak di lontarkan untuk Tasya. beruntung Tasya tidak mendengarnya jika tidak, Tasya tidak akan terima baik dan pastinya dia akan membalasnya.


Arthur melihat Tasya ikut bergabung bersama mereka, Arthur hanya berdiam dan pura-pura tidak melihat Tasya, tapi Tasya terus melihat Arthur, Tasya berharap Arthur menegurnya, jika Arthur tidak menegurnya maka Tasya yang akan menegurnya lebih dulu, tapi Arthur seakan tidak melihatnya sama sekali.


mereka berbicara seputaran proyek, bahkan ada yang baru mengetahui jika Tasya seorang CEO perusahaan yang terkenal di beberapa negara.


Tasya di sodorkan minuman oleh Joseph, awalnya Tasya menolak karena dia tidak bisa meminum-minuman yang beralkohol tapi terus di desak oleh Joseph, hingga akhirnya Tasya menerimanya. saat Tasya di suruh minum oleh Joseph, Arthur dengan cepat merebut minuman dari tangan Tasya..


Joseph sempat marah, tapi Arthur berkata "Jangan memaksa jika dia tidak bisa minum." Arthur tahu jika Joseph berniat jahat pada Tasya, dan Arthur tidak akan membiarkan itu terjadi apalagi pada orang yang di cintai nya.


Arthur memberikan Tasya minuman yang tidak beralkohol, Tasya menerima, dan meminumnya hingga habis.. "aku permisi sebentar ke toilet." Tasya pamit pada Arthur dan teman-temannya.. saat Tasya berjalan ke toilet tanpa sengaja dia tersenggol oleh wanita berambut pirang karena saat itu boat oleng karena ombak, hingga Tasya nyaris jatuh ke laut.. Tubuh Tasya gemetar hingga wajahnya pucat, dia tetap berdiam dan memegang pembatas besi di samping kapal dengan kuat. "kamu tidak apa-apa.? hei, lihat aku." Tasya tetap berdiam dan memegangi besi pembatas dengan kuat, dan seluruh badannya gemetar.


wanita itu meminta bantuan pada pelayan di boat untuk memanggil dokter dengan segera, karena pelayan berlarian hingga membuat perhatian para undangan teralihkan, Arthur yang penasaran mencoba untuk berjalan ke tempat kejadian, dia melihat Tasya sedang berdiri dan memegang pembatas boat dengan kuat, Arthur berlari ke arahnya dan memegang tangan Tasya, tangan Tasya begitu dingin seperti es, Arthur membalikkan badan Tasya dan mereka berhadapan, Arthur melihat wajah Tasya yang pucat serta tatapan matanya begitu kosong..


"Tasya, lihat aku sekarang, Tasya ini aku Arthur, Tasya." tasya melihat Arthur dan seketika pingsan dalam pelukan Arthur.

__ADS_1


Arthur mengangkatnya dan membawanya ke kamar Tasya, Tasya di baringkan, dan Arthur mencoba untuk menghangatkan tangannya yang dingin dan di gosokan minyak aromatherapy pada tangan dan kaki Tasya. Arthur bener-bener memberikan perhatian penuh pada Tasya. Arthur menemani Tasya hingga dokter selesai memeriksanya. "bagaimana dok, Tasya kenapa.?".. sepertinya wanita ini phobia akan sesuatu, tapi ini hanya perkiraan saya saja, karena setelah saya periksa, keadaannya baik-baik saja, tidak menderita penyakit tertentu, biarkan dia beristirahat, besok kita liat lagi kondisinya." kata dokter.. baik Dok, Terimakasih."..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2