MENGEJAR MATAHARI SENJA

MENGEJAR MATAHARI SENJA
SIAPA DIA?


__ADS_3

Rok span berwarna maroon dipadukan dengan kemeja motif bunga dengan dasar berwarna putih menjadi busana kantor Hye Na pagi ini. Rambutnya yang panjang ia gelombangkan lalu mengikatnya. Penampilannya setiap hari selalu modis dan sangat cantik.


Tangan mungilnya menyemprotkan farfum ke tubuhnya. Lalu mengambil sling bag berwarna putih dan memasukkan handphone kedalamnya.


"Hye Na.., ayo sarapan dulu sayang." panggil ibu dengan nada mengayun.


"Iya bu, aku datang." sahutnya


Matanya melirik roti lapis dengan perpaduan selai cokelat dan kacang. Roti yang menjadi favoritnya.


"Ibu, hari ini aku akan pulang telat ada pekerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat." sambungnya sambil mengambil segelas susu lalu meminumnya.


"Baiklah, tapi ingat kamu jangan pulang terlalu malam sayang. Hati hati dalam mengendarai sepeda motor ya." tutur ibu merespon putrinya sambil mengunyah roti lapis tersebut.


"Siap bu!" Matanya mendelik


"Ibu, aku berangkat ke kantor dulu." tubuhnya berdiri lalu mencium pipi ibunya.


"Hati hati djalan sayang."


"Da...,bu!" tangannya melambai mengakhiri pembicaraan.


Hye Na memakai helm dan segera menaiki sepeda motornya.


                                                                                         ****


Sekretaris Park Jung In tiba di apartemen Yootaeyang. Ia sangat khawatir dengan keadaan tuan mudanya itu.


"Selamat pagi tuan muda." sapa sekretaris yang tiba tiba muncul di depan pintu masuk apartemen Yootaeyang.


Pagi itu Yootaeyang terlihat sudah sangat rapi. Tubuh jangkung terlihat sempurna dengan stelan jas berwarna hitam pagi ini.


"Pagi Pak Jung!" sapanya dengan nada datar.


"Bukankah lebih baik tuan muda beristirahat dulu sampai kondisi tuan benar benar pulih." berusaha memberikan saran lalu masuk kedalam apartemen.


"Aku sudah membaik pak Jung, hari ini akan ada promosi jabatan dari beberapa anak cabang perusahaan kita. Aku ingin melihat beberapa data staff yang akan diajukan secara langsung." ujarnya dengan singkat dan jelas.


"Baiklah, kalau tuan muda ingin begitu. Mari kita berangkat ke kantor bersama." lelaki separuh baya itu menggelengkan kepalanya.


Hari ini akan ada promosi jabatan dari anak perusahaan lelaki tampan berhati dingin itu. Biasanya mereka akan mengadakan promosi jabatan bagi karyawan yang memang layak untuk menerimanya dalam jangka beberapa tahun sekali. Ini bertujuan agar setiap karyawan yang bekerja memiliki semangat yang tinggi


                                                                                          ****


Lee Dawon sibuk memandangi jam tangannya. Ia gelisah menunggu sahabatnya itu.


Lalu Hye Na tiba dikantor. Ia melangkah kedalam kantor perusahaannya dan hendak masuk ke dalam lift.


"Halo! Selamat pagi semua." suaranya terdengar sangat ramah.


"Hye Na..., sini ayo ikut aku sebentar!" tangannya menarik lengan sahabatnya itu.


"Hei! Ada apa Lee Dawon!" tanyanya dengan wajah bingung.


"Kamu udah tahu belum?"


"Tahu apa sih?"


"Hari ini akan ada beberapa staff perusahaan yang akan di promosikan ke perusahaan pusat." ucapnya dengan menggebu-gebu.


"Aku baru mendengarnya, bagus ini kesempatanku untuk maju. Siapa tahu ada namaku didalam daftar itu." suaranya terdengar penuh percaya diri.

