
Iksan sudah pergi ke Amerika lagi,tapi sebelum pergi ke Amerika Papah dan Mamah bertanya dulu tentang mau bagai mana hubunganya dengan Nola.
"Jadi gimana ,apa kamu mau tunangan sama Nola Dek,,?"tanya Papah.
"Adek akan kasih keputusan nanti saat Adek pulang ke sini lagi Pah,sekarang Iksan mau pikirkan dulu,"
"Tapi menurut Adek Nola gimana,? cantik kan,?"tanya Mamah.
"Semua wanita ya cantik lah Mah,,dan Nola baik kok anaknya,,"
"Makanya kalian tuh harus saling komunikasi,biar lebih akrab,kamu jangan terlalu cuek sama Nola,orang kamu mah Nola kirim pesan aja kamu abay kan,gimana kamu mau akrab denganya kalau gitu,"
"Mamah tau dari mana kalau Adek suka abay kan pesan dari Nola,dia yang bilang,?"
"Jadi benar kamu suka abay kan pesan dari Nola,,?"sambil mata Mamah melotot.
"Ngga gitu Mah,,Adek cuman jarang bales,tapi Adek baca kok,,"
"Mamah itu hanya nebak loh ya Dek,Nola itu ngga pernah bilang kamu suka mengabay kan pesan nya,"
"Jangan begitu Dek,kalau kamu ingin hubungan kalian berlanjut jangan abaykan pesan dari Nola,tapi kalau kamu tidak mau dengan Nola katakan dari sekarang agar Nola tidak berharap padamu,"
"Iya Pah,,Adek tidak akan mengabay Kanya lagi,Adek akan mencoba pendekatan yang lebih insten lagi pada Nola,agar Adek dan Nola bisa dekat,,"
Sedang Nola di kamarnya sedang tiduran sambil membaca pesan yang di kirim Iksan tadi pagi,Nola sudah ada 10 x membacanya.
__ADS_1
"Aku pergi ke Amerika,Semoga kamu mau menunggu keputusanku,Aku akan pulang ke Jakarta 6 bulan lagi ,tapi kalau kamu ngga mau menunggu ku ,Aku ngga akan memaksa,"
Itu pesan dari Iksan yang di kirim untuk Nola.
"Ya Tuhan,,kenapa dia bikin Aku jadi galau gini sih,,"kata Nola pelan.
Tokk...Tokk...
"Nola,,ayo makan malam nak,,"Ibu Nola memangil Nola yang ada di kamarnya.
"Iya Bu,,"Nola lalu keluar dari kamar dan makan malam bersama Ayah dan Ibunya.
"Nak,,gimana apa sudah ada keputusan dari Iksan tentang perjodohan nya dengan kamu,?"tanya Ayah.
"Tapi kamu gimana,apa kamu cocok dengan Iksan,,?"
"Nola sih suka Yah sama Mas Iksan,dan Nola mau nunggu Samapi Mas Iksan pulang,,"
"Tapi kalau seandainya Iksan akhirnya tidak mau dengan kamu,Ayah harap Kamu jangan sampai sedih dan kepikiran,kamu harus yakin kalau Tuhan pasti sudah siapkan jodoh yang terbaik untukmu,"
"Iya Yah,,,"
Di tempat lain ,Ken dan Dev sudah di kamarnya,Ken sedang memijit kaki Dev yang bengkak.
"Mas pelan pelan aja,sakit kalau kekerasan,"
__ADS_1
"Iya,,ini pelan,,"
"Aku ngerepotin ya Mas,Maaf yah,,Kaki Ku benar benar sakit,ini ngga bohongan Mas,"
"Ngga sayang,kamu ngga ngerepotin,kamu kan lagi hamil pasti cepat capek,Mas seneng kok ,"
"Tapi Mas kan juga capek seharian kerja ,tapi pulang kerja malah mijitin Aku,"
"Kalau untuk kamu Mas ngga capek,udah yah jangan bahas lagi,,"Dev mengangguk.
Ken memijit kedua kaki Dev dengan pelan,setelah selesai memijit kaki,sekarang Ken mengusap usap perut Dev.
"Yang anak kita gerak,"kata Ken.
"Dia bangun Mas,orang Mas usap usapin gitu"
"Oh,,Hay sayang bangun yah,maafin papah yah ganggu Dede bobo,"sambil mengusap dan bicara di depan perut Dev.
Tangan Dev mengusap kepala Ken yang sedang mengajak ngobrol anaknya.
"Yang,,Boleh ngga Mas jenguk Dede,?"Kata Ken sambil melihat ke Dev.
Dev mengangguk pelan,dan Ken langsung tersenyum senang.
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...
__ADS_1