Menikah Dengan Kaka Kekasihku

Menikah Dengan Kaka Kekasihku
Dev Pingsan


__ADS_3

Dev saat ini sedang mengendarai mobil menuju kantor Ken,dengan badan gemetar dan kepala sakit,Dev tetap menyetir.


Dev tidak menyangka kalau Ken mengajukan perceraian padanya tanpa memberitahunya dulu.


"Kenapa tiba tiba dia menggugat cerai,padahal Aku sudah mulai menerimanya dan sudah membuka hatiku untuknya,ada apa sebenarnya dengan dia,"kata Dev dalam hatinya,sambil terus menyetir.


Sampai kantor Ken,Dev bertanya pada resepsionis di mana ruangan Ken,tadinya Dev tidak di izinkan masuk karena Ken sedang ada tamu di ruangannya,rupanya resepsionis menelfon sekertaris Ken dan sekretarisnya menyuruh untuk tidak menerima tamu dulu.


"Bilang sama sekretarisnya kalau yang istrinya ,ada hal penting yang harus di urus,"


Sekertaris Ken lalu membolehkan Dev naik saat resepsionis bilang istri Ken yang datang.


Dev naik ke atas dimana ruangan Dev berada.wajah Dev sudah terlihat pucat tapi Dev tetap bertahan.


"Apa anda Ibu Deviana,?"tanya Sekertaris Ken.


"Iya,,saya mau bicara dengan suami saya sekarang,"


"Tapi Pak Ken sedang ada tamu,Ibu tunggu sebentar yah,duduk aja dulu di sini,"


"Saya tidak mau menunggu,saya harus bertemu dengan suami saya sekarang,"sambil Dev masuk keruangan Ken,sekertaris Ken ikut masuk ke dalam.


Ken dan tamunya seorang wanita cantik sedang bicara bisnis,Dev datang langsung keduanya kaget.


"Maaf pak ibu langsung pengin masuk aja,"saat Ken menatap sekertaris nya,Dev bersidakep dengan menatap Ken.


"Ya udah ngga papa,Nola besok kita bicarakan lagi masalah ini yah,"


"Baik Mas,,Aku pergi dulu besok Aku kesini lagi,"Ken mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


Sekertaris dan Nola pun keluar dari ruangan Ken,saat ini tinggal ada Ken dan Dev.


"Ada apa,,?"tanya Ken sambil bangun dari duduknya.


"Ini apa,,?"Sambil melempar amplop ke Ken.


Amplop itu jatuh,lalu Ken mengambilnya dan membuka nya,Ken membaca dengan ekspresi biasa aja.


"Kenapa kamu melakukan ini Mas,bukanya Aku dan kamu sudah pernah membahasnya,dan Aku sudah bilang ingin memulainya dari awal,Aku sudah membuka hatiku untukmu Mas,Aku sudah mulai nyaman denganmu,tapi kenapa kamu lakukan ini padaku,,!?"Dev sambil emosi.


"Aku hanya tidak ingin menjadi orang jahat karena memisahkan orang yang saling mencintai,biar Aku yang mundur,karena memang Aku yang salah telah hadir di antara kalian,"


"Maksud ucapanmu apa sih Mas,Aku ngga ngerti,,memisahkan siapa memangnya kamu Mas,"


"Kamu dan Iksan masih saling mencintai kan,sampai sekarang kalian masih berhubungan di belakangku,benar perkataan ku bukan,,?"Dev menggeleng.


"Kamu ngga perlu berbohong lagi,kalau kalian masih saling mencintai juga ngga apa-apa,karena Aku akan mundur,Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri,kalian berdua bertemu di cafe yang ada di kantormu,kalian juga sambil berpegangan tangan,,Itu benar kan,,?"Dev lalu mengingat dengan kepala yang makin pusing.


"Itu tidak seperti yang kamu lihat Mas,Aku dengan Iksan memang bertemu,tapi kita bertemu hanya sebentar,Aku tadinya juga ngga mau menemuinya,tapi Iksan memaksaku dan dia bilang hanya sebentar saja,akhirnya Aku mau dan Iksan memberikan Aku buku diary kamu padaku Mas,,"suara Dev makin pelan dan tiba tiba Dev merasa kepalanya sangat pusing,untung Ken ada di depanya,Dev lalu akan jatuh dan Ken menangkapnya,Dev pun pingsan.


"Ya Tuhan,Dev,,kamu kenapa,,Dev,,bangun,,"Ken dengan panik langsung menggendong Dev ke sofa.


"Rama,,,Rama,,"Ken memanggil Sekertaris nya,Rama pun masuk.


"Ada apa,,?"


"Dev pingsan,Carikan minyak Angin,,"Rama lalu mencarikannya,dan Rama mengambil di kotak obat.


Ken lalu menggosok tangan,kaki ,hidung dan perut Dev.

__ADS_1


"Apa ngga sebaiknya bawa ke Dokter saja Ken,"


"Tunggu dia siuman dulu,"


"Tadi saat baru datang juga wajah istrimu sudah pucat,kalian lagi ada masalah,"Ken hanya mengangguk.


"Aku bukanya mau ikut campur,tapi menurutku kalau ada masalah bicarakan berdua dengan kepala dingin,"Ken diam.


"Bawalah istrimu ke ruang istirahat,di sofa seperti itu tidak nyaman, Aku keluar dulu,kalau ada apa apa panggil aja,"


Rama lalu keluar,Dan Ken lalu menggendong Dev menuju kamar yang ada di ruangannya.ruanganya tidak besar hanya ada ranjang kasur,setidaknya nyaman untuk tiduran.


Setelah Dev di selimuti,Ken keluar untuk ambil minum untuk Dev,Ken menelfon OB untuk mengantarkan keruangan nya.


Ken memikirkan perkataan Dev yang terahir tadi,yang mengatakan kalau Iksan hanya memberikan buku diary miliknya,Ken lalu menelfon Iksan untuk menanyakannya.


"Apa kamu memberikan buku diary ku pada Dev Dek,,?!"Ken bertanya saat Iksan sudah mengangkat telfonya dengan suara yang terlihat tidak suka.


"Iya Kak,maaf Aku lancang,tapi Adek lakukan ini biar Dev tau kalau Kaka adalah orang yang di carinya,karena Dev dulu pernah bilang pada Adek,kalau dia mencari teman masa kecilnya,tapi dia lupa orangnya,yang Dev ingat hanya dia sangat baik dan menyayanginya,Adek ingat saat Kaka bilang kalau Dev adalah cinta pertama Kaka,jadi Adek kasih buku diary Kaka pada Dev,maafin Adek ya kak,semoga Kaka dengan Dev selalu di beri kebahagiaan,"telfon lalu di matikan setelah Ken menjawab iya.


Telfon pun mati,Ken memijit keningnya yang tiba tiba juga merasa pusing.


Dev membuka matanya setelah setengah jam tidak sadar,Dev memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Di mana Aku,,kenapa kepalaku pusing banget,"Dev bicara pelan.


Dev mengingat pertengkarannya tadi dengan Ken,Dev pun ahirnya menangis.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2