
Arthur benar-benar membuktikan ucapan Tasya. Arthur merasa bersalah pada Tasya, atas kejadian dulu yang pernah dia buat pada Tasya. Arthur mengabulkan permintaan Tasya.
Arthur kembali ke negaranya, dan mencoba untuk melupakan Tasya.
*
*
*
beberapa tahun kemudian Tasya mendapat proyek di Negara A,,, kebetulan tasya mempunyai kantor anak cabang di sana..
"Merry aku titip kantor ya.?" kata Tasya...
"siap bos,hehehe" sambil becanda...
"kapan berangkat ke sana.? tanya Merry..
"bentar siang" jawab Tasya..
"wah,,, cepat sekali ya." kata Merry...
"ya sudah, aku mau pulang sekarang, mau siapkan semua keperluan di sana."
__ADS_1
"oke deh"
Tasya pulang dari kantor sangat cepat, karna siang ini dia harus berangkat ke negara A..
"mommy Daddy, Tasya berangkat dulu ya." pamit Tasya...
"ya, hati-hati ya sayang."
Tasya berangkat menggunakan jet pribadi, tiba di negara A, Tasya di jemput dan antar ke apartemen lamanya. Tasya hanya istirahat sebentar di apartemennya dan menjelang sore Tasya berencana akan keliling kota yang pernah di tinggalinya beberapa tahun yang lalu.
Tasya keliling kota sendiri, dia berjalan ketempat dimana dia pernah datangi. Tasya mampir di toko roti favoritnya, dan membeli kebutuhan di supermaket untuk di bawa ke apartemen.
Tasya menikmati kesendiriannya di negara orang, sesekali dia memikirkan tentang keberadaan Arthur.
pagi ini Tasya ke kantor anak cabangnya, setelah dia datang dan mengadakan metting mendadak, Tasya menuju proyek yang sedang di kerjakan..
setelah dari proyek rumah sakit, Tasya meninjau proyek jembatan.. "Nona, apa anda ingin makan dulu.? perjalanan kita masih panjang nona, sebaiknya anda makan dulu, setelah itu kita melanjutkan perjalanan... "baiklah Carl, kita makan sekarang."..
Carl membawa Tasya ke resto ternama di kota itu, setelah masuk ke dalam resto, Tasya memesan menu terfavorit di resto itu. sambil menunggu makanan tiba, Tasya melihat handphone nya.
"aduh..."
Tasya melihat ke arah wanita yang tersandung.. "kamu tidak apa-apa sayang.?"
__ADS_1
DEG.. jantung Tasya berdebar dengan kencang, dia mengenal pria yang memegang pinggang wanita itu, pria itu tidak melihat Tasya sama sekali. Tasya hanya melihat tanpa menegurnya.
nona,, makanannya telah datang. "OOO,, baiklah."
selesai makan, Tasya melanjutkan perjalanannya ke proyek jembatan. selama perjalanan, Tasya selalu memikirkan tentang Arthur,,,"mungkinkah dia sudah menikah.? wanita itu pasti istrinya."
Tasya telah memantau semua proyek yang ada di sini, di negara A.. Tasya tak segera balik ke negaranya karna dia akan terus mengawasi proyek di Negara A hingga selesai.
"nona,,, jam 10 kita akan ada metting bersama perusahaan STELL ENGINE COMPANY dan STONE RICH di pulau 3..".. "Baiklah Carl, sekalian aku akan menginap di sana selama seminggu, persiapkan semua dan kita berangkat sekarang"
Tasya nginap di hotel miliknya, sekalian dia akan meliburkan diri dari pekerjaannya selama seminggu.. "aku suka suasana di sini." tasya berbicara sendiri sambil tersenyum dan berjalan menuju hotel Three..
"nona, sudah waktunya metting."
"baiklah Carl."
Tasya berjalan ke ruangan metting, tiba di ruang metting mata Tasya melihat sosok pria yang di kenalnya, ya dia adalah Arthur. mereka bahkan sempat bertatapan tapi Arthur memutuskan tatapannya lebih dulu. Tasya duduk dan mereka melanjutkan metting.
saat Tasya berbicara, Arthur hanya sesekali melihat wajahnya dan selebihnya melihat berkas di depannya. metting selesai, Tasya ingin berjabat tangan dengan Arthur tapi Arthur seakan menghindari Tasya, Tasya melihat Arthur tapi Arthur enggan melihatnya, Tasya hanya tersenyum dan berjalan kembali ke kamar hotelnya.
"Carl, besok temani rekanan perusahaan kita ke proyek dermaga, aku tak ingin di ganggu selama seminggu. dan ingat Carl, jika ada yang bertanya tentangku, katakan pada mereka kalau aku sibuk urus proyek yang lain." ucap Tasya...
"dan temui aku jika ada yang penting Carl."
__ADS_1
"baik nona"...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...