
Hari berlalu,sudah tiga Minggu ini Dev bekerja di kantor Papahnya,Dev membantu Papahnya sebagai setaf biasa,dan karyawan di kantor Papah nya tidak tau kalau Dev adalah anak dari pemilik perusahaan.
Hubungan Dev dan Ken masih biasa aja,cuman sekarang sudah lebih dekat dan tidak canggung lagi,selama 3 Minggu ini mereka tidur bersama dalam satu ranjang,tapi Ken tidak pernah meminta haknya lagi pada Dev,Ken rupanya bukanya ngga mau,tapi Ken takut kalau Dev kesakitan lagi.atau Dev hanya terpaksa melayaninya.
Sedang Dev karena memang belum ada rasa cinta,jadi Dev merasa biasa saja.
Sore ini Ken pulang kerja lebih dulu,karena Papah dan Mamahnya menyuruhnya untuk pulang dan makan malam bersama,Ken langsung masuk ke kamar untuk mandi karena akan bersiap.
Ken tadi sebelum pulang sudah menelfon Dev,dan Ken mengajak Dev untuk pergi kerumah Papahnya,Dev pun mau ikut.
Selesai mandi Ken bersantai di atas kasur sambil memainkan hpnya,karena menunggu kedatangan Dev.sekitar satu jam Dev ahirnya pulang.
"Maaf ya Mas Aku telat,"saat masuk ke kamar.
"Ngga papa,santai aja,,"
Dev lalu mandi karena sudah jam 5 sore,Selesai mandi Dev mengambil baju dan memakainya di kamar,Ken selalu membuang muka kalau Dev sedang pakai baju,karena takutnya dia sendiri yang merasakan sengsara karena adik kecilnya bangun.
Setelah siap Dev dan Ken berpamitan pada Mamah dan Papahnya.
"Kalian hati hati di jalan,"keduanya menjawab iya.
Di jalan ternyata macet,karena jarak rumah Ken cukup jauh.
"Kamu tidur saja kalau mengantuk,"
"Ngga kok,Aku ngga ngantuk,Aku temani Mas biar ngga bosen,"Ken tersenyum.
"Dev,,Apa Aku boleh panggil kamu dengan sebutan sayang,?"Dev terdiam.
"Eemm,,Mas hanya ingin memperlihatkan ke orang tua Mas kalau kita ,,"Ken tidak menyelesaikan perkataanya karena Dev hanya diam terlihat tidak suka dengan permintaanya.
"Boleh Mas,Mas boleh panggil Aku sayang,Aku tau maksud Mas,"
"Kalau kamu ngga mau Mas ngga papa kok Dev,takutnya kamu ngga nyaman,"
"Aku ngga papa kok Mas,Aku mau,kita kan teman jadi harus saling bantu,"Ken mengangguk pelan.
"Ternyata Aku sangat sulit menaklukan hatimu Dev,kamu belum mau menerimaku sebagai suamimu,apa kamu masih mencintai Iksan Dev,ya Tuhan kuatkan hatiku,Aku tidak ingin berpisah dengannya,Aku sangat mencintainya Ya Tuhan,semoga Aku di beri kesabaran untuk terus bisa menunggu akan datangnya rasa cinta Dev untuk ku,Amin,,"Kata Ken dalam hatinya sambil menyetir.
__ADS_1
Sampai di rumah Papah,Ken dan Dev langsung turun dan masuk ke dalam karena sekarang sudah waktunya makan malam.
Ken mengulurkan tangan agar Dev mengandeng tanganya,lalu Dev pun menggandeng tangan Ken.
Keduanya masuk kedalam,sampai di dalam Mamah menyambutnya.
"Ahirnya kalian datang juga,ayo masuk sayang,Papah sudah menunggu kalian di meja makan,"keduanya lalu mencium tangan Mamah.
"Iya Mah,,ayo sayang,"kata Ken sambil merangkul pundak Dev,Mamah yang mendengar Ken memangil Dev sayang tersenyum senang
"Malam Pah,,Malam Dek,"Kata Ken kepada Papah dan Adiknya.Dev langsung melihat ke Ken lalu melihat laki laki yang duduk di bangku meja makan bersama Papahnya,ternyata ada Iksan di sana.Ken yang di tatap Dev pura pura tidak tau.
"Malam,,ayo sinih kalian duduklah,"kata Papah.
