
Pak Jung berdiri lalu menghampiri mereka.
"Nona Hye Na bisakah nona duduk makan siang bersama kami?" tanya Pak Jung.
"Ada apa Pak Jung? Saya disini saja." ucapnya bingung.
Min Ah dan Jae Yoon juga bingung dengan ajakan Pak Jung. Di sisi lain Yootaeyang juga merasakan hal yang sama.
"Begini nona ada tentang proyek perusahaan terbaru yang akan saja jelaskan sekalian kita bisa satu meja bersama tuan muda Yootaeyang." ungkapnya
"Baiklah pak." ucapnya dengan berat hati.
Lalu mereka menuju meja makan CEO itu dan duduk disana.
"Kenapa tiba-tiba ada dia disini Pak Jung?" tanya tuan muda itu
"Yeahh, siapa juga yang mau satu meja sama kamu. Yang ada aku sudah kenyang duluan." Hye Na membatin.
"Saya ingin membicarakan masalah proyek perusahaan yang terbaru tuan muda. Biar Hye Na cepat mengerti akan apa yang harus ia kerjakan." ucap Pak Jung
Sebenarnya itu cuma alasan Pak Jung saja. Beliau ingin mereka bisa semakin dekat satu sama lain.
Saat mereka berbincang-bincang sambil makan siang tiba-tiba tangan Yootaeyang menyenggol segelas air putih dan kemudian tumpah mengenai celana dan belzer Hye Na.
"Auh!" ucapnya spontan.
Yootaeyang hanya diam saja dan melihatnya. Hye Na sangat kesal dengan sikapnya yang tidak mau minta maaf.
"Apakah nona baik-baik saja." tanya Pak Jung.
"Tidak apa-apa Pak Jung nanti juga kering." ucap Hye Na sambil tersenyum berusaha menahan amarah.
"Ini pakailah ini untuk membersihkan bajumu." tangan Jae Yoon memberikan sebuah sapu tangan.
"Terima kasih manajer Jae Yoon." lalu ia menerima sapu tangan itu.
"Ngapain si Jae Yoon sok jadi pahlawan ini memberikan sapu tangannya, sudah seperti di adegan sebuah drama saja, menyebalkan." Yootaeyang mengumpat dalam hati untuk pertama kalinya.
"Bukannya minta maaf malah diam seperti patung. Sepertinya dia sengaja. Ingin sekali aku memenggal kepalanya!" ucapnya dalam hati dengan perasaan yang berapi-api.
****
Jam istirahat selesai mereka kembali berkerja diruangan mereka masing-masing.
Seorang wanita cantik dan kaya tiba di SHINWA GROUP. Ya dia adalah anak dari pemilik Perusahaan JEGUK GROUP. Rekan bisnis dari perusahaan Yootaeyang.
Namanya Kim Sae Ron. Gadis cantik itu sudah lama naksir dengan CEO perusahaan tempat Hye Na bekerja.
Namun berbeda dengan Yootaeyang, ia sama sekali tidak menyukai dirinya. Karena lelaki dingin itu sama sekali tidak menginginkan seseorang hadir dalam hidupnya.
Dari atas kepala hingga ujung kakiya semua serba branded. Kehidupan mewah yang ia miliki menjadi dambaan setiap wanita.
"Hai baby! Kamu sedang sibukkah?" ucap Sae Ron yang tiba-tiba muncul diruangan Yootaeyang.
"Bisa tidak kamu masuk mengetuk pintu terlebih dahulu." ucapnya dingin.
"Kamu selalu saja dingin dan galak. Membuatku semakin jatuh cinta." gadis kaya itu berusaha menggoda.
Seperti biasa Yootaeyang hanya diam dan sibuk bekerja diruangan. Ia sama sekali tidak peduli dengan kehadiran Sae Ron.
"Baby, kenapa kamu selalu diam dan sibuk bekerja." Sae Ron duduk di hadapannya lalu memandang wajah lelaki itu.
"Baby, apa kamu tidak rindu kepadaku. Ini aku membawa kado dari Eropa buatmu." ucapnya
Ia meletakkan sebuah paper bag berisi jam tangan branded di atas meja.
