
sejak kejadian di club', Tasya lebih sering berjumpa Arthur di proyek, walaupun tidak saling tegur.. Tasya merasa Arthur selalu menghindar darinya, setiap bertemu Arthur, Tasya tersenyum tapi Arthur selalu membuang wajahnya.. dan itu sering terjadi..
"Carl,, mulai sekarang urus lah proyek di sini ya, aku akan balik ke Negara E seminggu lagi." kata Tasya pada carl..
"baik nona."
"pagi ini akan ada pertemuan dengan beberapa pengusaha kan.? pergilah, mulai sekarang kamu yang mengaturnya."
"tapi nona."
"kamu orang kepercayaan aku dan Daddy, jika kamu kesulitan mengambil keputusan atau ada masalah dalam perusahaan maka hubungi aku atau Daddy."
"baik nona."
"pergilah, setengah jam lagi akan ada pertemuan."
"saya permisi nona"
Tasya tak nginap lagi di hotel, tapi dia berpindah ke cottage, yang lumayan jauh dari hotel.
pertemuan beberapa pengusaha telah selesai, mereka membahas proyek dermaga yang hampir selesai.. Arthur tak melihat Tasya, hanya Carl yang mewakilinya..
"oooo iya tuan-tuan, Minggu depan akan ada acara party Boat, Aku berharap tuan-tuan bisa ikut bergabung." kata tuan William..
"Tuan Carl, ini undangan buat nona Tasya, aku berharap beliau bisa datang ke party ku, apa nona Tasya masih ada di pulau ini.?." tanya tuan William.
"baik akan aku sampaikan, untuk sementara nona sedang sibuk." jawab Carl...
"baiklah." kata William..
Arthur hanya mendengar percakapan mereka.. "tuan Arthur, ku harap anda bisa datang menghadiri party ku." kata William..
"baiklah, aku akan datang."
__ADS_1
Carl kembali ke kantornya, begitu juga dengan Arthur dan tuan William.
"aku tahu, kamu pasti menghindar dariku." gumam Arthur..
sejak kejadian di club', Arthur tak henti-hentinya memikirkan Tasya. aku harus bisa merebut hatimu Tasya.
Arthur menelfon Carl, menanyakan keberadaan Tasya, tetapi jawabannya tetap sama, Tasya sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu.
Arthur menelfon Bastian, untuk mencari info tentang Tasya di negara E, dan Bastian segera mencari info tentang Tasya.. setelah mendapatkan info tentang Tasya, Bastian menceritakan semuanya yang dia ketahui.
"yang aku dengar, Tasya di jodohkan oleh orang tuanya, karna Tasya menolak, Tasya memutuskan mengurus kerjaannya di Negara A untuk menghindari pertunangannya." kata Bastian..
"baik, terimakasih informasinya Tian."
Arthur menutup telponnya dan bergegas ke kamar Tasya. cukup lama Arthur mengetuk pintu kamarnya Tasya, hingga akhirnya Arthur ke resepsionis menanyakan tentang Tasya yang menginap di kamar presiden suite.
resepsionis menjelaskan kalau Tasya cek out dari hotel tadi pagi.. Arthur kembali menelfon Carl menanyakan Tasya masih di pulau atau sudah keluar dari pulau 3, Carl menjawab bahwa nona Tasya masih di pulau 3..
tanpa menunggu lama, Arthur segera ke cottage tempat Tasya nginap.. Arthur tiba menjelang sore di cottage.
Tasya bersiap untuk makan malam, Tasya memakai dress panjang dan seksi dan Tasya selalu cantik memakai pakaian apa saja di tubuhnya.. Tasya berjalan menuju resto cottage. dan Arthur telah melihatnya.
Tasya mengambil makanannya dan duduk di meja makan sambil melihat sunset, Tasya tersenyum saat melihat sunset.
Arthur datang dengan membawa makanan dan duduk di meja yang sama dengan Tasya, Tasya melihat Arthur yang duduk di depannya, hanya diam dan terus melihat Arthur.
"jangan di lihat terus, di makan makananmu, jangan lupa di habiskan, tubuh kamu terlalu kurus." kata Arthur sambil memakan makanannya.
Tasya, memakan makanannya dalam diam, tapi otaknya terus berpikir kenapa Arthur bisa ada disini, setelah makanan habis, Tasya akan beranjak pergi, tapi di tahan Arthur, duduklah dulu. Tasya melihat Arthur dan kembali duduk
"apa kabarmu Tasya.?" Arthur bertanya...
Tasya melihat Arthur dan menjawabnya "aku baik-baik saja" Tasya kembali menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"kamu agak kurusan Tasya." Arthur memerhatikan Tasya yang tubuh semakin kurus..
"aku sibuk kerja hingga pola makan ku berantakan." jawab Tasya..
"mulai sekarang makanlah yang banyak, agar tubuhmu kembali seperti dulu."
Tasya hanya melihat Arthur dan tak menjawab perkataannya..
"aku permisi dulu" pamit Tasya...
saat berjalan keluar dari resto, Arthur berjalan mengikuti Tasya dan memegang tangan Tasya, Arthur membawanya duduk di kursi pinggir pantai..
"aku merindukanmu Tasya." Tasya mendengar apa yang di katakan Arthur, dia hanya diam dan menatap ke Arthur, kemudian mengalihkan pandangannya.
Arthur memegang tangan Tasya, dan tak melepaskan pegangan tangannya..
"Arthur, bisakah kamu melepaskan pegangan tangannya.? aku tak enak jika kekasihmu melihatnya."
"aku tak punya kekasih Tasya, yang kamu lihat kemarin adalah mantanku yang mencoba untuk kembali Dengan ku, tapi aku telah menolaknya."
kenapa bisa kmu berada di sini.? apa kamu ada proyek di dekat sini.? tanya Tasya...
aku sedang mencari seseorang yang terus menerus menghindari ku sejak dia datang ke pulau ini. dan orang itu sulit untuk ku dekati tapi sekarang aku akan berusaha untuk mendapatkannya dengan berbagai cara, apapun itu."
Tasya mendengarnya dan terus berpikir, apa yang di maksud Arthur adalah aku.? mungkin juga bukan aku." gumam Tasya.
sampai kapan kamu menginap di sini.? tanya Arthur.
Tasya melihat Arthur dan mengalihkan pandangannya ke laut "entahlah."
mereka berbincang hingga menjelang malam, Arthur aku mau istirahat, aku akan kembali sekarang. baiklah, kita kembali sekarang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1