MENGEJAR MATAHARI SENJA

MENGEJAR MATAHARI SENJA
ADEGAN SEKRETARIS KONTRAK


__ADS_3

"Bagaimana nona? Nona bisa mengajukan beberapa syarat dalam rencana ini." ucapnya.


Hye Na berpikir sejenak tentang syarat apa yang harus ia ajukan.


"Baiklah Pak Jung aku akan menyetujuinya asal Yootaeyang sendiri yang memintanya kepadaku." ucapnya dengan penuh percaya diri.


"Semoga dengan sikap ku yang kurang sopan ini membuat dia membatalkan kesepakatan ini." batinnya.


"Sepertinya ini akan menjadi awal yang bagus." tuan Jung tersenyum mendengar hal itu.


"Baiklah nona saya akan menelpon tuan muda."


Lalu Sekretaris Jung menelpon tuan mudanya itu.


"Ya ada apa Pak Jung?" tanya Yootaeyang.


"Tuan bisa tuan ke ruangan Hye Na sekarang dan membicarakan hal kesepakatan itu." ucapnya.


"Asihh.. kenapa harus aku yang kesana. Dasar!" ia mengomel.


"Dengan begitu ia akan menyetujui kesepakatan itu tuan." bujuk lelaki tua itu.


"Dia benar-benar ingin mencari masalah denganku. Lihat saja nanti aku akan mengerjainya habis-habisan." batinnya


"Baiklah kalau begitu." Lalu ia menutup menelpon dan menuju ruangan sekretaris baru nya itu.


"Bagaimana apakah kamu menyetujui kesepakatan itu?" suara Yootaeyang tiba-tiba muncul di depan pintu.


"Omo!" Hye Na kaget.


"Baiklah saya akan menyetujui nya Pak Yootaeyang. Tetapi saya punya beberapa syarat."


"Apa itu?" matanya menatap tajam.


"Pertama bapak harus bersikap baik dan harus selalu tersenyum kepada saya selama kesepakatan ini berlangsung karena kalau bapak bersikap dingin tidak akan memudahkan rencana kita. Kedua bapak harus bersikap ramah kepada semua staff disini dan saling menyapa satu sama lain. Ketiga akan segera menyusul." ucapnya panjang lebar sambil tersenyum sinis.


"Semoga dengan syarat itu dia menolak. Jebal... Jebal..." ia membatin.


Yootaeyang terdiam dan sedang berpikir tentang syarat yang di ajukan oleh Hye Na.


"Jelas dia akan menolak. Seorang vampir berhati dingin mana bisa berubah menjadi seorang malaikat yang baik hati.Hihihi. " ia menertawakan Yootaeyang dalam hati.


"Baiklah, tetapi kamu juga harus menuruti semua perintah apa saja yang saya suruh dan setiap ada Sae Ron kamu harus bersamaku." balas nya sambil mendekat ke wajahnya hadapan Hye Na.


"Apa! Aish kenapa bisa jadi begini." ia terkejut dan matanya melotot mendengar hal itu.


"Deg!" jantungnya seakan ingin meledak karena tatapan Yootaeyang.


"Baiklah mari kita buat kesepakatan ini selama dua bulan." ucap CEO tampan itu sambil mengulurkan tangannya bersalaman untuk menutupi rasa gugupnya.


"Tunggu saja, aku akan membuat kamu menyesal karena memerintah ku." batin Yootaeyang


"Semoga nanti dia tidak mampu melakukan syarat yang aku berikan dan semua kesepakatan berakhir." batin Hye Na.


Merasa saling melempar ancaman dalam hati masing-masing.


Di sisi lain Pak Jung hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka berdua.


****


Waktu berlalu begitu saja. Semua staff akan segera pulang karena waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja.


Hye Na berjalan menuju sepeda motor nya. Yootaeyang melihat Hye Na dari kejauhan sedang mengambil sepeda motornya.


Lalu ia masuk ke dalam mobil dan melihat Hye Na dari dalam kaca mobil. Ia melihat wajah cantik Hye Na yang sedang serius mendorong sepeda motor nya dan melepaskan rambutnya dan memakai helm. Ia terpaku sejenak.


"Buat apa aku melihat nya." ucapnya sambil memutar arah setir mobilnya.


****


"Ibu... Aku pulang." ucapnya datar


"Kenapa wajahmu seperti sayang?" tanya ibu bingung sambil mengusap punggung putrinya.


"Auh jinja. Eommaa?" ia merengek kepada ibu.


"Hari ini aku ingin mati saja. Aku sangat lelah." ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya.


"Hye Na, pelan-pelan kalau cerita. Bagaimana ibu bisa mengerti kalau kamu seperti ini." tanya ibunya


"Hufh.." ia menghela nafas.