"Sae Ron harus berapa kali aku katakan aku bukan pacarmu. Pergi dan bawalah barang itu." ucapnya ketus.
"Kalau aku tidak mau gimana?" ucapnya manja.
"Tok..tok.." suara ketukan pintu terdengar dari luar.
"Ya masuk." ucap Yootaeyang.
Hye Na melihat Sae Ron dan Yootaeyang duduk berdua di dalam ruangan itu.
Sae Ron terlihat cantik dan elegan saat duduk di ruangan itu.
__ADS_1
Lalu Hye Na masuk dan ia membawa sebuah laporan kerja untuk diserahkan kepada CEO tampan itu.
"Ini pak laporan yang bapak suruh saya kerjakan." ucapnya lembut.
"Baiklah tunggu sebentar biar saya periksa." tangannya menerima dan membolak-balik laporan itu.
"Aduh siapa wanita ini dari tadi lihatin aku mulu." batinnya risih.
Sae Ron sibuk memandangi Hye Na saat itu. Ia memang agak sedikit sensitif melihat Yootaeyang bersama seorang wanita.
"Kamu siapa?" tanya Sae Ron.
"Saya Bu?" tanya memastikan.
"Iyalah masa saya bertanya pada tembok disana?" ucapnya sinis
"Dia sekretaris baruku!" Yootaeyang menengahi percakapan mereka.
"What's? Bukannya selama ini Pak Jung yang menjadi sekretaris kamu baby?" tanyanya protes.
"Aigo! Cobaan apalagi ini. Belum juga selesai menghadapi satu vampir udah muncul nenek sihir. Lama-lama rusak mental ku disini." batinnya mengeluh.
"Pak Jung ingin pensiun dan beliau menunjuk dia sebagai penggantinya."
Wajah Sae Ron tampak kesal mendengar hal itu. Tatapan matanya membuat Hye Na merasa tidak nyaman.
"Kamu jangan dekat-dekat ya dengan calon suami saya!" ucapnya dengan tatapan sinis
"Sae Ron kamu ini apa-apaan sih? Siapa yang calon suami?" bantah Yootaeyang.
"Saya tidak ada niat selain bekerja di sini bu." jawab Hye Na singkat lalu menyengir.
"Siapa juga yang mau dekat dengan lelaki macam dia. Hmm.. ambil sana gratis." ia mengumpat dalam hati.
"Baiklah, awas kalau sampai kamu menggoda my baby." ancamnya sambil menunjuk Hye Na.
"Saya permisi dulu ya pak, bu." ucapnya mengakhiri percakapan.
Lalu Hye Na keluar dari ruangan yang menegangkan itu dan berjalan menuju ruangan kerjanya.
"OMG! Kenapa semenjak disini banyak hal aneh-aneh yang harus aku hadapi." ia duduk lalu menenguk sebotol minuman diruangan nya.
"Hari ini ada vampir dan nenek sihir. Besok apalagi? Spiderman?"
"Ini baru hari pertama belum hari-hari selanjutnya. Eotokke?" ia menghela nafas dan merengek.
****
Lee Dawon mengejar Hye So.
"Hye So!" Teriaknya
Langkah wanita itu terhenti. Lalu ia menoleh ke arah suara itu.
"Hei, ada apa kenapa pergi begitu saja." tanyanya.
"Aku..aku.. aish." wajahnya gugup.
"Kenapa wajahmu memerah?" Dawon tertawa.
"Kalau kamu memanggil untuk menertawakan ku saja, lebih baik aku pergi." ucapnya kesal.
"Gitu aja ngambek. Maaf habis kamu terlihat lucu." bibirnya tersenyum
"Aku berteri makasih karena kamu mengirimkan bekal makanan itu."
"Tidak perlu berterima kasih. Aku hanya ingin melakukan nya saja."
Wajah Hye So seketika sedih.
"Apa kamu ada masalah?" tanyanya bingung.
"Tidak, aku hanya terharu ibumu membuatkan aku makanan. Sedangkan ibuku tidak pernah berbuat demikian." ucapnya lirih.
