Menikah Dengan Kaka Kekasihku

Menikah Dengan Kaka Kekasihku
Memberikannya


__ADS_3

Tangan Ken juga tidak diam,tangan Ken mengusap usap punggung Dev ,membuat badan Dev sedikit tegang.


Ken terus menciumi leher Ken,entah Ken sadar apa tidak tapi Ken sangat menikmatinya,sampai Ken memberikan tanda di leher Dev.rasanya badanya langsung tidak menggigil kedinginan lagi ,justru malah seperti ada tenaga yang kuat mendorong nya.


Ken lalu tersadar setelah merasakan badan Dev sangat tegang dan kaku.


"Maaf,,Aku tidak bermaksud,,"Ken berhenti bicara karena Dev memotongnya.


"Lalukan saja,Aku istrimu kamu berhak atas diriku,lakukan apa yang ingin kamu lakukan,"kata Dev.


"Apa kamu ikhlas dan tidak akan marah,"Dev menggeleng pelan.


Dalam hati Dev sebenarnya belum mau,tapi Dev tidak ingin membuat Dosa lebih banyak lagi,karena ini sudah kewajiban seorang Istri ,karena cepat atau lambat ini pun pasti akan terjadi.


Ken tersenyum senang di dalam hatinya,lampu kamar di matikan jadi mereka tidak bisa melihat jelas wajah mereka,tapi hanya pergerakan tubuh saja.


Ken lalu mencium kening mata dan kedua pipi,Ken tidak berani ke Bibir ,takut Dev tidak mau,Ken langsung turun menciumi leher Dev,lalu tangan Ken sambil mengangkat baju Dev agar terlepas,Dev diam saja tapi hanya mengikuti arahan dari Ken.


Baju dan celana Dev di lepas oleh Ken,hanya menyisakan dalaman,Badan Dev sudah sangat kaku Ken pun merasakannya,tapi Ken tetap bekerja,karena pemikiran Ken dengan mereka sudah melakukan hubungan badan siapa tau hubungannya dengan Dev akan lebih baik.

__ADS_1


Ken menciumi dada Dev dan juga melepas penutupnya,walau gelap tapi Ken bisa melihat seberapa besar dada Dev.


Ken terus saja memainkannya dengan kedua tanganya,juga mulutnya ikut meng*hisapinya.Dev menggigit bibir bawahnya sambil tangannya juga ikut menutup mulutnya agar suaranya tidak keluar.


Ken sangat menikmati dada Dev,walau ini pertama buat Ken tapi Ken bukanlah pria bod*oh yang tidak tau hal seperti ini dan cara memainkannya.


Ken juga meninggalkan banyak tanda di dada Dev,setelah puas ciuman Ken turun ke bawah,tangan Ken sambil menurunkan kain segitiga yang masih menempel di badan Dev.


Setelah terlepas,tangan Ken meraba inti tubuh Dev dengan pelan,membuat Dev merasakan desaran aneh di dalam dadanya,Dev juga membuang nafasnya secara berlahan agar sedikit santai.


Tapi saat Bibir Ken sudah menempel di inti tubuhnya,Dev kembali menegang dan menggigit bibirnya lagi.


Lidah Ken terus men*jilatinya dengan gerakan yang sangat nikmat,Membuat Dev ahirnya merasakan ada sesuatu yang ingin meledak di bawah sana.


Saat Ken makin pintar memainkan inti tubuh Dev dengan lidahnya,Tiba tiba Dev tidak bisa menahan rasa yang ingin meledak dari tadi.Dev pun berteriak dengan kencang sampai kepalanya terangkat ke belakang.


"Aaaaaaaaagggghhh,,,,"tangan Ken mencengkram seprei dengan kencang.


Ken membiarkan Dev berteriak,agar merasakan kenikmatan,Ken tersenyum senang saat Dev ahirnya melakukan pelepasan.

__ADS_1


Menunggu Dev lebih tenang,Ken membuka baju dan celananya,sekarang Ken sudah polos,dan milik Ken juga sudah berdiri tegak.


Dev masih mengatur nafasnya agar kembali normal,matanya pun terpejam,Dev tidak mau membuka matanya dari tadi,walau gelap karena tidak ingin melihat Ken.


Setelah 10 menit,Ken membuka kaki Dev,dan Ken juga memposisikan miliknya.


"Dev Aku lakukan sekarang yah,"Kata Ken tapi Dev hanya diam.


Ken lalu memposisikan miliknya di inti tubuh Dev,dengan pelan Ken mendorongnya,Dev sudah merasakan sakit tapi masih bisa di tahan,Ken terus mendorongnya dan sudah masuk setengah, dengan terus pelan pelan Ken mendorong,sampai ahirnya Ken mendorongnya dengan cepat membuat Dev teriak kesakitan ,milik Ken sampai mentok.


"Sakittttt,,,,,,aaaaaaaaa,,,,"Dev kesakitan sampai menangis ,air mata Dev terus mengalir,karena kesakitan dan ahirnya dia menyerahkan apa yang dia jaga pada Ken laki laki yang sama sekali tidak di cintai nya.


Ken mendiamkannya sebentar,menunggu Dev merasa lebih baik.Ken melihat Dev menangis dari pantulan cahaya dari luar yang masuk ke kamarnya.


Ken tidak berani bicara apa apa,hanya bisa melihatnya dan menunggu Dev lebih tenang.


***Jangan lupa like, komen dan Vote nya,, trimakasih..


Besok lagi yah,Aku tarik nafas dulu***..

__ADS_1


__ADS_2