__ADS_1


"Kalau sampai kamu adalah salah satu staff yang dipromosikan itu aku bagaimana?" raut wajahnya kesal dan sedih.


"Ya tetap berada disini dong, masa iya kamu nebeng duduk dijabatan yang sama dengan aku?" jawabnya sewot sambil tersenyum.l


"Hei, Hye Na! Wah.. teman macam apa kamu ini, lupa sama teman sendiri." cetusnya kesal.


"Kenapa kamu yakin banget kalau aku salah satu dari promosi tersebut?" tawa nya pecah.


"Yang pertama kamu pintar, kedua hasil kerjaanmu selalu mendapat pujian dan yang terakhir beberapa staff senang bertukar pikiran dengan mu." ungkap nya dengan jelas.


"Hahhahaha, omo! Hanya karena itu kamu yakin aku akan mendapatkan promosi itu Dawon?" seketika ketawanya pecah.


"Yang benar saja, semua karyawan disini juga sama baiknya dengan aku termasuk kamu. Yah, kalau kriteria yang kamu pikirkan begitu otomatis semua naik jabatan dong." ungkapnya dengan jelas.


"Aku yakin kamu pasti bakal naik jabatan!" matanya mendelik menatap Hye Na.


"Udah ah, aku mau mengerjakan pekerjaan ku." sambil memalingkan wajahnya lalu pergi meninggalkan sehabatnya itu.


"Hmm.., kalau memang benar yang dikatakan Dawon aku juga ingin sekali bisa mendapatkan promosi itu. Ibu pasti bangga padaku." batinnya.


Hye Na duduk dimeja kantornya. Lalu ia mengerjakan beberapa laporan perusahaan yang akan diserahkan kepada manager perusahaan.


Tangannya bolak-balik menekan dan mengarahkan laptop. Matanya fokus melihat laporan yang ia kerjakan.


"Hye Na nanti jam 11 siang kamu dipanggil ke ruang manager Lee Jae Yoon." ucap Park Hye So sekretaris manager.


"Aku?, Tapi kenapa?" tangannya menunjuk dirinya sendiri.


"Aku kurang tahu dan hanya menyampaikan saja." ucap temannya itu sambil mengangkat bahunya.


"Baiklah, terima kasih." wajahnya bingung dan mengerutkan keningnya.


Kemudian ia melanjutkan beberapa pekerjaannya yang sedikit terabaikan akibat percakapan singkat tadi.


******


Setibanya Yootaeyang di kantor semua staff perusahaan menyapanya dengan saling menundukan kepala. Itu memang salah satu budaya orang Korea ketika memberi salam.


Lalu ia masuk kedalam ruangan rapat. Disana telah hadir staff dan pamannya juga.


Terlihat jelas wajah pamannya sangat enggan memandang keponakannya itu. Ia merasa tidak senang bila keponakannya yang menjadi pemimpin perusahaan itu.


Semua berdiri dan memberi salam kepada Yootaeyang dan disusul oleh sekretaris nya dari belakang. Mereka duduk berhadapan satu sama lainnya untuk membahas promosi jabatan perusahaan.


"Bagaimana dengan kinerja staff yang akan di promosikan apa mereka sudah memenuhi standar kinerja yang baik." matanya menatap ke beberapa manager yang duduk disana.


"Ada beberapa orang dari anak perusahaan yang memiliki totalitas kinerja yang baik pak, bahkan salah satu diantaranya menguasai bidang keuangan dan trend fashion secara bersamaan." ungkap salah satu manager disana.


"Siapa orang yang kamu sebut memiliki kinerja menguasai beberapa bidang sekaligus?" tanyanya balik


Manager memberikan data tentang beberapa staff anak perusahaan mereka.


"Semuanya ada didalam?" tanya Yootaeyang memastikan sambil membuka beberapa profil data diri beberapa staff disana.


