MENGEJAR MATAHARI SENJA

MENGEJAR MATAHARI SENJA
AKU BEGINI KAMU BEGITU


__ADS_3

Sehabis mandi Hye Na duduk diatas kasurnya sambil melihat handphone miliknya. Tiba-tiba ia teringat akan Yootaeyang.


"Aku menolongnya tapi aku tidak tahu namanya, kenapa sih aku harus bertemu lagi dengan manusia vampir itu." ia berkata pada dirinya sendiri sambil memutar bola matanya.


"Ah, palingan juga dia tidak akan merespon apapun tentang pertolonganku padanya. Dasar manusia vampir!" bibir mengomel


"Hye Na sayang, ayo sini mari makan malam dulu." panggil ibu dari ruang makan.


"Baik bu, aku datang." tubuhnya beranjak dari atas kasur lalu membuka pintu makan dan menuju ruang makan.


"Wah.., sepertinya enak sekali." Hye Na duduk lalu mengambil kimci dengan sumpit lalu memakannya.


Ia makan dengan bersemangat. Ia sangat menyukai masakan ibunya itu. Ia juga bolak balik memakan telur dadar gulung korea buatan ibunya.


"Hye Na, kalau makan pelan-pelan nanti bisa tersedak."


"Hmmm..., habis masakan ibu selalu enak." mulutnya penuh dengan makanan.


"Aigo..., pelan-pelan Hye Na." ucap ibunya sambil tersenyum.


                            ****


Sekretaris Park Jung In tiba dirumah sakit. Kaki nya melangkah masuk kedalam rumah sakit lalu menuju ruangan Yootaeyang.


Matanya menatap Yootaeyang yang sedang terbaring diatas kasur rumah sakit.


"Bagaimana keadaan anda?" tanyanya perhatian.


"Aku baik baik saja pak Jung In, aku ingin segera pulang dari sini. Aku bosan disini." Yootaeyang mengeluh pada sekretaris nya itu.


"Tapi , bukankah anda sebaiknya dirawat disini dulu sampai benar benar pulih." mencoba memberikan saran.


"Aku tidak suka berada disini, tolong urus segera administrasi rumah sakit."bantahannya lantang tapi pelan.


"Baiklah, saya akan mengurus semuanya." lelaki separuh baya itu menghela nafas.


"Tunggu pak Jung In tolong cari tahu siapa wanita yang menolongku."  perintahnya dengan sopan.


Pak Jung In keluar dari ruang rawat inap Yootaeyang.


"Anak ini sangat keras kepala." batinnya.


Sekretaris nya segera menuju ke ruang administrasi untuk mengurus perawatan Yootaeyang.


                              *****


"Aduh bu, perut ku kenyang sekali." ucapnya tak berdaya

__ADS_1


"Kamu makan terlalu banyak, jadinya perutmu terasa penuh." sahut ibu.


"Bagaimana wajah lelaki yang kamu tolong itu? Apakah dia tampan?" tanya ibu tangannya menyentuh lengan Hye Na.


"Ah, ibu kenapa ibu bertanya dia tampan? Aku sama sekali tidak peduli dengan manusia vampir itu." gadis itu menggerutu lalu meneguk air minum dalam gelas.


"Hye Na kenapa kamu benci sekali padanya? Hati hati nanti jatuh cinta." berusaha menggoda putrinya itu sambil tertawa.


"Ibu.., dia bukan tipe idealku. Manusia vampir kayak dia itu harusnya tinggal didalam hutan bukan di kota seperti ini. Hatinya dingin dan tidak ada perasaan. Aahh.., aku kesal bu jika mengingat perlakuannya yang tidak ada rasa simpati ketika aku jatuh, jangan bahas dia lagi." dia mengomel panjang lebar didepan ibunya.


Ibu tertawa mendengar omelan Hye Na.


"Sayang, sekarang kamu sudah bisa memikirkan tentang seorang pasangan. Jangan terlalu sibuk bekerja tetapi pikiran masa depan mu." tutur ibunya lembut.


"Nanti sajalah bu, selama aku punya ibu aku tidak butuh apapun lagi." bantahnya dengan cuek ia berdiri lalu memeluk ibunya yang sedang duduk.


"Pelan-pelan saja Hye Na. Ibu mendoakan jodoh yang terbaik buatmu." sambung ibunya lagi.


Tiba tiba handphone gadis itu berdering. Ternyata Lee Dawon menelponnya.


"Ya ada apa Dawon." ia menjawab telepon sahabatnya itu.


