MENGEJAR MATAHARI SENJA

MENGEJAR MATAHARI SENJA
VAMPIR YANG MENYEBALKAN


__ADS_3

"Kalau begitu saya permisi dulu nona." ucap Pak Jung. Lalu ia melangkah menuju pintu keluar.


"Baik Pak Jung, terima kasih banyak." Jawabnya


Pak Jung tiba-tiba berbalik dan berkata, "Oh iya nona, biasanya tuan ingin minum kopi sekitar jam 10.00. Jadi nanti tolong antarkan saja ke ruangannya. Nanti ada yang mengantarkannya kemari. Maklum tuan muda tidak suka jika semua orang masuk ke dalam ruangannya." Sambungnya sambil tersenyum.


"Baik Pak Jung." wajahnya tersenyum enggan.


"Dasar vampir bisanya menyuruh orang lain saja apa tidak bisa dia memesan atau membuatnya sendiri. Auh jinja... aishh." Hye Na mengumpat.


"Dari sekian banyak orang di kantor ini kenapa harus aku yang jadi sekretarisnya. Sepertinya dewa sedang mengutukku sekarang. Aish.. eotokke!" ia mengumpat lagi.


Wajahnya terlihat sangat sinis dan kesal menghadapi CEO barunya itu. Ia mondar-mandir di dalam ruangannya. Tiba-tiba kakinya kepentuk meja.


"Auw..!" teriaknya spontan.


Seakan Hye Na kualat karena sibuk mengumpati Yootaeyang dari tadi.


"Byereul ttara noel dalmeun byeol hanareul ttara geu byeore ne ireum ne eolgul saegigo" nada dering handphone Hye Na berbunyi.


"Ibu menelpon? Ada apa?" tangannya mengangkat telpon dari ibunya.


"Ya ibu, ada apa bu?" jawabnya


"Sayang, bagaimana dengan tempat kerjamu yang baru? Apakah kamu nyaman?" suaranya terdengar antusias.


"Iya bu, kantornya besar dan sangat bagus dan aku menyukainya." Tertawa kecil.


"Baiklah, lanjutlah bekerja ibu Cuma ingin memastikan kamu baik-baik saja."


"Ibu juga jangan terlalu lelah bekerja. Saranghae eomma." lalu mentutup telpon.


****


"Permisi tuan muda." Pak jung masuk ke dalam ruangan Yootaeyang.


"Masuklah Pak Jung. Ada yang ingin aku tanyakan."


"Apa itu tuan?" wajahnya terlihat penasaran


"Mengapa Pak Jung memilih Hye Na menjadi sekretaris yang baru?" ia menautkan alisnya.

__ADS_1


"Berdasarkan data informasi yang saya terima, Kim Hye Na mampu menguasai pekerjaan dengan cepat dan baik. Riwayat pendidikannya juga bagus. Semasa menempuh pendidikan ia selalu meraih beasiswa. Dan satu lagi ia adalah staff teladan dan pekerja keras di anak perusahaan kita." Ungkapnya dengan jelas.


"Apa itu cukup untuk menjadikan dia sebagai sekretarisku?" ucapnya angkuh.


"Tuan muda pasti akan nyaman bekerja dengan Hye Na." sahutnya dengan sebuah senyuman.


"Kalau begitu nanti suruh dia ke ruanganku untuk menerima semua jadwal dan kegiatan apa saja yang harus dia lakukan sebagai sekretarisku." perintahnya.


"Lihat saja nanti apakah kamu bisa menjadi sekretaris yang baik seperti yang dikatakan Pak Jung." Batinnya.


Yootaeyang adalah seorang lelaki yang memiliki sisi rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa penasarannya timbul akan Hye Na.


                                                                                        ****


Lee Jae Yoon tiba di SHINWA GROUP. Kedatangannya ke perusahaan itu adalah ia ingin memberikan beberapa dokumen yang dibutuhkan oleh manager marketing pusat.


Saat ingin menemui manager tersebut ia berjumpa dengan Hye Na yang sedang berjalan membawa segelas kopi dalam sebuah paper cup.


"Hye Na, kamu sedang apa?" sapa Lee Jae Yoon.


"Kenapa bapak bisa kemari?" tanyanya kaget sambil menundukkan kepalanya memberi salam.