Dawon yang pecicilan mendadak diam. Hatinya sedih mendengar ucapan pujaannya itu. Ia ingin bertanya tapi ia enggan dan takut Hye So salah paham.
"Kalau kamu suka masakan ibuku, aku akan membawa nya untuk setiap hari." ucap menyemangati
__ADS_1
"Ah tidak perlu seperti itu. Aku tidak ingin merepotkan ibumu." ucapnya enggan.
"Kamu kan calon menantunya." gombalnya.
"Hmm.. jangan mulai lagi Dawon?" ucapnya dingin lalu tiba-tiba tersenyum.
Lalu mereka tertawa bersama.
Sepertinya Dawon perlahan bisa memasuki hati Park Hye So.
****
Pak Jung memasuki ruangan Yootaeyang dengan segera Sae Ron bertanya tentang Hye Na padanya.
"Pak Jung, kenapa harus wanita yang jadi sekretaris nya Yootaeyang. Kenapa bukan pria saja." protesnya dengan tatapan sinis.
"Saya memilih Hye Na berdasarkan kinerjanya nona." ucap Pak Jung singkat.
Dari dulu Pak Jung pun juga tidak suka terhadap Sae Ron. Karena di matanya gadis itu sangat sombong dan angkuh. Ia selalu mengandalkan kekayaan orangtuanya.
"Pak Jung, apa tidak bisa anda mengganti sekretaris Yootaeyang menjadi pria saja." tanyanya lantang.
"Jangan bersikap berlebihan Sae Ron. Sekarang kamu pergi dan keluar dari sini!" bentak Yootaeyang.
Dengan perasaan kesal Sae Ron meninggalkan ruangan itu dan membanting pintu ruangan.
"Aku sudah tidak tahan dengannya Pak Jung." keluhnya.
"Tuan muda mau saya berikan saran agar menghindari Sae Ron?" ucap lelaki tua itu.
"Apa itu?" tanyanya penasaran
"Tuan harus segera mencari seseorang pasangan." usul Pak Jung
"Itu bukan saran tapi sebuah masalah Pak Jung. Aku tidak ingin terlihat dengan sebuah hubungan." bantahnya.
"Terserah tuan muda saja. Saya rasa saran itu jalan satu-satunya." berusaha menyakinkan.
Yootaeyang terdiam dan berpikir sejenak.
"Baiklah Pak Jung dengan siapa aku bisa berpura-pura pacaran?" tanyanya antusias.
"Nona Kim Hye Na." Jawabnya singkat
"Apa??" Haruskah dengan si ceroboh itu. Astaga." ia mengeluh.
"Kenapa tuan? Wajah nona Hye Na sangat cantik dan dia staff yang berkompeten. Anda dan dia adalah pasangan CEO dan sekretaris pasti akan sering jumpa. Akan memudahkan rencana kita." ucapnya.
"Huft." ia menghela nafas.
"Baiklah Pak Jung daripada aku di kejar sama Sae Ron terus." jawabnya dengan berat hati.
"Akhirnya rencana ku mendekati sempurna." batinnya sambil tersenyum.
****
"Permisi nona, bolehkah saya masuk." ucap Pak Jung dari depan pintu.
"Ah masuk saja Pak Jung."
"Nona saya ingin membuat penawaran dengan nona."
"Apa itu Pak Jung." ia mengerutkan dahinya.
"Saya ingin nona pura-pura menjadi pacarnya tuan muda untuk sementara waktu."
"Omo! Ani..Ani.. bagaimana bisa Pak Jung meminta ini." ucapnya kaget.
"Nona tolonglah saya ingin meminta tolong. Karena tuan muda sudah tidak nyaman dengan nona Sae Ron yang bersikap sesuka nya." Pak Jung memohon.
"Bukankah mereka sepasang kekasih Pak Jung?" tanya heran.
"Bukan nona, saya akan menjelaskannya nanti."sambung Pak Jung.
Hye Na menghela nafas lalu terdiam dibangku nya.
Bersambung
__ADS_1