MENGEJAR MATAHARI SENJA

MENGEJAR MATAHARI SENJA
RASA PENASARAN


__ADS_3

"Sepertinya kamu sangat sibuk."


Yootaeyang menoleh ke arah datangnya suara itu.


"Kenapa harus mengendap di balik pintu seperti penyusup." jawab yootaeyang cuek.


Sepupunya itu sudah paham dengan sikap cuek Yootaeyang. Meskipun begitu Youngbin tetap saja ingin dekat dengan sepupunya itu.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Youngbin sambil berjalan masuk ke dalam ruangan.


"Seperti yang kamu lihat, aku selalu bersama dokumen-dokumen ini." jawabnya cuek.


"Apakah kamu tidak merindukanku?" Youngbin membuka tangannya seolah ingin berpelukan lalu tersenyum


"Kamu datang hanya ingin bertanya itukah?" pandangannya beralih ke sepupunya itu.


Lalu Youngbin tertawa dan menurunkan tangannya mendengar ucapan sepupunya itu dan duduk di hadapannya.


"Sekretaris mu sangat cantik. Bagaimana cara menemukannya?" Ia berusaha menggoda Yootaeyang.


"Siapa? Hye Na?" wajahnya antusias mendengar itu.


"Sejak kapan kamu mau berbaur dengan seorang wanita?"


"Itu kerjaan Pak Jung. Dia memintaku untuk menerimanya."


"Bagaimana kalau aku mendekatinya. Apa kamu bisa membantu?" tanya sepupunya.


Yootaeyang terdiam mendengar hal itu. Ada penasaran tidak suka ketika Youngbin bertanya seperti itu. Namun ia berusaha menepis rasa tidak suka itu.


"Kenapa kamu terdiam? Jangan-jangan kamu juga menyukainya?" tanya Youngbin sambil tersenyum.


"Tidak. Kamu usaha saja sendiri saja. Jangan ganggu aku lagi sibuk." ketusnya.


"Bukankah kamu sudah ada Sae Ron yang setia memperjuangkan mu. Bila ada waktu kita bisa double date. Kamu bersama Sae Ron dan aku bersama Hye Na." ia tertawa lalu menggoda lelaki tampan itu


"Aku sedang tidak ingin membahas wanita aneh itu. Kamu bisa memilih bepergian dengan keduanya jika kamu mau." tegasnya lalu ia melanjutkan pekerjaannya.


Lagi-lagi sepupu nya itu tertawa mendengar pernyataan Yootaeyang.


Kim Youngbin adalah sepupu Yootaeyang. Anak nya dari adik perempuan ibunya. Mereka seumuran. Ia baru saja pulang dari Jepang karena perusahaan  SHINWA GROUP baru saja menanamkan saham di perusahaan besar di Jepang. Semua tugas itu dikerjakan oleh Youngbin.


                           ****


"Hujannya awet ya, seperti perasaanku padamu." seorang pria muncul di belakang Hye So yang sedang berdiri di lobby perusahaan.

__ADS_1


"Dawon.. mengangetkan saja." tangannya memukul lengan pria itu.


"Ayo kita pulang bersama, hujannya sangat deras."


"Apa aku tidak merepotkan mu?" ucapnya enggan.


"Tidak sama sekali." wajahnya tersenyum menatap wajah sendu Hye So.


Mereka berjalan menuju mobil Dawon yang parkir di depan perusahaan.


Lalu ia membuka jas nya dan menjadikannya sebagai pengganti payung agar tidak terkena hujan.


"Mendekat lah nanti kamu bisa basah Hye So." wajah tampannya tersenyum.


Wajah mereka saling bertemu di bawah dekapan jas Dawon. Air hujan yang jatuh menambah suasana romantis di senja hari.


"Deg!" suara jantung Hye So merespon wajah Dawon yang tersenyum yang berjarak hanya beberapa sentimeter dari wajahnya.


Pipi Hye So memerah menatap wajah Dawon. Lalu mereka masuk ke dalan mobil.


"Apakah bajumu basah?" tanya Dawon sambil meletakkan jas nya di belakang bangkunya.


"Tidak apa-apa hanya sedikit saja." tangannya berusaha mengeringkan bajunya yang terkena air hujan.


"Kenapa wajahmu memerah? Apa kamu kedinginan?" tanyanya sambil menatap wajah Hye So.


Dawon menggosok kedua telapak tangannya lalu menaruhnya di pipi Hye So.


"Sudah tidak dingin kan?" tanyanya


"Aku baik-baik saja Dawon." ia spontan menepis tangan Dawon dan menjadi salah tingkah.


"Maaf Hye So aku tidak ada niat yang lain. aku hanya berpikir kamu kedinginan." ucapnya enggan


"Tidak apa-apa. Aku tadi hanya terkejut saja. Terima kasih atas perhatiannya." wajah Hye So tersenyum.


Lalu Dawon menyalahkan mobilnya dan menyetir mobilnya mengantar Hye So pulang.


                           *****


"Aduh bagaimana ini, kenapa ban sepeda motorku bisa kempes begini. Bagaimana caranya aku pulang.Ottoke?" wajahnya tampak kesal dan panik.


"Ada apa nona Hye Na?" suara Pak Jung muncul dari belakang.


"Ban sepeda motorku kempes Pak Jung. Aku rasa aku harus mendorongnya dan mencari bengkel terdekat."

__ADS_1


"Ikutlah dengan saya nona." ajak Pak Jung.


"Tapi kemana pak?" wajahnya bingung.


Dengan polosnya Hye Na mengikuti Pak Jung yang berjalan menuju lobby perusahaan.


Pak Jung membuka sebuah mobil mewah dan berbicara kepada orang di dalamnya.


"Tuan muda tolong antar Hye Na pulang."


"Apa? Tuan muda? Jangan-jangan itu..." desah hati Hye Na.


"Baik. Masuklah Hye Na." suara itu terdengar sangat ramah.


Hye Na menunduk dan melihat wajah lelaki itu dari kaca yang setengahnya terbuka. Ternyata itu wajah Kim Youngbin. Wajahnya terkejut.


"Tidak usah pak, saya pulang sendiri saja." wajahnya enggan untuk masuk.


"Apa aku harus membukakan pintu untuk mu agar kamu mau masuk dan duduk di dalam mobilku?" wajahnya tersenyum ramah.


Pak Jung tersenyum melihat tingkah mereka.


"Bukan begitu pak. Saya hanya merasa segan." ucapnya.


"Masuklah nona, masalah motor nona nanti saya yang mengurusnya." ucap Pak Jung.


"Masuklah aku mengantarkan mu." ajak Youngbin.


Lalu Hye Na masuk ke dalam mobil itu dan mereka pulang bersama.


.                            ****


"Pak Jung, sedang apa berdiri disini?" tanya Yootaeyang yang berjalan menghampirinya


"Saya baru saja meminta tolong tuan muda Youngbin mengantarkan Hye Na pulang tuan." jawab lelaki tua itu.


"Jadi Youngbin serius dan  benar-benar ingin mendekati Hye Na?" desah hatinya.


"Kenapa harus Hye Na?" rasa penasarannya timbul.


"Ban sepeda motor Hye Na kempes jadi saya menyarankan ia diantar oleh tuan muda Youngbin." ucap Pak Jung.


"Buat apa aku memikirkannya?"


tatapannya tertuju pada jalan di depannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2