"Maaf ya Pah kita telat,,ayo sayang sinih duduklah,"Ken menarik kursi untuk Dev duduki.
"Dek gimana kabarnya,kenapa pulang ngga kabarin Kaka dulu,"
"Baik kak,sengaja mau buat kejutan,eh malah Papah kasih tau dulu ke Kaka,jadi ngga asik deh,"
Dev terlihat langsung diam karena merasa di bohongi oleh Ken,kenapa dia ngga bilang ada Iksan di rumahnya.
"Ayo sayang makanlah,ini enak loh,"Ken yang mengambilkan makanan untuk Dev ,karena Dev dari tadi hanya diam.
Mereka makan sambil mengobrol,tapi Dev hanya jadi pendengar saja.
Selesai makan lalu mereka mengobrol."Dek kamu kapan balik ke Amerikanya,?"
"Aku hanya satu Minggu saja kak di sini,"
"Kak bukanya Kaka mau ke Amerika juga,kapan Kaka mau perginya,"
"Sepertinya Minggu Minggu ini Kaka akan pergi ke sana,"
"Dev apa kamu mau ikut ke Amerika bersama Ken,kalian belum pergi bulan madu kan,?"tanya Mamah.
"Ngga tau Mah,Dev sekarang soalnya sudah kerja,"
"Oh kamu kerja,kerja di mana ,?"
__ADS_1
"Di kantor Papah Mah,"
"Kamu kerja sebagai apa Dev,?"tanya Papah.
"Dev hanya jadi staf biasa Pah,"
"Kok ngga jadi manager atau jabatan yang lebih tinggi Dev,"
"Dev Ingin memulainya dari bawah Pah,biar Dev tau cara bekerja dulu,"
"Oh gitu,,bagus sih,,"
Di luar hujan sangat besar,Dev dan Ken belum bisa pulang,dan Dev terlihat sudah mengantuk.
"Apa sudah mengantuk,?"tanya Ken sambil mengusap kepala Dev.Dev mengangguk pelan.
"Kita menginap di sini aja yah,"
"Iya Dev menginap di sini aja,Sanah kalian masuk lah ke kamar,"
"Ayo kita ke kamar,besok pagi kita akan pulang,ini sudah malam dan masih hujan ,bahaya juga di jalan,"sambil mengulurkan tanganya.
Dev pun mau ,lalu menggandeng tangan Ken,Sebelum pergi Dev melihat ke Iksan yang sedang menatapnya dan ke pada mertuanya,Dev berpamitan masuk ke kamar duluan.
Keduanya berjalan menuju kamar Ken,ini pertama kalinya Dev masuk kamar Ken.
Sampai di kamar Dev langsung ke kasur dan melihat ke sekeliling.sedang Ken masuk ke kamar mandi.
"Kenapa Mas ngga bilang kalau ada Iksan,apa maksud Mas,kenapa Mas bohongin Aku,,?Apa Mas sengaja ingin mengerjai Aku agar Aku terlihat seperti orang bodoh,"kata Dev saat Ken baru keluar dari kamar mandi dan mendekati Ken.
"Mas ngga ada maksud apa apa,kenapa Mas ngga bilang,karena Mas takut kamu jadi ngga mau ikut kesini,karena Mamah dan Papah ingin bertemu denganmu,Mas ngga mau papah dan Mamah kecewa,Maaf kalau membuatmu merasa ngga nyaman,"Ken bicara pelan,lalu duduk di pinggir kasur.
"Aku sudah melupakan Iksan,dan sudah mau menerima pernikahan ini,Aku hanya kaget melihat Iksan lagi tadi,,rasanya ngga nyaman gitu,"Dev lalu ikut duduk di dekat Ken.
"Kalau kamu sudah melupakan Iksan,kenapa kamu belum mau menerim Mas di hatimu,walaupun kamu baik pada Mas,tapi Mas tau hatimu belum ada Mas,Rasanya Mas sudah lelah dan ingin menyerah saja,walau kamu bilang sudah melupakan Iksan,tapi tetap Mas ngga percaya,karena dari tatapan mata kalian saja berbeda,"kata hati Ken sambil melihat ke Dev.
"Sudah malam kita tidur yuk,"kata Ken dan langsung menarik selimut lalu bersiap tidur sambil membelakangi Dev.Air mata Ken tiba tiba mengalir sendiri sambil mengusap dadanya.
Jangan lupa like komen dan votenya,, terimakasih...
__ADS_1