__ADS_1


"Ibu seperti nya aku di kutuk oleh dewa. Karena CEO tempat perusahaan ku yang baru ternyata si vampir itu. Aku lelah harus menjadi sekretaris si vampir itu ibu." ia merengek-rengek manja kepada ibu.


"Harusnya kamu bersyukur bisa menjadi sekretaris seorang CEO bukan mengeluh seperti ini." ibu menggelengkan kepalanya.


"Ganti bajumu, mandi lalu kita akan malam bersama. Ibu pikir tadi ada hal apa. Hye Na.. Hye Na.." ucap ibu seadanya.


"Ah ibu.. kenapa ibu seperti nya tenang saja aku bekerja bersama vampir yang tak punya hati itu. " gerutunya.


"Hye Na jangan suka mengatai orang lain. Untung dia tidak menghisap darahmu." ucap ibu menggoda putrinya.


"Kenapa ibu berkata seperti itu?" wajahnya bingung.


"Tapi kamu bilang dia seorang vampir." ibu tertawa lepas.


"Ibu!!!! itu tidak lucu sama sekali." wajahnya kesal lalu masuk ke dalam kamarnya.


*****


"Aku harus memberi pelajaran pada si ceroboh Hye Na. Seenaknya saja dia memerintah ku. Lihat saja nanti." ucap Yootaeyang sambil berbaring di kasurnya.


"Tapi mau tidak mau aku harus menuruti semua syarat yang dia berikan. Aishh!" keluhnya.


****


Ketika Dawon ingin pulang ia melihat Hye So sedang menunggu taksi. Lalu ia menghampiri gadis itu.


"Ayo masuklah aku akan mengantarmu pulang." ucapnya dari dalam mobil yang setengah kaca jendela nya terbuka.


"Tidak usah Dawon, aku naik taksi saja." tolaknya


"Ayo masuklah, apak kamu tidak takut sendiri malam-malam begini nunggu taksi." bujuk nya


Hye So melihat sekeliling nya sepi karena memang sudah malam. Hari ini mereka lembur jadi pulang malam hari.


"Baiklah aku akan naik tapi kamu jangan senang dulu, aku naik karena disini memang benar-benar sepi." ucap dengan menyimpan rasa gengsi.


Lalu mereka pulang bersama malam itu. Alangkah berseri nya wajah Lee Dawon.


****


Hye Na sudah selesai sarapan bersama ibunya. Mereka berbincang sebentar di meja makan.


"Ibu aku harus berangkat kerja." ia meneguk segelas susu.


"Saranghae eomma." ucapnya lembut


"Semangat sayang. Kamu pasti bisa bekerja dengan baik." ia menyemangati putri semata wayangnya itu.


"Siap bu. Semoga saja aku kuat. Sampai jumpa nanti." ia melambaikan tangannya.


Seperti biasa Hye Na sudah rapi nan modis pagi ini. Ia memakai blouse berwarna putih tulang dengan scraf bermotif bunga dipadukan dengan high waist skirt berwarna merah muda.


Ia mengendarai sepeda motor nya dan tiba di SHINWA GROUP.


Ia berjalan memasuki kantor. Pagi itu Hye Na terlihat sangat cantik semua orang terpana dengan penampilannya.


"Ada apa? Kenapa semua orang melihat ku?" tanyanya dalam hati.


"Pagi nona." sapa Pak Jung


"Pagi Pak Jung." sapanya balik.


"Pagi ini nona sangat cantik semua orang terpukau melihat nona." puji lelaki tua itu.


"Pak Jung bisa saja. Aku rasa tidak begitu." ia tersipu malu dan tersenyum.


Yootaeyang muncul ia berjalan menuju ruangan kerjanya. Sesekali ia tersenyum menyapa staff perusahaan nya.


"Ada apa, mengapa CEO sangat ramah hari ini."


"Aku tidak percaya CEO bisa tersenyum dan menyapa."


"Setelah beribu purnama CEO bisa tersenyum."


Semua staff berbisik melihat sikapnya hari ini.


"Kalau bukan karena si ceroboh Hye Na, semua orang pasti tidak akan bertanya-tanya kenapa aku begini." batinnya.


Ia mendapati Hye Na sedang berbincang dengan Pak Jung pagi itu. Ia melihat penampilan Hye Na sangat cantik dengan rambutnya yang bergelombang.


"Pagi tuan muda." sapa Pak Jung pada Yootaeyang yang berdiri di belakang Hye Na.

__ADS_1


"Pagi pak." sapa Hye Na


"Hmm." suaranya terdengar berat. Namun ia melirik Hye Na lalu masuk ke ruangan nya.