"Ada beberapa pekerjaan yang ingin selesaikan disini. Itu buat siapa?" tanyanya sambil menunjuk paper cup berisi kopi itu.


"Kenapa kamu yang mengantarkannya?" wajahnya bingung.


"Pak Jung menunjuk saya sebagai sekretaris CEO yang baru. Dan saya menjalani traine selama sebulan pak." Jawabnya dengan nada berat.


"Selamat Hye Na. Bukankah itu bagus buat karir kamu. Kamu langsung mendapatkan posisi yang semua orang inginkan." ucapnya sambil tersenyum


"Apaan, yang ada aku bisa kejang-kejang menghadapi si vampir itu tiap hari. Apa sih hebatnya menjadi sekretaris dari manusia vampir berhati bola salju. Kenapa semua orang menjadikan dia sebagai dewa. Heran!" batinnya mengumpat lagi dan lagi.


"Kalau begitu saya duluan ya pak." ucapnya enggan.


"Ya baiklah, saya juga ingin ke sebelah sana." lalu Jae Yoon berjalan ke arah ruangan manager marketing pusat.


Lalu Hye Na tiba di depan pintu ruangan CEO tampan itu. Ia tampak enggan mengetuk pintunya.


"Aduh males banget masuk ke ruangan neraka itu. Tapi aku harus melakukannya demi karir dan ibu. Semangat Hye Na!" ucapnya pada diri sendiri.


"Tok..tok.." suara ketukan terdengar di telinga Yootaeyang.

__ADS_1


"Masuk." Suaranya terdengar dari balik pintu.


"Permisi pak, saya ingin mengantarkan kopi." ucapnya dari depan pintu.


"Apa kamu tidak bisa berbicara berhadapan dengan saya. Kenapa harus jauh." wajahnya terlihat dingin.


"Maaf pak." Kakinya melangkah menghampiri Yootaeyang yang sedang duduk.


"Mana kopinya? Kenapa lama sekali kopinya baru tiba?" gerutunya


"Maaf pak, lain kali saya akan membawanya lebih awal." Hye Na meletakkan kopi itu di meja.


"Udah syukur aku bawain malah protes lagi. Ngeselin banget ini orang." Ia mengumpat dalam hati namun wajahnya tersenyum seolah senyum itu tulus.


"Ini ada beberapa data tentang kegiatan apa saja yang harus kamu lakukan selama menjalani traine untuk menjadi sekretaris saya." Ia menunjuk beberapa dokumen di meja.


Lalu Hye Na segera mengambil dokumen itu. Namun apa yang terjadi kopi yang iya bawa justru tumpah di atas meja. Tangannya tidak sengaja menyenggol kopi itu. Lalu kopi itu mengalir mengenai tuxedo Yootaeyang.


"Maaf pak. Aduh bagaimana ini." wajahnya panik.


Sementara Yootaeyang terdiam kesal karena pakaiannya menjadi kotor. Lalu Hye Na mengambil tisu lalu mengusap tuxedo Yootaeyang. Seolah hendak mengelak malah tangan mereka saling bersentuhan. Yootaeyang terdiam menatap Hye Na. kedua pasang bola mata itu bertemu dalam satu pandangan. Lalu Hye Na menarik tangannya.


"Maaf pak." ucapnya lagi sambil menundukkan kepala.


"Apa kata maaf kamu mampu mengembalikan pakaian saya menjadi bersih kembali." ucapnya kesal.


"Aku tidak sengaja tahu! Kenapa dia semarah itu hanya karena kopi.Dasar manusia tidak punya hati. Aishh." Batinnya.


Yootaeyang menarik nafas menahan rasa kesal. Lalu ia membersihkan pakaiannya sendiri.


"Kamu kembali lah ke ruanganmu." Ucap lelaki tampan itu.


"Baik pak, saya sungguh minta maaf." lalu Hye Na pergi menuju pintu keluar.


"Tunggu!" teriak Yootaeyang.


"Apa kamu tidak ingin membawa dokumen yang saya katakan tadi."


"Ah iya. Baiklah pak." ucapnya sambil mengambil dokumen itu,  wajahnya menyengir lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


"Huft.. kan ada saja yang salah di mata si vampir itu. Menyebalkan!" ucapnya kesal sambil menghela nafas.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2