
Hye Na tiba di depan perusahaan pusat tepat waktu.
Hari ini ia memakai turtle neck putih dibalut dengan stelan celana dan blezer berwarna merah muda. Ia memakai heels putih dan sling bag berwarna putih. Rambutnya di kuncir keatas. Sangat cantik penampilannya hari ini.
Matanya kagum memandang gedung perusahaan itu sangat modern dan elegan.
"SHINWA GROUP." ia mengeja dalam hati
"Woah.., daebak! Aku benar benar akan bekerja disini sekrang?" ucapanya sambil menutup perlahan mulutnya menatap kagum.
"Huft." bibirnya menghembus poni dijidatnya
"Hye Na hawiting!" ucapnya pada diri sendiri.
Lalu ia berjalan memasuki pintu masuk perusahaan itu. Ia merasa tidak percaya bahwa ia akan bekerja disana. Ia melihat ada beberapa orang duduk di loby perusahaan.
"Shin Min Ah?" tangan menepuk bahu gadis itu.
"Kamu disini, apakah kamu juga mendapat promosi jabatan?" Hye Na bertanya dengan semangat.
"Iya. Hye Na, kamu juga disini. Wah..selamat ya. Kita kembali menjadi teman satu kantor." jawab gadis dari divisi marketing di perusahaan lama mereka.
"Iya selamat juga untukmu. Senang sekali kita bisa satu kantor lagi." wajahnya tersenyum riang.
"Aku dengar posisi kerja kita akan diatur oleh CEO perusahaan dan akan diberi kesempatan untuk traine selama sebulan. Kita harus bisa menguasai bidang pekerjaan kita dalam waktu singkat disini." Shin Min Ah memanyunkan bibirnya.
"Hei, semangat kita pasti bisa Min Ah. Untuk meraih promosi jabatan ini bukanlah hal yang mudah. Semangat yang kuat adalah teman baik dari pekerjaan yang sulit. Jadi kita harus bersemangat!" ucapnya menyemangati Min Ah.
Mereka tersenyum satu sama lain dan salin memberi dukungan.
****
Dawon melihat Hye So hendak masuk ke dalam perusahaan. Dengan sigap ia berlari menghampiri gadis pujaanya itu."
"Selamat pagi Park Hye So?" sapanya dengan sebuah senyuman.
"Huft..." Hye So menghela nafas dan terus berjalan.
"Kamu tahu apa beda kamu dan daun?" tanya Dawon
"Ya jelas beda Lee Dawon. Aku ya aku dan daun ya daun. Apa kamu tidak bisa membedakannya." langkahnya terhenti
"Bukan!" bantahnya.
"Kalau daun jatuhnya ke tanah, kalau kamu jatuhnya ke hatiku." Berusaha menggombal.
"Ih.., kamu apaan sih ini masih pagi. Pergi sana dan bekerjalah dengan baik" tangannya berusaha memukul bahu Dawon.
Namun Dawon mengelak dan posisi Hye So berdiri menjadi tidak stabil. Lalu Dawon menangkap tubuh Hye So dan mata mereka saling menatap dalam jarak dekat. Mereka terdiam sejenak.
"Lepaskan! Kamu jangan salah paham ya itu hanya kecelakaan." Wajahnya memandang sinis lalu berusaha berdiri lalu meninggalkan Dawon
"Awas! Jangan marah-marah nanti jatuh cinta." teriak Dawon sambil menyengir.
__ADS_1
"Aduh ini hari apa sih? Hari ini sangat menyebalkan." ia menggelengkan kepalanya lalu masuk ke ruangannya.
****
Yootaeyang sudah tiba di ruangan. Ia memakai tuxedo suit dan duduk di bangku sambil memeriksa beberapa dokumen tentang identitas staff baru.
"Tok..tok..." suara ketukan tangan.
Sekretaris Jung masuk ke dalam ruangan Yootaeyang dan ingin menyampaikan sesuatu kepada lelaki berhati dingin itu.
"Tuan muda, sepertinya mereka semua sudah tiba." Ucapnya
"Baiklah, suruh mereka masuk sekarang." perintahnya dengan sopan.
"Tuan sebelumnya ada yang ingin saya sampaikan terlebih dahulu."
"Ya Pak Jung, ada apa? Sampaikan saja." Tangannya sibuk membolak-balik dokumen.
"Saya ingin pensiun dari jabatan saya tuan."
"Apa? Kenapa Pak Jung berkata seperti itu. Aku tidak mau Pak Jung meninggalkan ku sendirian disini." ucapnya dengan ekspresi kaget dan ia menghentikan pekerjaannya sejenak.
"Tapi di usia saya yang seumur ini sudah seharusnya berhenti dan menikmati hidup." wajah tersenyum.
"Aku tidak menginginkan hal itu!" suaranya terdengar kesal.
"Tapi saya tidak akan meninggalkan tuan muda. Saya kan memilih salah satu staff baru yang mendapat promosi jabatan hari ini. Saya akan berusaha memberikan pengarahan tentang tugasku dan mengurus segala keperluan tuan muda. Tetapi saya akan tetap mengawasi kinerja nya. "
"Tapi aku tidak membutuhkan orang lain, aku hanya membutuhkan Pak Jung saja." bantah nya.