"Seseorang wanita bernama Kim Hye Na sudah beberapa tahun ini menjadi staff teladan di anak perusahaan kita pak." sambung manager itu lagi.


Dengan sigap tangannya membuka dokumen daftar profil semua karyawan yang mendapat promosi. Matanya melihat jelas pas photo Hye Na pada profil data diri yang diserahkan.


"Wanita ini?" matanya seketika terpaku teringat kejadian saat ia berjalan ditengah jalan dan Hye Na terjatuh.


"Bagaimana mungkin dia adalah salah satu karyawan perusahaan?" tanyanya dalam hati.

__ADS_1


"Setelah melihat beberapa kinerja mereka selama beberapa tahun ini kami mengusulkan mereka dimutasi ke perusahaan pusat. Bagaimana menurut bapak?" tanya manager itu lagi.


"Baiklah mulai besok suruh mereka semua menemui saya di ruangan saya." perintahnya dengan santai.


                                                                               *****


Hye Na mengetuk pintu ruangan manager Lee Jae Yoon dengan beberapa kali ketukan.


"Ya, masuklah." suara Jae Yoon terdengar dari dalam ruangan.


"Permisi pak, apakah bapak memanggil saya tadi?" tanya Hye Na dengan sopan.


"Silahkan duduk, ada yang ingin sampaikan." sahutnya singkat.


"Selamat yah Hye Na." sambil mengulurkan tangannya pada Hye Na.


"Selamat buat apa pak?" wajahnya bingung dan tidak mengerti apa arti kata selamat itu.


"Ya selamat, kamu di promosikan di perusahaan pusat. Mulai besok kamu akan memasuki perusahaan pusat." mengulurkan tangannya ulang.


"Hah, saya? , Bagaimana mungkin? Apakah bapak tidak salah orang?" tanyanya bertubi-tubi sambil menjabat tangan managernya itu.


"Kami melihat kinerja kamu sangat baik. Jadi kami mengajukan namamu untuk menerima promosi itu." sambung nya lagi


Mata Hye Na berkaca-kaca mendengar berita bahagia itu. Pikirannya langsung tertuju kepada ibunya.


"Terima kasih banyak pak." ucapnya sambil menundukan kepalanya lalu menatap Lee Jae Yoo.


Manager itu melihat jelas wajah cantik Hye Na sangat bahagia dan bersemangat.


"Mulai besok kamu pergilah ke perusahaan pusat di Gangnam temui CEO perusahaan disana. Namanya Yootaeyang. Dia merupakan pemilik perusahaan kita." ungkapnya dengan jelas.


"Baiklah pak, sekali lagi terima kasih banyak." ucapnya.


Wajahnya berseri seri ketika keluar dari ruangan manager. Ia tidak menyangka akhirnya perjuangan yang selama ini ia jalani berbuah manis.


"Apa apa, kenapa wajahmu seperti itu? Jangan-jangan kamu memang mendapatkan promosi jabatan itu?" tanyanya dengan bersemangat.


Wajah Hye Na mengangguk dan tersenyum.


"Jinja, selamat Hye Na tapi bagaimana denganku?" tangannya menunjuk dirinya sendiri.


"Kalau kamu pergi, aku sama siapa?" ucapnya lirih.


"Memangnya kamu mau jauh dari Hye So?" berusaha menggoda Dawon.


"Iya juga sih,hihihi." sambil menyengir.


"Besok aku akan ke Gangnam untuk menemui CEO perusahaan pusat. Selama aku tidak ada kami harus baik baik disini." Ucapnya lagi sambil menggoda.


"Kamu harus mentraktirku makan siang untuk merayakan ini."


"Baiklah, kita harus merayakannya."


Mereka berjalan keluar untuk makan siang bersama.


                                                                                        ****


"Kim Hye Na, siapa dia? seberapa hebat kinerjanya. Wanita itu tidak sopan dan berani membentak ku. Seperti apa dia?" hati Yootaeyang bertanya tanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2