"Aku tidak percaya CEO bisa tersenyum pagi ini." bisik para staff.


Pak Jung tertawa mendengar hal itu.


"Dia benar-benar melakukan nya. Sepertinya aku harus bernyawa sembilan untuk memainkan drama ini. Eotokke! Selamat Hye Na. Selamat bersusah ria" keluhnya dalam hati


"Nona pagi ini akan ada rapat dadakan dengan JEGUK GROUP. Jadi bersiaplah nona." ucap Pak Jung.


"Kenapa tiba-tiba Pak Jung." wajahnya bingung.


"Iya ada hal penting yang akan bicarakan."


Lalu mereka berjalan dan masuk ke ruangan rapat.


Di sana sudah duduk Kim Sae Ron dan para manajer perusahaan.


Sae Ron tampil dengan pakaian, tas dan sepatu branded. Hari ini ia mengenakan barang bermerek Gucci. Bisa di bayangkan berapa harga dari ujung rambut hingga kaki nya. Sudah pasti mencapai puluhan bahkan ratusan juta.


Mata Hye Na melotot melihat kehadiran gadis itu.


"Aigo, kenapa ada dia. Siapa sebenarnya dia." desahnya dalam hati.


Lalu Yootaeyang muncul dan duduk di bangku CEO untuk memimpin rapat hari ini.


"Selamat pagi semuanya, terima kasih atas kedatangannya."


"Manajer Jung Hae In bagaimana dengan pemasaran produk kita pada bulan ini." tanya Yootaeyang pada manajer marketing.


"Sejauh ini produk kita menempati peringkat tiga besar dalam kategori brand lokal di Korea dan masuk peringkat sepuluh besar di internasional. Selama beberapa bulan ini produk kita meningkat derastis pak." ungkap manajer itu.


"Lalu bagiamana dengan proses produksi produk baru kita? Kapan produk itu kan di pasarkan?" tanyanya lagi pada bagian produksi.


"Bulan depan kita akan segera melakukan promosi tentang produk kita di bagian baju,tas, dan sepatu pak." jawab manajer bagian produksi.


Sae Ron sibuk menatap kagum Yootaeyang yang sedang memimpin rapat.


Saat meeting sudah selesai berlangsung ada office girl yang masuk ia membagikan minuman kepada semua anggota secara satu persatu.


Dan tidak sengaja teh itu tumpah dan mengenai pakaian Hye Na.


Dengan sigap Yootaeyang mengambil sapu tangannya dan memberikan nya kepada Hye Na.


"Ini ambil lalu bersihkan pakaian mu." wajah nya tersenyum ramah.


Hye Na terpaku melihat pertolongan lelaki tampan itu.


"Hye Na, ini cuma akting dan jangan baper." Ia membantah dalam hati.


Semua orang melihat perhatian itu.


Kim Sae Ron merasa geram karena terbakar api cemburu. Ia ingin meneriakkan Hye Na saat itu.


Setelah selesai rapat semua manajer keluar dari ruangan itu. Tinggal lah Hye Na, Yootaeyang, dan Sae Ron.


"Kamu jangan baper ya hanya karena my baby Yootaeyang membantu mu tadi." ucapnya sinis sambil menatap Hye Na.


"Yeayy.. aku juga tahu nenek lampir. Itu cuma akting. Vampir mana bisa jadi malaikat. Apa sih hebatnya si Vampir berhati bola salju ini." batinnya menggerutu.


"Bukankah kami terlihat serasi." ucap Yootaeyang dari belakang Hye Na yang sedang duduk. Kedua wajah mereka saling bersanding.


Lalu mengambil dokumen di meja Hye Na lalu berdiri lagi.


Hye Na terkejut dengan perlakuan Yootaeyang.


"Dasar vampir, ia mencari kesempatan di tengah drama ini. Auh jinja. Ingin ku mendorongnya kebelakang." ia mengomel dalam hati.


"Tidak buk, saya tidak pernah berpikiran seperti itu." ia tersenyum enggan.


Yootaeyang tolong jangan merusak mood ku hari ini. Tingkah mu sama sekali tidak lucu!" bentak nya dengan perasaan geram.


"Aku rasa tidak ada yang salah dengan tingkah ku." jawab Yootaeyang sambil membolak-balik dokumen itu.


"Baby enough! Kesabaranku habis." bentaknya


Sae Ron merasa geram dan emosi lalu ia keluar dan membanting pintu ruangan. Ia kesal karena sikap Yootaeyang yang tidak pernah menerima cintanya ditambah lagi dengan kehadiran Hye Na.


Hye Na terkejut dengan perlakuan itu. Ia terdiam sejenak.

__ADS_1


Yootaeyang tertawa lepas saat itu.


Bersambung


__ADS_2