MENGEJAR MATAHARI SENJA

MENGEJAR MATAHARI SENJA
PERTEMUAN TIDAK TERDUGA


__ADS_3

Rapat sudah selesai. Hye Na bersama anggota staff lainnya keluar satu persatu dari dalam ruang rapat.


Hye Na kembali ke meja kantornya. Ia duduk lalu melihat bekal yang disiapkan oleh ibunya tadi.


"Astaga, aku sampai lupa memakan  roti buatan ibu." tangannya membuka kotak bekal lalu memakannya dengan santai.


"Bagaimana hasil rapat tadi Hye Na, apakah berjalan lancar?" tanya Dawon tiba tiba muncul dihadapan sahabatnya itu.


"Omo, kamu mengangetkan ku saja." ia menghela nafas dan bibirnya tampak sedang mengunyah sepotong roti yang berada di tangannya.


"Semua berjalan baik, tetapi kita harus lebih semangat lagi dalam memasarkan produk perusahaan." sambungnya lagi.


"Kalau begitu kamu jadi mentraktirku makan siang dong." Dawon berusaha menggoda Hye Na.


"Ya, baiklah nanti siang sehabis kerja kita makan siang di cafe." cetusnya sambil memutar bola matanya.


Tiba tiba pandangan Dawon fokus pada satu arah. Ia melihat sekretaris manager umum lewat didepannya. Gadis itu memiliki rambut panjang,wajah cantik, dan tubuh yang ramping.


Lalu ia berjalan menghampiri gadis yang berjabatan sebagai sekretaris itu.


"Hye So, mau makan siang bersamaku nanti?" ajak Dawon dengan ramah pada sekretaris cantik itu.


"Tidak, terima kasih." jawabnya datar lalu mengabaikan lelaki itu.


"Ayolah, sekali saja aku ingin kita makan bersama." rayu nya lagi dengan senyuman.


"Aku bilang tidak, ya tidak Lee Dawon." cetusnya dengan lantang tapi pelan lalu pergi meninggalkannya


"Ya, baiklah tapi lain kali kamu pasti mau makan siang denganku Park Hye So." ucapnya dengan percaya diri.


Sudah lama Dawon ingin mendekati Park Hye So namun selalu gagal. Karena sifat tegas dan cuek yang dimiliki gadis itu membuat Dawon susah untuk mengenalnya lebih dekat.


Lalu Dawon kembali menghampiri Hye Na. Wajahnya agak sedikit kecewa.


"Kasian sekali sahabatku ini, sudah ditolak berkali kali tapi semangatnya selalu ada." ucapnya sambil tertawa kecil.


"Hye Na, cinta itu butuh kesabaran dan perjuangan. Nanti kalau sudah waktunya kami akan bersama." tuturnya dengan percaya diri.


"Hmm, baiklah kita lihat saja sampai dimana kamu berhasil Dawon." balasnya dengan ekspresi cuek.


                                                                                       *****

__ADS_1


Yootaeyang menatap televisi yang ada diruang tamu. Namun bukannya menonton ia bolak balik mengganti siaran televisi itu dari satu channel ke channel lainnya.


Rasa bosan mulai muncul dipikirannya. Timbul niatnya berkeliling hari itu meskipun keadaan tubuhnya lagi sedang tidak sehat. Namun karena sifatnya yang cuek seringkali ia tidak peduli dengan dirinya sendiri.


Hari sudah menunjukkan jam 12.00  siang. Semua karyawan perusahaan ingin beristirahat dan makan siang.


"Hye Na, ayo kita makan siang." ajak Dawon dengan senyum cerah


"Iya baiklah, tapi kita mau makan siang di cafe mana?" tanyanya dengan nada santai


"Aku tidak ingin makan di cafe, kita makan nasi dan sup daging ditempat aku biasa makan saja, tempat itu dekat dengan kantor."


"Dijamin rasanya enak sekali." sambungnya lagi berusaha meyakinkan Hye Na.


"Baiklah kita kesana saja." jawabnya pasrah.


Lalu mereka berjalan dan keluar dari kantor. Lalu Dawon dan Hye Na masuk kedalam mobil milik sahabatnya itu dan ke kedai sup nasi yang Dawon katakan.


Setelah sampai disana mereka segera memesan nasi dengan sup daging. Mereka sibuk menyantap makanan yang telah dipesan sambil berbincang satu sama lain.


"Wah, ternyata rasanya enak ya." ungkap Hye Na sambil mengunyah makanannya.


