
Park Hye So muncul dihadapan Dawon. Dengan segera lelaki itu menyapanya.
"Hye So, apakah kamu sudah makan siang?"
"Belum." Jawabnya dengan cuek.
"Ayo makan siang bersama." tangannya menunjuk dirinya dan Hye Na.
"Tidak usah, aku akan akan makan sendiri." Sekretaris manager itu menolak mentah-mentah ajakan sahabat Kim Hye Na itu.
"Ayolah, aku akan mentraktir kalian. Aku mendapat promosi jabatan." Hye Na berusaha menawarkan.
"Wah, selamat Kim Hye Na. Semoga aku bisa sepertimu." Mengulurkan tangan sambil tersenyum.
"Hmm, kamu itu ya, kalau sama Hye Na saja bisa tersenyum cerah. Tapi kalau kepadaku selalu mendung dan badai." Ucap Dawon spontan.
"Hush... Kamu ini." Bahu Hye Na menyenggol Dawon.
"Itu sudah pasti. Kalau Hye Na kan baik dan pekerja keras. Memangnya kamu kerjanya Cuma gombalin orang melulu." Hye So memutar bola matanya.
" Lain kali jangan senyum seperti itu."
" Kenapa?" Hye So mengerutkan dahinya
"Nanti aku terkena diabetes. Hihihi." Dawon tertawa kecil sambil mengedipkan matanya.
"Ih, kamu apaan sih. Dasar tukang gombal keliling." ucap Hye So kesal.
"Sudah, sudah, kalau kalian ribut melulu kapan kita makan siangnya? Sudah ayo kita berangkat." Hye Na merangkul kedua temannya itu.
Mereka tiba disebuah restoran yang letaknya tidak jauh dari perusahaan mereka bekerja..
Lalu mereka pergi ke sebuah restoran dan makan siang disana. Mereka duduk dan memesan makanan.
Setiba disana Dawon sibuk menatap wajah Hye So.
"Apa kamu lihat-lihat. Aku ingin makan siang bersama karena Hye Na bukan karena kamu." ucap gadis berambut panjang itu dengan ketus.
"Iya aku akan menganggapnya seperti itu. Walaupun sebenarnya kamu juga ingin makan siang bersama karena ada aku." Ucap Dawon berusaha menggoda sekretaris cantik itu.
"Ih, apaan sih kamu. Jangan terlalu percaya diri!" wajahnya menunjukkan ekspresi geli.
"Aigoo.., sudah sudah. Kalian mau pesan makanan apa?" ucap Hye Na sambil menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
Mereka terdiam dan Hye So memandang sinis Dawon.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita makan dengan menu seafood hari ini." Dawon berusahan menawarkan menu makan siang.
"Baiklah itu kelihatan enak juga."
Hye So hanya terdiam dan tidak menanggapi menu makanan itu.
"Ada apa? Kenapa kamu terdiam? Apa kamu tidak menyukainya?" tangan Hye Na menyentuh tangan Hye So.
"Aku bukan tidak menyukai seafood tapi aku alergi." ucapnya pelan sambil menatap Hye Na.
Dawon terkejut mendengar hal itu. Karena sebenarnya ia menang tidak tahu apapun tentang Park Hye So.
" Maaf aku tidak tahu. Baiklah kita ganti saja menunya." ucap Dawon kaget.
"Tidak apa-apa, aku bisa memesan menu yang lain."
"Kita ganti saja menunya. Bagaimana dengan daging sapi?" Hye Na berusaha menengahi percakapan.
"Baiklah terserah kalian saja." ucap Hye So sambil tersenyum
Akhirnya mereka memesan menu itu dan makan siang bersama sama. Disela-sela percakapan Dawon tetap saja berusaha mencari perhatian gadis pujaannya itu.
*****
"Permisi tuan muda, ini dokumen tentang profil staff yang akan anda temui besok pagi." Ucap pak Jung lalu meletakkan dokumen itu.
