
Ken lalu masuk ke kamar sambil membawa minum teh hangatnya,Ken melihat Dev yang sudah bangun dan sedang mengusap air matanya.
"Ini minumlah biar lebih enakan,"Sambil Ken duduk di pinggir kasur,karena di kamar ngga ada kursi.
Dev diam tanpa menjawab,karena kepalanya masih terasa pusing.
"Aku bantu bangun yah,"Ken membantu Dev untuk Bangun ,Dev pun menurut.
Ken memberikan gelasnya pada Dev dan Dev meminumnya.
"Kita ke dokter aja yah ,"kata Ken saat melihat Dev memijit keningnya,Dev menggeleng.
"Aku mau pulang aja,"Dev sambil turun dari ranjang,karena kepala Dev terasa pusing ,Dev pun terjatuh duduk kembali saat baru berdiri.
"Tapi kamu masih sakit,"
"Aku mau istirahat di rumah saja,nanti juga sembuh,"Dev sambil memegang kepalanya sang merasa pusing.
Ken yang melihat Dev berjalan sambil memegang kepalanya,dan berjalanya juga sempoyongan,jadi tidak tega.
Ken lalu dari belakang menggendong Dev di depan,Dev yang kaget langsung berteriak kaget.
"Turunkan Aku,,Aku bisa jalan sendiri,turunkan,"sambil berontak.
"Diam lah,nanti kamu jatuh,"kata Ken sambil berhenti berjalan.
Setelah Dev diam,Ken lanjut berjalan,Ken bilang ke sekretarisnya kalau mau pulang duluan.
Dev diam sambil menatap ke wajah Ken yang sedang menggendongnya.
__ADS_1
"Kenapa di saat Aku membuka hatiku dan Aku sudah nyaman denganmu,kamu justru ingin berpisah denganku,"Kata Dev dalam hatinya.
Ken naik lif Kusus dirinya,jadi ngga ada orang lain di dalamnya,Dev kembali mengeluarkan Ari mata,Dev juga merasa heran kenapa jadi sensitif begini.
"Jangan Menangis,,Mas ngga mau lihat kamu menangis ,,"sambil melihat wajah Dev,Dev pun menyembunyikan wajahnya di dada Ken,tapi air mata Dev benar benar ngga mau berhenti membuat baju Ken terasa basah.
Keluar dari lif banyak mata yang melihat ke arah Ken yang sedang menggendong Dev,tapi Ken tidak mempedulikannya,Dev tetap menyembunyikan wajahnya.
Sampai di mobil Ken membuka pintu depan,dan mendudukkan Dev,setelah Dev duduk Ken masuk pintu kemudi.
"Mobil mu nanti di antar supir kerumah,"kata Ken sambil mensetater mobilnya,Dev hanya diam dan memejamkan matanya karena kalau mata di buka,kepalanya terasa muter muter.
Ken membawa mobilnya cukup kencang menuju rumah,sekitar setengah jam mobil Ken sudah sampai di rumah.
Ken menggendong Dev lagi,Dev hanya menurut karena benar benar merasakan kepalanya pusing.
"Dev ,,kok Di gendong,Dev kenapa Ken,,?"tanya Mamah saat Ken masuk ke dalam sambil menggendong Dev.
"Dev cuman mau tidur,nanti juga sembuh,"jawab Ken sambil matanya tetap terpejam.
"Ya Tuhan,Sanah bawa ke kamar,Mamah ambilkan makan agar langsung bisa minum obat,"Ken membawa ke kamar.
Sampai kamar Dev di tidurkan dan di selimuti,"Tidur lah,,"Kata Ken,dan saat mau pergi tangan Dev memegang tangan Ken.
"Apa Mas mau pergi ke kantor,Aku mau bicara mas,,"
"Mas ngga ke kantor,Mas mau ganti baju,ngga usah di pikirkan dulu masalah itu,sekarang yang penting kamu sembuh dulu,"Dev melepaskan tanganya.
Saat Ken ke kamar mandi,Mamah masuk membawa makanan dan juga obat,Lalu mamah menyuruh Dev makan biar bisa minum obat.
__ADS_1
"Tapi Dev ngga enak makan Mah,"
"Harus di paksa,aaaa,,"Akhirnya Dev membuka mulutnya karena di paksa makan.
Saat baru mengunyah,Perut Dev mual dan langsung muntah,Ken yang baru keluar dari kamar mandi lalu mendekatinya.
"Mah,,Perut Dev mual,,makananya ngga enak,"sambil terus muntah.
"Ken mintain minyak angin ke mba Sanah,"Ken menjawab Iya lalu langsung turun ke bawah meminta minyak angin,setelah dapat Ken naik ke atas lagi.
Mamah membalurkanya ke perut dan leher,sedang Ken membersihkan muntahan Dev.
"Ken biar nanti Mba yang bersihkan,kamu telfon Dokter aja suruh datang kesini,"
"Iya Mah,,"Ken lalu menelfon Dokter dengan hp mamah,karena no dokternya ada di hpnya.
Mamah menunggu Dokter di bawah,sedang Ken menggantikan baju Dev,karena Dev merasa risih masih pake baju kerja.
Ken memakaikan Dev baju daster,Ken tidak merasa canggung karena sudah biasa melihat Dev ganti baju di depanya.
Setelah selesai Dev tiduran lagi,Ken duduk di sofa sambil menelfon sekertaris nya,Mamah pun datang bersama Dokter wanita.
Mamah menyuruh Dokter langsung memeriksa Dev,Dokter pun memeriksa nya,Dokter bertanya apa saja yang di keluhkan Dev.
Dokter tersenyum saat mendengar apa saja yang di rasakan oleh Dev,dan Dokter juga memeriksa denyut nadi Dev.
"Anak saya sakit apa Dok,,?"
"Anak Ibu tidak sakit,tapi anak Ibu sedang hamil,"
__ADS_1
"Hamil,,,"Ibu dan Ken bersamaan.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..