"Baiklah Pak Jung. Tapi Pak Jung harus tetap disisi saya seterusnya." ucapnya pasrah.
"Terima kasih banyak tuan muda. Baiklah saya akan memanggil staf baru masuk ke dalam ruangan." Lalu sekretaris itu meninggalkan ruangan.
Lalu para staff baru masuk ke dalam ruangan. Mereka berjumlah lima orang. Tetapi posisi Yootaeyang membelakangi mereka.
"Tuan muda, para staff sudah datang." ucap Pak Jung.
Lalu ia mengubah posisi duduknya. Ia memutar kursinya lalu memperlihatkan wajahnya. Ia menatap semua staff satu per satu. Kemudian Yootaeyang menatap Hye Na dengan dalam.
"Omo!" ucap Hye Na spontan. Matanya melotot. Hatinya terkejut setengah ******.
Alangkah terkejut dirinya melihat kenyataan bahwa CEO Shinwa Group adalah Yootaeyang. Semua orang melihatnya. Pak Jung bingung dengan ekspresi wajah Hye Na.
"Ada apa?" tanya Pak Jung.
"Tidak, tidak apa-apa pak." Ucapnya lalu ia memejamkan matanya sebentar.
"Habislah aku, ternyata si manusia vampir itu adalah seorang CEO. Di perusahaan ini pula. AIGOOO!!" desah hatinya tak karuan.
Berbeda dengan Yootaeyang yang sebelumnya sudah mengetahui tentang Hye Na yang akan bekerja di perusahaannya.
"Pak Jung tolong atur posisi mereka sesuai kebutuhan perusahaan. Mereka harus bisa menguasai semua pekerjaannya dalam waktu sebulan dan tidak lebih." tegasnya.
__ADS_1
"Baiklah tuan." jawabnya.
"Semua boleh keluar kecuali Kim Hye Na." Ucap Pak Jung.
"Astaga! Habislah aku. Pasti aku akan dipecat dan segera menjadi pengangguran" batinnya."
Lalu semua staff baru keluar dan tinggal Hye Na disana yang masih diam terpaku.
"Tuan saya memilih dia sebagai penggantiku untuk menjadi sekretaris. Saya akan melatihnya sebaik mungkin." sambil menatap Hye Na.
"Hah? Aku? kenapa aku?" ucapnya spontan sambil menunjuk dirinya.
"Kenapa? Kamu tidak terima?" sahut Yootaeyang dengan tatapan sinis dan dingin.
"Aish..,dasar manusia vampir berhati dingin. Sikapnya masih saja sama. Kenapa aku harus bekerja dengan orang seperti dia? Aigoo! Harusnya kamu berterima kasih padaku bukan bersikap demikian. Aishh." ia mengomel dalam hati.
"Bagaimana nona Hye Na?" tanya Pak Jung.
"Baiklah pak saya akan bekerja sebaik mungkin." jawabnya enggan.
"Kalau begitu segeralah ajari dia tentang apa tugasnya sebagai sekretaris." perintahnya dengan sikap dingin.
"Hmm, bisanya Cuma memerintah saja kamu vampir." batinnya merasa geram.
"Mari nona ikut saya." ajak sekretaris itu.
Lalu mereka pergi meninggalkan Yootaeyang sendirian di ruangan itu.
"Wanita itu seberapa hebat kinerjanya. Sikapnya saja seperti itu. Aku akan membuatnya merasa tidak betah karena bersikap tidak sopan. " ucap Yootaeyang sinis.
"Tapi mengapa Pak Jung memilih dia? Itu urusan nantilah. " tanya pada diri sendiri.
****
"Ini ruangan nona selama bekerja disini." suara lelaki separuh baya itu terdengar sendu.
Mereka memasuki ruangan mini nan elegan yang akan menjadi ruangan Hye Na.
"Tuan muda Yootaeyang adalah orang yang sangat baik. Namun terkadang sikap dingin nya membuat orang sedikit takut. Namun sebenarnya dia adalah anak yang baik." Ungkap Pak Jung
"Hmm.., yang benar saja Pak Jung? Dia itu vampir loh bukan malaikat. Dibayar berapa si Pak Jung hingga mengatakan dia baik. AIGO!" batinnya
"Saya akan mengarahkan apa saja yang harus nona lakukan sebagai sekretaris tuan muda. Mulai dari pekerjaan hingga memepersiapkan apa saja yang dibutuhkannya."
"OMG! Sumpah ya, dimataku si manusia vampir itu udah macam dewa. Kalau bukan karena dia CEO aku pasti tidak akan mau. Eotokke!" batinnya lagi.
"Nona sudah mengertikah?"
"Sudah, siap Pak Jung. Aku akan bekerja dengan sebaik mungkin." jawabnya singkat dengan ekspresi setengah senyum.
"Lihat saja aku akan membuat dia tidak bisa berkata-kata atas kinerjaku. Lihat saja manusia vampir." batinnya
Dari awal masuk ruangan CEO itu hati Hye Na tidak berhenti mengomel. Ia sangat geram dengan sikap Yootaeyang.
__ADS_1
Bersambung..