"Kamu sampai dirumah dengan baik kan?" tanyanya


"Tentu saja, aku kan wonder woman." sahutnya dengan percaya diri.


"Jangan jangan apa? Wah..wah... Jangan suka menarik kesimpulan yang tidak tidak!" cetusnya kesal.


"Jangan jangan dia mantan kekasihmu? Hihihi." sambil menyengir.


"Lee Dawon, kamu sudah berapa lama berteman denganku? Ckckck." ia menggelengkan kepalanya.


"Ya bukannya begitu Hye Na, kamu tadi mengelak ketika aku bertanya." jawabnya dengan nada datar.


"Intinya dia adalah manusia vampir." jawabnya singkat.


"Hye Na... Hye Na.., kamu memang seorang wanita yang pintar tapi kalau udah bicara begitu hilang kepintaran mu. Mana ada manusia vampir tahun di 2019 ini."  Dawon menghela nafas.


"Aishh.. apapaun itu jangan pernah membahasnya lagi. Ya sudah ah, aku mau beristirahat dulu." tangannya mematikan panggilan telepon itu.


                           ******


"Semua sudah selesai tuan termasuk obat yang akan tuan muda minum dirumah selama beristirahat nanti. Kita bisa pulang malam ini." ucap sekretaris nya itu sambil menatap teduh wajah Yootaeyang.


"Siapa wanita yang menolongku?" suaranya terdengar datar.


"Wanita itu bernama Kim Hye Na, dia hanya mengisi nama dan nomor teleponnya saja sebagai penanggung jawab tuan." tuturnya

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pulang." ucapnya dengan dingin.


"Kenapa ia pergi begitu saja, wanita yang aneh, ah buat apa aku memikirkannya." berusaha menepis rasa penasarannya.


Malam itu juga lelaki dingin itu pulang bersama sekretaris nya ke apartemen miliknya.


"Kalau tuan butuh sesuatu katakan saja, jangan sampai tuan jatuh sakit atau sampai terluka." matanya memandang Yootaeyang yang hanya diam menatap gedung gedung sepanjang perjalanan dari dalam mobil.


"Bagaimana perusahaan hari ini? Apakah ada masalah?" tanyanya dengan nada rendah.


"Tidak ada masalah tuan. Sebaiknya tuan muda beristirahat saja, kegiatan perusahaan biar saja yang menangani nya untuk sementara." sekretaris itu berusaha menenangkan  tuan mudanya.


"Sesekali berlibur lah tuan muda, nikmatilah hidup jangan hanya fokus pada pekerjaan saja." sambungnya lagi.


Tetapi Yootaeyang hanya diam membisu mendengarkan nasihat sekretarisnya itu.


                           *****


Hye Na mengotak atik laptopnya. Ia ingin melihat berita terbaru tentang fashion. Maklum Hye Na harus selalu update tentang bidang tempat Ia bekerja.


Meskipun ia bekerja di divisi keuangan bukan berarti ia tidak mengikuti tentang fashion terbaru yang sedang berlangsung. Ia memang gadis yang pintar. Tidak heran terkadang staff fashion designer terkadang suka bertukar pikiran dengannya.


Matanya melirik keatas dan kebawah menatap layar laptopnya.


Mengamati jenis dan model fashion terkini.


Bagi Kim Hye Na ibu dan pekerjaannya adalah segalanya. Tidak pernah sedikitpun terpikir olehnya untuk memiliki seorang kekasih.


Selama beberapa tahun ini ia hanya fokus pada pekerjaan nya saja. Bagiamana caranya agar ia dipromosikan dalam jabatan yang lebih baik dari sekarang.


                           ****


Disisi lain Lee Dawon sibuk menggoda Park Hye So. Ia mengirim kata kata gombalan kepada Park Hye So.


"Kuda, kuda apa yang paling membahagiakan?" tulis nya pada kakao talk yang dikirim pada Hye So


Sebuah pesan masuk dan seperti biasa Hye So hanya membacanya sama sambil menggelengkan kepalanya lalu mengabaikan pesan itu.


"Kudapat hatimu." balas Dawon lagi dengan emoji nyegir.


"Au.. Jinja!" kenapa ada manusia yang aneh seperti dia." ucapnya sambil memandang geli handphonenya.


Selama setahun ini Lee Dawon berusaha keras untuk mendekati Park Hye So namun selalu gagal. Karena bagi Hye So seorang Dawon bukanlah tipe idealnya.


"Tidak apa-apa dibaca saja sudah cukup, suatu saat dia juga akan luluh" Dawon menyemangati dirinya sendiri sambil menyengir.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2