"Iya pak Jung. Terima kasih." sahutnya.
"Besok jam berapa tuan muda akan bertemu dengan mereka?" tanya sekretarisnya itu.
"Besok pagi jam 09.00 suruh mereka menemuiku di ruang ini."
"Baiklah tuan muda."
Meskipun Yootaeyang terlahir dari keluarga kaya raya itu tidak juga membuatnya bahagia. Di mata semua orang kehidupannya sangat sempurna. Namun siapa sangka ternyata kehidupannya tidak sesempurna yang orang bayangkan. Kesendirian sudah menjadi teman hidupnya selama ini.
Yootaeyang hanya sibuk mengurus perusahaan peninggalan ayahnya itu. Dipikirannya hanya ada bagaimana memajukan perusahaan itu.
****
Waktu berlalu begitu saja. Hye Na sibuk menyelesaikan tugasnya. Ditambah lagi ia mendapat promosi di perusahaan pusat. Ia harus menyelesaikan tugas-tugas sebelumnya dengan segera. Mata Hye Na fokus pada laptop miliknya dan jemarinya sibuk menekan tombol keybord.
"Hye Na, ayo kita pulang?" Dawon muncul dihadapannya.
"Sudah jam berapa?" ia melirik jam tangannya dan waktu menunjukkan jam 22.00 malam
__ADS_1
"Omo! Sudah malam sekali ternyata. Ayo kita pulang, aku sudah selesai." Berdiri lalu membenahi barang-barangnya.
Mereka pulang kerumah masing-masing dan dengan arah yang berbeda pula.
Dalam perjalanan Hye Na ingin segera sampai dan ingin memberitahu ibunya tentang promosi kerjanya itu.
****
Ibu Hye Na sibuk bolak balik melihat jam di dinding. Ia khawatir putrinya belum pulang kerumah.
"Tit..tit.." bunyi klakson motor Hye Na
Ia segera beranjak dari tempat duduknya dan menyambut putri semata wayangnya itu.
"Ibu!" teriaknya manja
"Ada apa Hye Na, kenapa kamu girang sekali." Tanya ibu bingung.
"Ibu! Aku mendapat promosi jabatan." ucapanya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Selamat sayangku, ibu bangga padamu." tangannya memeluk putrinya lalu mengelus kepalanya. Tanpa sadar air mata ibunya mengalir karena rasa bahagia.
"Ini semua berkat doa dan semangat dari ibu." air mata bahagia mengalir di pipinya.
"Ibu bangga sekali padamu." Ia melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata putrinya itu.
Lalu mereka masuk kedalam rumah. Mereka sibuk berbincang satu sama lain. Akhirnya perjuangan Hye Na selama ini berbuah manis. Tiada hari tanpa kerja keras dalam hidupnya. Meskipun ia terlahir dari keluarga sederhana dan kerja dikalangan elit tidak membuat dirinya minder dan putus asa.
"Sayang, mandi lalu beristirahatlah. Besok kamu akan menemui CEO perusahaan. Kamu harus semangat dan tetap bersikap rendah hati." ucap ibu sambil membelai kepala gadis cantik itu.
"Baiklah ibu." bibir mungilnya mengecup pipi wanita separuh baya itu lalu masuk ke dalam kamarnya.
****
Matahari terbit dengan indah. Hye Na sudah bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan pusat. Ia berangkat lebih awal karena ia akan ke Gangnam daerah itu membutuhkan waktu empat puluh lima menit dari rumahnya.
"Ibu! Aku berangkat ya." Teriaknya
"Tunggu, bawa ini jangan lupa memakannya nanti. Semangat sayangku." Tangannya memberikan sebuah kotak bekal.
"Ibu terima kasih. Saranghae." ucapnya mengakhiri percakapan sambil tersenyum
Lalu ia mengendarai sepeda motornya menuju perusahaan pusat. Hatinya tidak karuan. Ada perasaan gugup dan bahagia didalam hati.
BERSAMBUNG
__ADS_1