Mengejar CintaKU

Mengejar CintaKU
BAB - 9


__ADS_3

Arthur dan Bastian telah berada di perusahaan terbesar negara E, SILVELSTER CORPORATION bahkan sekarang perusahaan itu semakin berkembang di beberapa negara.. pelelangan kali ini di hadiri 10 peserta dari perusahaan besar di negara E, salah satunya Arthuro Tech.


pelelangan telah di mulai dan di menangkan oleh perusahaan lain, sedangkan Arthuro Tech tidak mendapatkan peluang sama sekali, Bastian dan Arthur pulang dengan penuh kecewa.


"sudahlah, kita urus saja project dengan Mr. Miyoko dan beberapa projek lainnya." kata Arthur sambil berjalan turun dari lantai 29 di kantor SILVELSTER CORPORATION.


"lihatlah taman itu, aku seperti pernah melihat taman itu, tapi lupa di mana.?" kata Bastian...


"mungkin dalam mimpimu " jawab Arthur.. Bastian hanya diam tapi sambil memikirkan taman yang di lihatnya..


Arthur dan Bastian kembali ke kantor.. saat Bastian masuk ke dalam ruangan, Alex menanyakan hasil pelelangan projects tersebut. "bagaimana Pak.? apa semua berjalan dengan lancar."


"Arthuro Tech tidak mendapatkan projects tersebut tapi tidak masalah kita masih bisa mendapatkan projects yang lainnya, termasuk projects besar dengan Mr. Miyoko." jelas Bastian pada Alex.. Alex hanya diam dan tidam menanyakannya lagi..


Tasya hanya melihat Bastian masuk dan berbicara dengan Alex, Tasya kembali di depan laptopnya, dan kali ini Tasya sedang mendesain cottage yang bagus di pinggir pantai, lengkap dengan taman dan berbagai ornamen lainnya.


max berjalan ke meja Tasya, dan melihat Tasya sedang mendesain cottage dan taman di laptopnya..


"Wah, ini sangat indah sekali" ucap Max..


"iya, aku suka dengan semua yang ada dalam gambar ini." Tasya mendesain sesuai keinginannya.


"kamu memang berbakat Tasya." ucap max dengan serius..


"Terimakasih Max" Tasya tersenyum..

__ADS_1


*


Tidak terasa Tasya magang sudah 2 bulan lebih, dan 2 Minggu lagi, masa magangnya selesai..


waktunya makan siang, Tasya di ajak makan siang bersama Daddy-nya, di resto mahal dan berkelas. Tasya masuk dan memeluk Daddy, Daddy mencium pipi kedua anak gadisnya itu dan mempersilahkan Tasya untuk duduk bersamanya.


"Daddy, apa ada yang mau Daddy bicarakan.?' Tasya bertanya pada Daddy karna tidak biasanya Daddy mengajaknya makan siang di resto..


"iya, ada yang Daddy ingin bicarakan sama kamu Tasya, tapi sebelumnya kita pesan makanan ya, Daddy sangat lapar.."


"baiklah Daddy"..


ternyata Arthur berada di tempat yang sama dengan Tasya, Arthur mengepalkan tangannya dengan kuat karena melihat anak magang itu begitu mesra dengan pemilik utama Perusahaan SILVELSTER CORPORATION.


Arthur mulai berpikiran negatif terhadap Tasya, bahkan menuduh Tasya mata-mata pada perusahaannya..


"Tasya, selesai kamu kuliah Daddy akan mengumumkan di media sosial bahkan di Televisi kalau kamu anak Daddy dan akan mewarisi semua aset Daddy tanpa terkecuali.


"apa Daddy yakin Tasya mampu memegang semua itu.?" Tasya bertanya pada Daddy-nya..


"Daddy sangat yakin sayang."


"tapi Tasya masih butuh dukungan dan bantuan dari Daddy."


"tentu sayang, Daddy akan selalu membantumu" Daddy memegang tangan Tasya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku sayang Daddy dan Mommy." Tasya tersenyum.


"kamu adalah anugerah terbesar dari Tuhan buat Daddy dan Mommy, Daddy bersyukur bisa memiliki putri sepertimu." saat sedang berbincang, datanglah mommy dan bergabung bersama mereka...


"sepertinya mommy melewatkan banyak cerita dari kalian berdua"


"mommy" Tasya memeluknya dan mencium kedua pipi mommynya...


makanan yang di pesan telah datang dan mereka memakan makanannya hingga habis.


Arthur kembali ke kantor sebelum mommy Tasya datang. Arthur begitu marah melihat kedekatan Tasya dan Tuan Silvester. Arthur tiba perusahaannya dan naik ke lantai 21.. Arthur menelfon Bastian "Tian, kalau anak magang itu tiba segera suruh ke ruanganku" arthur menutup telponnya secara tiba-tiba..


"Arthur sedang marah, memang apa yang di lakukan anak magang itu.. Tasya tadi hanya pamit makan di luar kantor.." gumam Bastian..


Tasya kembali dari makan siangnya.. "Tasya, kamu makan siang di mana tadi.?" tanya Bastian dengan senyuman.. "aku makan siang dekat sini aja." jawab Tasya... "ada apa Tian.?" tanya Tasya.. "oooo tidak kenapa-kenapa, Oya Tasya tadi Presdir mencari mu, Presdir berpesan untuk segera ke ruangannya sekarang." Tasya binggung tumben di panggil Presdir ke ruangannya, padahal selama dia magang belum pernah masuk ke ruang Presdir.. "baiklah, aku akan ke sana sekarang."


Tasya menaiki lift ke lantai 21, tiba di lantai 21 Tasya melaporkan pada sekertaris Presdir dan Tasya di persilahkan masuk ke dalam ruang Presdir, ruangan yang luas dan bernuansa abu-abu putih..


"permisi Tuan, anda memanggil ku" Arthur melihat ke arah Tasya dan menatapnya dengan tatapan tajam, Tasya yang takut terus menundukkan kepalanya.


"kamu ada hubungan apa dengan tuan Silvester.? kamu mata-matanya atau kamu simpanannya.? wanita cantik seperti mu hanya menjual tubuh demi kemewahan. wanita sepertimu memilih selera tinggi juga ya.!? berapa harga tubuhmu sekali pakai.?"


Tasya yang mendengar kata-kata dari Arthur begitu sakit, bahkan dia meneteskan air matanya saat mendengar Arthur menyebutnya wanita murahan.


"aku bukan wanita murahan seperti yang anda bilang Tuan, dan aku berhubungan dengan siapapun itu bukan urusan anda, aku bahkan bisa menjaga diriku dengan baik, aku bisa membeli barang mewah tanpa harus menjual tubuhku. dan satu lagi Tuan Presdir yang terhormat, orang tuaku bahkan mengajarkan cara berbicara yang baik dan sopan kepada orang lain'." Tasya berbicara dengan emosi tapi masih di kontrolnya..

__ADS_1


Tasya berjalan keluar dari ruangan dengan wajah memerah dan mata yang sembab. dan Arthur hanya menatap kepergiannya.


__ADS_2