"Menu andalan disini adalah ini, lain kali kita makan disini saja." berusaha menekan kalau tawaran nya akan kedai itu memang benar.


Matahari sudah menenggelamkan wajahnya dan langit pun sudah mulai  gelap,  Hye Na pun pulang dari kantor karena pekerjaan nya telah selesai. Ia ingin cepat cepat pulang dan bertemu ibunya. Karena  hal yang paling membahagiakan bagi dirinya adalah saat bersama ibu.


Disisi lain Yootaeyang berdiri di halte kemaren. Kepalanya terasa berat dan suhu tubuhnya naik. Ia merasakan demam. Lalu tiba tiba tubuhnya terjatuh ke jalan raya hingga tidak sadarkan diri.


Hye Na mengendarai sepeda motornya dengan hati hati. Karena ia tidak ingin hal yang lalu terjadi lagi. Tiba tiba ia melihat seseorang terbaring di tengah jalan raya.


"Siapa yang tergeletak disana?" Hye Na berkata kepada dirinya sendiri sambil mengerutkan keningnya.


Lalu Hye Na menepi dari jalan dan kemudian turun dari sepeda motor lalu melihat keadaan orang itu. Ternyata itu adalah Yootaeyang.


"Bukankah dia manusia vampir kemarin, kenapa bisa ada disini?" gumam hatinya.


"Tolong tidak ya, tapi kemarin ia bersikap tidak sopan, jadi buat apa aku menolongnya." batinnya dengan kesal sambil mengigit jari tangannya.


"Tapi kalau tidak ditolong itu namanya perbuatan jahat." batinnya lagi.


"Hei, kamu! Bangun, kenapa kamu tidur disini?" teriaknya sambil menepuk bahu lelaki tampan itu.

__ADS_1


"Aish, ini bagaimana, aku harus apa?" matanya kebingungan sibuk mencari bantuan saat itu.


Namun tidak satu orang pun lewat dari jalan itu. Hye Na menjadi semakin bingung.


"Tolong!" teriaknya sekuat mungkin namun tidak ada yang bisa menolong.


"Ayo, kamu bangun." teriaknya pada lelaki yang sedang pingsan itu sambil menepuk pipinya.


"Astaga, badannya panas sekali, bagaimana ini?" ucapnya lagi dengan nada bingung


Lalu ada satu taksi yang lewat dijalan itu kemudian gadis cantik itu melambaikan tangannya agar taksi berhenti


"Pak bisa bantu saya, ada lelaki yang sedang pingsan tolong bantu saya mengangkatnya masuk kedalam taksi." pintanya dengan rasa khawatir.


Lalu Hye Na dan supir taksi itu menggendong Yootaeyang dan membawanya masuk kedalam taksi untuk menuju rumah sakit. Yootaeyang tidur dipangkuan Hye Na


Yootaeyang setengah sadar lalu menatap wajah Hye Na dengan samar samar.


Diperjalanan Hye Na gugup dengan kondisi Yootaeyang yang tidak sadarkan diri. Ia menyuruh supir taksi agar sedikit lebih cepat agar tiba di rumah sakit dengan cepat.


Sesampainya di rumah sakit Hye Na menelpon Dawon karena panik.


"Dawon, kamu dimana?" tanyanya dengan gelisah.


"Baru aja aku mau pulang, ada apa dengan suaramu?" sahut Dawon dengan cemas


"Apa kamu bisa ke Rumah Sakit Hansan sekarang?"  pintanya dengan nada yang terburu buru.


"Ada apa, ah baiklah aku kesana sekarang." kakinya melangkah segera menemui Hye Na


Setelah beberapa menit kemudian Dawon tiba disana lalu ia mendapati Hye Na yang sedang cemas duduk sendirian di depan IGD rumah sakit.


"Hye Na, apa yang terjadi?" tanya sahabatnya dengan bingung.


"Aku mau minta tolong kamu ambillah motor aku di halte tidak jauh dari rumah sakit ini." ucapnya sambil memberikan kunci motornya.


Dawon merespon dengan wajah bingung dan penasaran.


"Nanti akan aku ceritakan semuanya."  sambungnya lagi.


Kemudian Dawon pergi untuk mengambil motor sahabat nya itu. Sementara Hye Na duduk dan menunggu dengan cemas bercampur kesal.

__ADS_1


Bersambung...


Jgn lupa vote dan koment ya❤️🥰 biar  penulis Semangat terus


__ADS_2